Semua ini berawal dari rasa bosan ketika libur kelulusan. Ketika akhir SMA, saya merasa belum menghabiskan waktu yang banyak dengan bertemu dengan teman-teman saya. Hal itu karena saat SMA, sebagian besar masa SMA kami dilakukan secara online atau daring. Jika dihitung-hitung, masa SMA saya tidak sampai 2 semester yang dilakukan secara offline atau luring. Sisanya masa SMA saya dilakukan secara online atau daring. Semuanya membuat saya merasa belum bertemu dan menghabiskan waktu secara langsung dengan teman-teman terdekat saya secara maksimal.
Di masa liburan tersebut, saya dan teman-teman saya yang lain memang beripikrian untuk bisa liburan dan jalan-jalan bareng. Sebenarnya, awalnya kami semua menganggap itu hanya angan-angan saja. Jika beneran terlaksana tentunya kami akan sangat senang. tetapi jika memang tidak, kami tidak apa-apa. Hal itu karena saya dan teman-teman juga lumayan sulit untuk menentukan jadwal yang pas untuk liburan. Karena salah satu teman saya ada yang sudah mau persiapan untuk berangkat ke luar kota untuk kuliah. Ditambah lagi teman saya juga ada yang lagi mempersiapkan ujian dan juga menunggu pengumuman.
Susahnya mencari jadwal yang pas mebuat saya dan teman-teman yang lain juga menjadi malas untuk liburan bersama. Namun, ibu saya justru menyuruh saya untuk liburan dengan teman-teman saya. Sepertinya beliau kasihan melihat anaknya yang belum pernah liburan bareng dengan teman-teman SMAnya karena adanya pademi Covid-19 ini. Saya sebenarnyasangat mau untuk menerima tawaran dari ibu saya. Tetapi, mengingat bahwa ada teman saya yang sudah mau pergi ke luar kota. Akhirnya saya mencoba mengomunikasikan dengan ibu saya bahwa susah untuk menentukan jadwal yang pas dengan teman-teman saya yang lain. Tetapi ibu saya berkata, coba diomongin dulu dengan teman-teman kamu yang lain, karena sayang kalua kamu tidak liburan dan jalan-jalan dengan teman-teman kamu. Nanti kalau sudah pada kuliah, apa lagi beberapa ada yang di luar kota, pasti akan lebih susah lagi untuk liburan. Bahkan untuk ketemu saja pasti susah. Hal itu akhirnya membuat saya berpikir bahwa benar, ketika semuanya sudah kuliah pasti akan lebih susah untuk berkumpul. Apa lagi saya juga akan kuliah di luar kota.
Akhirnya saya coba komunikasikan dengan teman-teman saya untuk liburan dan jalan-jalan bersama. Teman-teman saya semuanya merespon positif. Semuanya setuju untuk liburan dan jalan-jalan bersama. Permasalahan selanjutnya adalah menentukan tanggal. Kami sedikit kesulitan ketika menentukan tanggal liburan. Ketika banyak yang sudah setuju di tanggal tersebut, tetapi ternyata salah satu dari kami ada yang tidak bisa di tanggal tersebut. Dari awalnya kami berniat untuk menginap di bandung dua hari satu malam. Kami jadi berpikir untuk tidak menginap, jadi hanya pulang pergi saja satu hari. Tetapi, setelah segala bentuk diskusi dan perizinan dengan orang tua masing-masing, akhirnya kami semua diperbolehkan untuk liburan ke dan jalan jalan ke Bandung selama dua hari satu malam. Dan kami juga akhirnya berhasil menentukan tanggalan yang pas, yang kami semua bisa.
Setelah menentukan tanggal liburan, kami semua langsung mencari hotel yang cocok. Kami juga langsung memesan tiket kereta untuk keberangkatan dan kepulangan. Oh iya, kami memutuskan untuk menggunakan kereta karena ami semua belum ada yang lancar mengendarai mobil dan kami di sana tidak terlalu banyak mobilisasi karena hotel yang kami pilih berada di tengah kota Bandung.
Tiba di hari keberangkatan, kami menggunakan kereta pagi agar sampai di Bandungnya belum terlalu siang. Tetapi di hari kami berangkat, salah satu dari kami ada yang bangunnya kesiangan. 30 sebelum kereta berangkat, ia baru bangun. Tetapi akhirnya ia bisa sampai di stasiun tepat waktu. Sampai di Bandung, kami langsung menuju ke hotel. Tetapi karena kami datangnya masih terbilang pagi, dan belum bisa langsung check-in hotel. Akhirnya kami menitip koper dan barang bawaan kami di resepsionis terlebih dahulu, lalu kemudian kami menuju ke salah satu mall yang ada di Bandung untuk makan siang. Selesai makan siang, kami keliling mall tersebut.
Setelah merasa bosan, saya dan teman-teman akhirnya memutuskan untuk ke jalan Braga. Kami jalan-jalan dan berfoto-foto di sana. Persis seperti turis. Kami juga menikmati salah satu es krim yang menjadi ikon di jalan Braga tersebut. Setelah capai jalan, akhirnya kami balik ke hotel, check-in, dan bersih-bersih. Malamnya kami makan di salah satu tempat makan yang kebetulan tidak terlalu jauh dari hotel kami. Saya dan teman-teman memutuskan untuk jalan kaki saja. Setelah makan malam, kami balik ke hotel dan menghabiskan waktu malam kami dengan menonton film horror di kamar bersama.
Keesokan harinya kami bangun pagi dan sarapan di tempat makan yang tidak jauh juga dari hotel. Saya dan teman-teman kembali memutuskan untuk jalan saja. Dan ternyata tempat makan tersebut merupakan tempat sarapan yang cukup terkenal di Bandung. Setelah sarapan, kami bersih-bersih dan packing barang bawaan kami masing-masing. Setelah itu kami jalan-jalan ke ITB. Ketika sampai di ITB ternyata sedang ada perayaan wisuda. Kami tidak masuk, saya dan teman-teman hanya jajan di jalanan depan ITB. Dari ITB, kami makan di salah satu pasar di Bandung. Tempatnya bersih. Bahkan saya dan teman-teman saya juga bisa melakukan photobox. Setelah makan dan foto, kami bergegas ke stasiun untuk segera pulang kembali ke Jakarta.
Liburan ini menjadi liburan yang sangat berkesan bagi saya dan teman-teman saya. Di akhir masa SMA kami, kami tutup dengan liburan bersama.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”