“Guys, do you know why English has become the universal language of the world ?” pertanyaan tersebut adalah pertanyaan pertama dari kuliah perdana Dr Roger Darby, seorang dosen senior dari Cranfield University UK, tempat saya berkuliah berafiliasi dengan Cranfield University. Kami sekelas berusaha menjawab pertanyaan sang dosen dari berbagai perspektif. Sejak kuliah, aku semakin mengenal Inggris dan keinginan untuk berkunjung kesana semakin membuncah.

Sejatinya Inggris adalah negara di dalam United Kingdom. Sementara itu, Britania Raya merupakan kumpulan negara Inggris, Skotlandia dan Wales. Sedangkan United Kingdom (UK) adalah kumpulan tiga negara tersebut ditambah dengan Irlandia Utara. Bahasa Inggris dapat menjadi bahasa universal dikarenakan beberapa hal terutama adegium Britain Rules The Wave yang tertanam dalam jiwa masyarakat Inggris terutama prajurit The Royal Navi atau Angkatan Laut Inggris.

Advertisement

http://www.britainforward.org/brexitnafta.html

“Britain RulesThe wave” bukan hanya sekedar slogan belaka akan tapi menjadi sebuah misi bagi Inggris untuk menaklukan dunia, dengan semboyan tersebut Inggris pernah menyandang predikat sebagai negara super power dan bahasa Inggris tersebar ke berbagai penjuru dunia, padahal sebelumnya bahasa Prancis pernah menjadi bahasa resmi di Inggris selama kurang lebih 300 tahun. Saat ini bahasa Inggris adalah bahasa terbanyak kedua (setelah Mandarin) yang digunakan orang di seluruh dunia.

Terdapat lebih dari 50 negara dan sekitar 500 juta jiwa di dunia yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa nasional. Sampai dengan Perang Dunia I, Imperium Britania memiliki wilayah terluas di dunia, kekuasaanya terhampar luas dari Benua Afrika, Asia, Amerika, Australia, sehingga ada adegium yang mengatakan di Inggris matahari tidak pernah terbenam (The Sun Never Sets In British Empire).

Advertisement

Pernah menyandang status sebagai negara super power tentu saja Inggris banyak meninggalkan peninggalan, bahkan beberapa peninggalannya masih terasa hingga saat ini, seperti :

1. Politik

Sebaga negara pemenang perang dunia, Inggris di daulat menjadi anggota tetap dewan keamanan PBB, dengan status ini Inggris mampu memainkan peranan penting dalam kestabilan atupun kekacauan stabilitas politik dunia. Selain itu Parlemen Inggris memiliki julukan “The Mother of Parliaments” hal ini disebabkan karena Parlemen Inggris menjadi rujukan bagi negara lain untuk mempelajari sistem parlementer. Sebagai mahasiswa yang pernah belajar politik dan bercita-cita suatu saat akan menjadi Politisi Indonesia, aku bermimpi dapat kesana suatu saat nanti.

http://www.piccadillypremierlondon.co.uk/blog/top-7-fun-facts-londons-houses-parliament/

2. Ekonomi

Pengembangan mesin uap oleh Ilmuwan Asal Britania, James Watt, berdampak pada perubahan industri atau yang biasa kita kenal dengan nama Revolusi Industri. Revolusi Industri pada mulanya terjadi di Inggris pada abad ke 18 kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Pada mulanya dunia Industri sangat mengandalkan tenaga manusia ataupun tenaga hewan sehingga hasil yang didapatkan terbatas, kemudian berubah menjadi menggunakan mesin yang dapat membuat barang secara masal dengan waktu yang jauh lebih cepat dan kualitas lebih terjaga.

Dua abad paska Revolusi Industri yang terjadi di Inggris, hampir semua pendapatan perkapita negara-negara di dunia meningkat pesat. Seperti yang diungkapkan oleh Robert Emerson Lucas, bahwa: "Untuk pertama kalinya dalam sejarah, standar hidup rakyat jelata mengalami pertumbuhan yang signifikan. Kondisi ekonomi seperti ini tidak pernah terjadi sebelumnya"[1].

