Aku masih ingat betul

Bagaimana dirimu, pertama kali kita bertemu. Ketika kamu berdiri menyapa, memperkenalkan dirimu dari tempat dudukmu di pojok belakang ruangan kerjamu.

Advertisement

Bagaimana dirimu yang berambut pendek sebahu, dan dengan senyum manismu menyapaku di ruangan kerjamu.

Bagaimana dirimu, ketika kamu menyapaku melalui yahoo messanger. Berkeluh kesah tentang pekerjaan, tentang sikap atasan, dan juga yang lainnya.

Bagaimana dirimu ketika datang ke ruang kerjaku, sedikit berlama-lama, ngobrol kesana-kemari meski selalu diawali dengan problem pekerjaan yang kamu hadapi.

Advertisement

Aku masing ingat betul bagaimana senangnya hatiku…

Ketika, ruangan kerjaku dijadikan satu dengan ruangan kerjamu.

Ketika, tempat duduk kita hanya dipisahkan oleh sekat partisi kantor setinggi 120 cm

Ketika, Whatsapp mulai menjadi satu-satunya media yang bisa membuat kita berbicara panjang lebar.

Saat itu, ingatan ku benar-benar pada titik terbaiknya…

Bagaimana kita sepayung berdua dari gedung kita bekerja keparkiran motor

Bagaimana ketika hujan lebat kamu meminta ditemani karena khawatir banjir dan aku merasa harus dibelakang motor mu karena khawatir terjadi apa-apa.

Bagaimana aku harus mencari alasan keluar kantor karena aku tahu kamu membutuhkan sesuatu, entah minta dibeliin kiranti saat datang bulan atau bahkan HP yang ketinggalan di rumah

Bagaimana aku selalu merasa cemburu setiap kali melihatmu bercanda dengan teman-teman sekantor.

Dan terutama bagaimana kamu menceritakan tentang masa lalumu, tentang keluargamu, privasimu dan hal-hal yang tidak semua orang tahu tentang dirimu

Akan tetapi aku juga masih ingat…

Bagaimana kamu mencoba menghindariku karena kekhilafan yang aku buat.

Bagaimana aku harus meminta kepada manajemen untuk dipindah ke ruanganku yang dulu yang berbeda lantai denganmu, karena aku merasa kalau kamu benar-benar sangat tidak nyaman denganku saat itu.

Bagaimana kamu setiap pulang harus bersembunyi di ruangan lain terlebih dahulu untuk memastikan aku tidak menunggumu.

Bagaimana aku harus melihat terus kamera CCTV supaya aku bisa tahu kamu pulang atau tidak untuk sekedar menjelaskan dan minta maaf.

Dan terutama bagaimana aku benar-benar sangat menyesali keputusanku meminta pindah ruangan.

Sampai saat ini,

Bahkan setelah sekian lama sejak kita berbeda ruangan, tidak ada satupun moment yang tidak aku ingat tentang dirimu. Kamu tahu kenapa? Karena kamu istimewa. Sungguh sangat istimewa. Kamu adalah satu dari sedikit hal yang membuatku nyaman di tempat ini.

Tapi aku sadar, bahwa kamu adalah ilusi. Aku hanya bisa membayangkanmu tanpa sedikitpun harapan untuk bisa memilikimu.

Aku hanya bisa berharap terus melihatmu di tempat ini. Meski hati ini rasanya sakit.

Doaku untuk kebahagiaanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya