Oleh: MuthiaOktavianita

Globalisasi di Indonesia bukanlah menjadi hal yang asing. Globalisasi memiliki tujuan yaitu untuk menghilangkan perbedaan dalam segala bidang seperti contohnya yaitu budaya. Dampak dari globalisasi sendiri ada yang positif dan ada yang negatif. Dampak positifnya adalah bisa membawa kemajuan di Indonesia dalam hal teknologi, informasi, komunikasi, dan bidang sosial ekonomi. Dengan kemajuan teknologi khususnya di bidang komunikasi dan informasi, penyebaran informasi mengenai suatu kejadian ataupun hal-hal yang sedang “nge-trend” baik di negara sendiri maupun di dunia dapat dengan mudah dan cepat diakses. Peran globalisasi di Indonesia dapat dilihat dari maraknya gaya-gaya berpakaian dari negara barat, musik, dan perfilman dar negara-negara barat.

Advertisement

Bagi generasi muda globalisasi ini memiliki peran untuk mendapatkan sarana yang memungkinkan mereka untuk memperoleh informasi dunia yang lebih luas. Dengan seiringannya perkembangan teknologi dan penyebaran infromasi di internet saat ini dapat dilakukan dengan mudah sehingga kaum muda pada saat ini dapat mengakses budaya asing salah satunya adalah budaya barat. Akan tetapi terdapat dampak negatif dari globalisasi yang ditimbulkan oleh generasi muda yaitu tidak tersaringnya informasi-informasi yang diterima sehingga berakibat pada perubahan pola pikiran, pola hidup, dan perilaku-perilaku kaum muda yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia.

Salah satu contoh kebudayaan di Indonesia yaitu sikap sopan santun, gotong royong, saling menghormati dengan tidak memandang lebih tua maupun muda, dan lain-lain. Akan tetapi kebudayaan saling menghormati dan sopan santun di kalangan muda pada saat ini sudah memudar. Padahal negara kita merupakan negara yang menjunjung tinggi sopan santun dan adab saling menghormati itu sangatlah penting.

Contoh perlakuan kaum muda pada saat ini yang menunjukkan bahwa lunturnya sikap sopan santun dan adab saling menghormati adalah ketidak sopanan mereka terhadap orangtua salah satunya yaitu guru. Terdapat video-video viral yang beredar saat ini yaitu dimana siswa-siswi sekolah berkata kasar kepada guru nya. Selain itu terdapat video viral dimana beberapa siswa sekolah “menyawer” guru mereka di depan kelas. Hal ini sangatlah tidak beradab dan tidak mencerminkan kebudayaan Indonesia yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati dan sopan santun.

Advertisement

Seharusnya kita khusunya kaum muda memiliki rasa sopan santun di manapun dan kapanpun. Walaupun dalam kondisi saat ini dimana terdapat faktor eksternal seperti informasi-informasi dari negara barat yang terealisasikan yang menyebabkan kebudayaan yang terus berubah-ubah, kaum muda seharusnya menyadari bahwa sopan santun merupakan kepribadian dari masyarakat bangsa Indonesia. Selain faktor eksternal, terdapat pula faktor internal yang mempengaruhi hilangnya sopan santun kaum muda di Indonesia yaitu dari diri sendiri, keluarga, lingkungan, tempat bergaul “nongkrong”, lingkungan sekolah, ataupun media massa. Pengetahuan mengenai sopan santun memang kurang dari lingkungan keluarga dan dengan tidak adanya kesadaran dari seseorang tersebut sehingga hilangnya budaya sopan santun kaum muda di Indonesia.

Melihat kondisi saat ini, lebih baik apabila keluarga khususnya orang tua ikut berperan dalam pembentukan etika pada anak. Memberi pelajaran mengenai sopan santun kepada anak remaja bukanlah hal yang mudah. Pembelajaran ini tidak dapat dilakukan secara cepat, namun harus melewati proses yang panjang sehingga dapat menjadikan kaum muda penerus bangsa yang paham akan budaya, tata karma, dan sopan santun. Pengetahuan mengenai etika di sekolah dapat dilakukan dengan pendidikan karakter. Melalui pendidikan karakter diharapkan kaum muda ataupun remaja jaman sekarang dapat bersikap sopan dan santun terhadap orang tua maupun teman sebayanya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya