Dilema Mahasiswa Bekerja Sambil Part Time

Membuat keputusan yang matang mengenai pilihan kuliah sambil bekerja

Menurut beberapa pandangan, secara umum mahasiswa dapat diartikan sebagai sebuah posisi yang diduduki oleh seorang individu karena adanya hubungan yang terkait dengan perguruan tinggi yang nantinya dari wadah ini diharapkan dapat melahirkan calon-calon intelektual baru. 

Kumpulan orang yang namanya sudah tercatat di data sebagai mahasiswa di perguruan tinggi ini dapat disebut sebagai mahasiswa. Apabila dibelah, kata "mahasiswa" terdiri dari dua suku kata yakni maha dan siswa. Maha artinya ter dan siswa artinya pelajar. Maksudnya bahwa tugas mahasiswa bukan hanya sebatas mempelajari suatu bidang tertentu tetapi juga dapat menerapkan dan mampu menginovasi, mampu untuk menciptakan suatu hal, serta meluncurkan ide-ide baru dalam menciptakan berbagai perubahan.

Setiap orang memiliki hal atau kewajiban masing-masing di dalam hidupnya, begitu pula dengan seseorang yang sudah lulus dari sekolah dan menyandang status sebagai mahasiswa. Tidak ada pengecualian, mahasiswa pun memiliki kewajiban yang harus dipatuhi dan dilaksanakan seperti halnya mengikuti perkuliahan dengan tepat waktu dan sesuai jadwal yang ditetapkan hingga masa studinya selesai dalam kurun waktu yang telah disepakati oleh perguruan tinggi sejak awal. 

Dewasa ini, banyak mahasiswa yang mengambil kerja part time di sela-sela kuliah. Terdapat beberapa mahasiswa yang fokusnya sudah (baru) maupun sejak awal tidak pada dunia perkuliahan saja tetapi banyak yang memutuskan untuk mencoba sebuah pekerjaan karena beberapa alasan. Kerja part time adalah salah satu jenis pekerjaan yang waktu kerjanya hanya membutuhkan setengah dari jam kerja normal atau full time. Pekerjaan model ini dapat menjadi alternatif yang menarik karena sangat cocok dan ideal untuk kalangan mahasiswa.

Beberapa alasan mengapa mereka mengambil part time adalah ada yang hanya ingin mengisi waktu luang di sela-sela jadwal perkuliahan yang tidak terlalu padat, ada yang ingin mencoba hidup mandiri agar tidak merepotkan dan ketergantungan orang lain atau orang tua, ada yang ingin mencari pengalaman di luar lingkup perkuliahan, ada yang sudah mulai memikirkan masa depan sehingga ia mulai mencoba mengambil pekerjaan sebagai latihan awal sebelum masuk ke dunia kerja yang sesungguhnya, ada yang memang dari awal perkuliahan sudah dibarengi part time karena memang butuh dana tambahan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sekaligus membantu meringankan beban yang dipikul keluarga, dan masih terdapat berbagai macam alasan lainnya.

Di beberapa kasus, ditemukan beberapa alasan lainnya yakni salah satunya adalah mahasiswa yang memilih kuliah sambil bekerja dilatarbelakangi karena sebelumnya sering dibicarakan (baik di belakang maupun secara langsung) sebagai mahasiswa yang tidak bisa memanfaatkan kesempatannya dengan baik. Pada awalnya ia adalah seorang mahasiswa biasa yang setiap selesai kelas selalu langsung pulang ke rumah, hari-harinya hanya berjalan seperti itu hingga ia mendapati orang-orang mulai membicarakannya sehingga ia memutuskan untuk merubah kebiasaannya itu dengan bekerja part time agar orang tidak memandang kehidupan perkuliahannya sedatar itu. Ada juga kasus lainnya yakni mahasiswa ini awalnya hanya mencoba-coba karena iseng, tetapi setelah menjalani ternyata ia merasa cocok dan nyaman dengan pekerjaan yang berpenghasilan sehingga lambat laun ia malah mengabaikan perkuliahan yang seharusnya tetap dijalankan, melainkan malah lebih berfokus pada pekerjaannya.

Banyak dari mahasiswa yang memiliki anggapan bahwa dengan bekerja part time ini dapat menjadi jalan keluar dari kebingungan mahasiswa yang ingin kuliah sambil bekerja.  

