#DiIndonesiaAja-Sepenggal Kisah di Selatan Kota Bandung

Situ Patenggang, Ciwidey, Bandung Selatan

Dua jam dari pusat Kota Bandung, ada tempat pelarian dari penatnya rutinitias orang lokal maupun orang kota. Senin sampai sabtu mereka bekerja, minggu bertamasya. Tempat ini menjadi tujuan mereka. Jangan heran, Jalan Raya Ciwidey di akhir pekan akan penuh oleh wisatawan. Bukti nyata bahwa Ciwidey punya daya tarik yang kuat, salah satu anugerah terindah untuk Bandung.

Advertisement

 

Sekitar pukul setengah delapan saya sampai di loket Situ Patenggang. Udara di sini sangat dingin, memakai motor dengan kecepatan 60km/jam membuat angin dan suhu udara bekerja sama untuk mengajak saya memakai dua jaket. Setelah melewati perjalanan yang sangat dingin, akhirnya saya sampai di pintu loket. Namun, ternyata tempat ini baru buka pukul delapan, akibatnya saya belum bisa masuk. Sembari menunggu, saya memesan kopi hitam dan semangkok mie kuah panas di warung sekitar loket. Untung, tempat ini ditemani Kebun Teh Rancabali yang cantik, membuat kegiatan menunggu tidak terasa membosankan.


Situ Patenggang tidak sendirian, ia ditemani kebun teh yang megah dan cantik.


Advertisement

 

Akhirnya sudah pukul delapan, saya membayar Rp.28.000 untuk tiket masuk dan kendaraan. Sebelum sampai di tempat parkir, tempat ini sudah membuat saya kagum. Langsung terlihat pemandangan Situ Patenggang dari atas, sangat indah! Saya melanjutkan perjalanan motor ke bawah dan tiba di tempat parkir. Selanjutnya, saya disambut oleh warga lokal yang berjualan di kios mereka. Ada banyak kios di sini, ada yang berjualan pakaian, aksesoris seperti kalung, buah strawberry atau gorengan, dan masih banyak lagi. Saya tertarik gorengannya, mungkin karena sedang kedinginan, jadi sangat pas jika ditemani yang panas-panas. 

Advertisement

 

Tadi itu belum masuk, masih di luar dari objek wisata utamanya. Setelah melewati warga lokal yang berjualan, mata akan dimanjakan dengan pemandangan situ patenggang yang indah. Sebuah danau yang luas ditemani perahu-perahu di sisi danaunya. Perahu yang seakan bercerita bahwa ia tak sabar ingin segera dinaiki. Tak sabar untuk mengajak pendatang baru untuk melihat kalau #DiIndonesiaAja sudah bisa membuat mata terbuka lebar dan kagum. Sepertinya, jika saya bisa bahasa perahu, saya sudah malu-malu. Tanpa bicara saja, perahu itu hampir berhasil merayu saya. Namun sayang, saya tak bawa banyak uang untuk saat itu, jadi saya tidak naik.

 

Dengan Rp.40.000 kamu bisa mengelilingi danau atau menyebrangi danau untuk datang ke Glamping Lakeside Rancabali. Di sana ada restoran berkonsep perahu pinisi, wahana bermain, bahkan tempat untuk staycation. Tapi, biaya nya beda lagi. Namun tidak apa-apa jika hanya ingin berkeliling danau, hal ini sudah cukup membuat bahagia orang-orang lokal di sana. Mereka yang hidupnya dari pariwisata, yang sempat bingung saat tempat ini ditutup karena pandemi, bisa kalian ajak berbahagia dengan memakai jasa perahu mereka. Sembari berlibur sambil kita membantu orang, asik kan!


#DiIndonesiaAja kita bisa berwisata sembari membantu orang-orang di daerah kita.


 

Oh iya, menurut saya ada dua waktu yang paling indah di Situ Patenggang. Saat matahari terbit dan saat hujan turun. Tapi sayang, tempat ini baru buka pukul delapan. Padahal matahari sudah terbit pukul 05.20, ah tapi mau bagaimana lagi, mereka sudah punya aturan dan kita harus hargai aturan mereka. Bayangkan, saat matahari baru terbit, Situ Patenggang ini masih dibalut kabut, sembari ditemani cahaya oranye yg belum berada di atas kepala, menghasilkan bayangan-bayangan pohon dan cahaya yang terhalang oleh pohon, indah sekali!


Saat hujan turun dan saat matahari terbit, Situ Patenggang akan membuatmu semakin takjub dengan keindahannya.


 

Sedang saat hujan, akan ada kabut yang tebal, memandang danau dengan kabut dan beberapa perahu yang masih berlayar menjadi obat tersendiri untuk saya. Entah kenapa, rasanya sangat damai.

 

Gimana? Sudah siap untuk mengunjungi Situ Patenggang? Hanya baca dan melihat foto-fotonya di gawaimu tidak akan seindah saat datang langsung. Nanti jika tugas-tugasmu selesai, atau kerjaanmu melonggar, sempatkan mengunjungi potongan surga yang ada di Bandung ini. Siapkan jaket tebal jika pergi di pagi hari memakai motor, sempatkan juga membantu orang-orang lokal dengan membeli dagangan atau memakai jasa mereka. Ajak orang terkasih, atau teman lama yang sudah tak pernah bertemu lagi, tempat ini siap membuat kenangan manis untukmu.

 

Selamat mengunjungi, Situ Patenggang menunggumu!.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Mahasiswa yang senang menulis dan memotret.

CLOSE