#PuisiHipwee Cinta, Waktu dan Kata dalam Genangan Hujan

Cinta, Waktu dan Kata dalam Genangan Hujan


Cinta, waktu dan kata


Advertisement

Cintailah aku sebagai cinta

Cintailah aku sebagai bahasa

Cintailah aku sebagai rasa

Advertisement

Cintailah aku sebagai masa

 

Advertisement

Sayang

Untuk apa kau menjadi ada

Untuk apa kau menjadi tanya

Belasan kali aku mencoba tanda baca

Menerawang penuh tanya

Menjadi bumbung api tanpa asap

Menggelora dalam jiwa yang tak berraga

Mengolah kata begitu lembut bak bunga rosella

Merah tercampur melebur diantara air sungai derita

 

Sudah bukan waktu yang ber nyanyi

Sudah bukan kata yang menari

Untaian kalimat manis bunga melati

Menyeru dari Jeritan wanita yang bernama lestari

Mengajak untuk bertemu dalam dinding yang tak bertepi

Arah waktu telah menunjukkan sunyi

Dari masa perubahan waktu bergeser kekiri

Menoleh untuk tak sama dengan angin dari negara yang tak bertepi

 

Katamu aku akan menjadi aku

Menjadi kalimat tanpa kata

Tersampaikan dari awal kita bicara

Sudah ada sejak kita belum berjumpa

 

Kata

Sampaikan rasa yang tak menetu

Bertemu hanya untuk memuaskan nafsu

Dari jalan yang berliku-liku

Aku mencoba berkata tapi tak berseru

 

Ujungmu Menjadikan pertanda apa

Berjalan bersama aku rasakan

Aku Menoleh kau tak ada

Jarak sudah menjadi batasan baru dari kata

Melompati umpan yang kau tebar

Mencoba mencari yang paling benar

Diantara lapisan-lapisan keserakahan manusia

Kau tetap cinta

 

Biarkan orang berkata haru membiru lebam

Dititik itu kau berkata suram

Tak mau apa kata mereka

Berjalan dijalanmu tanpa ada rasa pinta

 

Menjadikan batuan-batuan yang kau muntahkan dari dalam jiwa

Memotong jalan menjadi hamparan harapan

Orang-orang mencoba memungut kegirangan

Pertanda mereka telah menang

 

Cinta

Cintailah aku menjadi waktu yang susah untuk berkata

Cintailah aku menjadi api tak membumbung tanpa asap disana

Cintailah aku menjadi jiwa tanpa raga yang ada

Cintailah aku menjadi derita yang ditulis oleh lastri ditepian telaga

 

2018


Genangan Hujan


Lihatlah genangan air itu

Maukah kau merasa

Dimana dia telah tiba

Kau sia siakan bagaikan tak berguna

Masih ingatkan dirimu saat saat itu dia begitu berarti

Mengartikan kesendirian

Saat seperti ini kau tak mau melihatnya

Untuk mendekatinya aja tak mau 

Kau jinjitkan kakimu agar tak mengenai kakimu

Sebegitu egonya dirimu

Saat dia tak ada kenapa kau mencari

Saat dia tak berdaya kau mencampakannya

Itukah cintamu

Mengharapkan tapi tak menginginkan

Saat dia kembali

Kenapa kata itu tak terucap 

Rasakan kesejukan ini

Ingatlah kemarin kau mencari

Dia datang untuk kembali

Kenapa kau begitu tak tau diri

Tau kau pikirkan jika dia juga sepertimu

Tak kau coba rasakan

Saat di datang dengan sedikit kehadiran

Kau dambakan

Tengoklah

Lihatlah

Rasakan rasa yang kau rasa waktu itu

Kembalikan rasa yang pernah kau janjikan padanya…..

 

2020

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

hay gues, aku bukan orang yang bisa menulis, aku hanya ingin moment yang aku lewati bisa aku abadikan. untuk aku ingat dilain waktu nanti

CLOSE