Tidak ada aturan yang melarang mahasiswa untuk melaksanakan kuliah sambil bekerja, mahasiswa diberi kebebasan untuk hal itu, ini tidak akan menimbulkan suatu masalah. Namun, dapat menjadi suatu masalah ketika jadwal perkuliahan sudah berantakan dan banyak yang terabaikan karena efek sibuk dan lelah dari bekerja, maka, dari hal itu baru dapat dikatakan menjadi suatu masalah. Titik permasalahannya terletak pada mahasiswa yang tidak bisa mengatur waktunya dengan baik antara kuliah dan bekerja.

     

Berkaitan dengan pilihan mahasiswa yang memutuskan untuk kuliah sambil bekerja, tidak mungkin tidak ada yang tidak mengalami  kesulitan dalam mengatur waktu kuliah dan waktu kerja. Selain itu pasti dijumpai juga berbagai macam kendala lainnya atau risiko yang pasti akan muncul dibelakangnya yakni seperti jadwal kuliah yang berbenturan dengan jadwal kerja, atau terus kelelahan sebab energi yang tak kunjung terisi karena terus terkuras oleh padatnya jadwal antara kuliah dengan bekerja sehingga ini akan menjadikan perkuliahan terhambat. Risiko lain yang lebih buruk dampaknya adalah mahasiswa akan menjadi malas mengikuti perkuliahan sebab sudah kelelahan akibat bekerja sehingga tidak dapat memaksimalkan performa ketika di kelas, apalagi apabila mahasiswa sudah terbutakan oleh gaji yang didapatkan dari bekerja maka kemungkinan ia akan lalai dan mengesampingkan kewajibannya di perkuliahan, bahkan paling buruknya bisa sampai di drop out karena kemungkinan kurangnya motivasi untuk menyelesaikan pendidikan dan hasil belajar yang terus mengalami penurunan atau merasa sudah cukup dengan pekerjaan yang dijalaninya sebagai bekal hidupnya nanti. 

Dari kegiatan tambahan ini dapat menjadi kepuasan tersendiri bagi sebagian mahasiswa sehingga sekarang ini mahasiswa tidak lagi hanya memikirkan kuliah dan menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dosen-dosen namun, juga bertambahnya tugas dan tanggung jawab tersendiri dari pekerjaan yang dilakoninya saat ini. Dengan hal itu, mahasiswa akan menjalani perkuliahan tidak sesantai dan sebebas sebelumnya karena sekarang memiliki satu tugas dan tanggung jawab baru. Hal ini bisa berdampak pada mental dan fisik mahasiswa sebab menjalani perkuliahan sambil bekerja tidaklah semudah yang dibicarakan. Ini dapat menambah tekanan mahasiswa sebab mahasiswa dituntut untuk tetap produktif baik ketika menjalani kuliah maupun ketika bekerja.  

Dari beberapa kesulitan dan dampak negatif yang dialami oleh mahasiswa yang bekerja sambil part time, ada juga dampak positifnya yakni seperti mahasiswa akan memperoleh banyak pengalaman dan pelajaran yang nantinya dapat dijadikan sebagai landasan atau pedoman untuk kedepannya. Selain itu, hal positif lain yang didapat adalah mahasiswa akan mendapat pemahaman baru yang cakupannya luas mengenai dunia bisnis, dapat juga melatih diri dalam membagi waktu antara kegiatan akademis dan profesionalis, dan lagi, ini akan melatih jiwa kemandirian—kemandirian dalam menyikapi sesuatu dan tentang pengambilan keputusan.

Mahasiswa yang memutuskan untuk kuliah sambil bekerja dapat mengontrol dirinya agar tidak kebablasan dan lupa mengenai statusnya yang masih tergolong sebagai pelajar yang perlu mengikuti serangkaian pendidikan di perguruan tinggi sampai tuntas. Sebagai mahasiswa yang memilih hal ini, sebelum memutuskan seharusnya sudah bisa memikirkan dan mempertimbangkan secara matang untuk berbagai kemungkinan dan risiko yang akan terjadi. Dapat membuat komitmen mengenai kesanggupan menjalankan keduanya dengan porsi yang seimbang, jangan sampai berat sebelah agar terciptanya kelancaran ketika menjalani keduanya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Perkenalkan, saya Shavira Anggraini, lahir pada 23 September 2004. Saat ini saya sedang menempuh pendidikan S1 Tadris Bahasa Indonesia di Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.