#DiIndonesiaAja-Deretan Gazebo dan Ombak yang Tenang di Pantai Nirwana

Sejak New Normal, Pantai Nirwana mulai kembali dipadati wisatawan

Terik matahari terasa menyayat kulit, Minggu siang itu. Namun para pengunjung Pantai Nirwana, dewasa hingga anak-anak asyik saja menikmati keindahan yang tersaji di pantai itu. Semua tampak biasa, seolah tak ada pandemi Covid-19.

Advertisement

Kala tren penularan Covid-19 di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra) kian meningkat, Pantai Nirwana tetap ramai dikunjungi wisatawan. Wisatawan terlihat tak mengenakan masker saat beraktivitas. Terlihat juga ada yang bercengkerama sambil berjoget mengikuti irama musik disko dari pengeras suara.

Yanti, salah satu wisatawan mengatakan tidak takut tertular Covid-19. Dia mengaku patuh protokol kesehatan saat berwisata. Meski pernyataanya berbalik dengan realitas saat kami temui, di mana ia tidak mengenakan masker.

“Tidak takut dengan corona. Tidak khawatir akan tertular karena tidak berbaur dengan yang lain, saya menggunakan masker, jaga jarak juga,” ujarnya sambil memperlihatkan masker yang baru diambilnya diri tas di sebuah gazebo

Advertisement

Wisatawan lainya, Darmin (38) bahkan mengatakan tidak ada Covid-19 di Pantai Nirwana. Sehingga tidak takut untuk liburan di tempat itu.

Terlihat beberapa wisatawan beristrahat di gazebo yang ada di Pantai Nirwana.

Advertisement

 “Pilih Pantai Nirwana karena tempat wisatanya bagus. Masih berani karena tidak ada Covid-9 di sini,” ujarnya.

Sementara, Ilham datang bersama rombongannya yang berjumlah 30 orang berasal dari Kabupaten Buton Tengah. Alasan mereka liburan karena suntuk terus berada di rumah selama pandemi Covid-19 ini.

Para pengunjung dari berbagai kalangan, ada yang datang perorangan maupun berkelompok. Mereka tidak hanya sekadar menikmati keindahan pantai, tetapi sebagian besar juga memanfaatkan momen dengan mengabadikan gambar menggunakan kamera telepon seluler.. 



Bahkan dari mereka, ada yang memanfaatkannya sebagai kegiatan terapi untuk mengobati beberapa jenis penyakit seperti stroke, dan asma atau gangguan saluran pernapasan dengan berendam dalam air laut itu.



Dari kawasan pantai, pengunjung juga dapat menyaksikan pemandangan alam pulau terdekat seperti Pulau Kadatua, Pulau Ular, dan Pulau Siompu, serta aktivitas perahu nelayan rakyat yang mondar-mandir di seputaran pantai tersebut. 

"Kalau pagi begini air lautnya lebih segar dan cuacanya belum terlalu panas, sehingga kulit badan juga akan tetap tidak pudar," ujar, Rahmat, warga Kecamatan Batupoaro ini.

 

Menurutnya, sengaja datang  bersama keluarga ke pantai tersebut ingin menikmati suasana pantai meskipun tetap mematuhi protokol kesehatan seperti pakai masker, dan jaga jarak.



Di kawasan pantai tersebut, para pengunjung juga dapat menikmati sejumlah hidangan kuliner lokal seperti makanan jagung rebus dan minuman buah kelapa muda. Tidak hanya itu, di kawasan pantai juga warga setempat menyewakan gazebo-gazebo atau tempat istirahat bagi pengunjung sebesar Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per unit.  Ada pula alat pelampung berenang dari ban mobil yang direntalkan sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000 per buah, serta sampan kecil sebesar Rp30 ribu.



"Semenjak corona pengunjung sepi. Kalau ramai seperti ini pendapatan kami cukup bagus,"  ujar salah seorang pedagang.

 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa Unhas Pemerhati Sepakbola Human Rights

CLOSE