3. Pendidikan dan Teknologi

Inggris merupakan salah satu negara tujuan para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikan, sekolah terbaik dunia beberapa diantaranya terletak di Inggris Raya. Saat ini terdapat sekitar 400 ribu pelajar internasional yang mengenyam pendidikan di Inggris dan mereka datang dari 150 negara di dunia. Pendidikan yang baik sangat berkolerasi dengan penemuan yang dilakukan oleh para ilmuwan dari UK, banyak ilmuwan asal UK yang karyanya dan pemikirannya menjadi cikal bakal teknologi modern, seperti Alan Turing yang kisahnya bisa kamu saksikan di film enigma. Berkat pendidikan unggulnya tak heran jika banyak Inggris menjadi pelopor dalam berbagai bidang seperti dalam bidang transportasi, London adalah kota pertama di dunia yang mempunyai sistem kereta bawah tanah.

Aku terus berdoa dan berusaha untuk bisa berangkat ke UK, terutama London Hingga akhirnya Tuhan jawab doaku…My dreams come true ! Aku menginjakan kaki di sebuah kota yang memiliki sejarah panjang, di jantung UK, kota London, ya London..sekarang aku disini, di pusat peradaban dunia pada zamannya. Saat itu senja di pertengahan musim semi aku langkahkan kaki-kaki kecilku tanpa rasa lelah menelusuri jalan The queen walk sembari menyeret koper besar nan berat yang berisi pakaian, mie instan, ikan asin, abon sapi dan saos untuk bekal ku satu bulan menjelajahi Inggris.

Hiruk-pikuk orang menelusuri jalanan, dedaunan berguguran sedangkan nun jauh di horizon sana sang surya perlahan mulai tenggelam, tapi aku yakin sang surya tidak tenggelam, sang surya akan memulai tugas lainnya yaitu menerangi bagian lain dari wilayah Britain, karena The Sun Never Sets In British Empire, sahdu dan romantis sekali suasana senja ini, wajar saja karya-karya besar dari Charles Dickens dan Sir Conan Arthur Dyle lahir karena keromantisan sungai Thames..

Semakin jauh aku susuri The Queens Walk semakin kagum aku dibuatnya, disinilah sejarah panjang itu dimulai, disinilah di sungai Thames yang memiliki panjang sekitar 346 km, langkah Panglima Legendaris asal Romawi, Julius Ceaser, terhenti ketika ingin menaklukan Inggris. Dari dekat aku saksikan gedung dan bangunan bekas peradaban Inggris berdiri angkuh, disana ku lihat Big Ben, Istana Westminster dan Gedung Parlemen Inggris..ahh rasanya seperti mimpi di siang bolong, begitulah tangan Tuhan bekerja, begitulah kalau Tuhan berkehendak, batinku dalam hati..

Dengan semangat 45, aku percepat langkahku menuju Big Ben, aku berjalan cepat agar ketika sampai sana hari belum terlalu gelap, namun nampaknya semesta tidak mendukung, sayup-sayup ku dengar suara petir terdengar, lama kelamaan suara petir semakin keras, sahut-menyahut disertai hujan yang semakin deras, aku lindungi badanku dengan coat tebal yang aku beli di tanah air…tidak lama kemudian aku rasakan badanku teguncang hebat…ahh mungkin ini gempa bumi, aku lari kesana kemari menyelamatkan diri mencari perlindungan.

Namun guncangan hebat semakin aku rasakan dan kaki ku serasa seperti terantuk benda keras..sayup-sayup aku dengar suara khas ibu ku memanggil aku.. “YAADIIII, BANGUN!!! SUDAH JAM BERAPA INI ???” ahhhh ternyata aku mimpi berada di Inggris, di hadapanku saat ini berdiri wanita setengah tua memegang semprotan air dari dahinya keluar keringat tanda beliau sudah bersusah payah membangunkan aku..ternyata itu bukan hujan tetapi semprotan air, ternyata kaki ku bukan terantuk tetapi itu akibat sabetan sapu ijuk ibu ku dan ternyata itu bukan petir melainkan suara merdu Ibu yang membangunkan aku karena jam sudah menunjukan pukul 07:40 pagi,..20 menit lagi aku masuk kantor, alamat potong uang makan lagi nih karena datang terlambat, batinku dalam hati.. #AyoKeUK #WTGB #OMGB

https://services.sportourism.id/fileload/3b51bda5-8e21-33ff-bbd1-0483d4d75b45.jpg?q=75

[1] Lucas, Robert E., Jr. 2002. Lectures on Economic Growth. Cambridge: Harvard University Press.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya