#RemajaBicaraKespro-Ngomongin Energi Jatuh Cinta: Emangnya Ada?

Jatuh cinta bikin berbunga-bunga

Halo, Sobat Hipwee! 

Advertisement

Jatuh cinta bukanlah hal yang asing untuk kita di masa remaja seperti ini. Bahkan itu sudah menjadi topik utama dalam tongkrongan kita. Kalau kumpul pasti ada saja pertanyaan ini:


"Eh dia masih deketin kamu nggak?"

"Gimana kabarnya sama dia? Kemarin aku lihat dia jalan sama si A loh."


Advertisement

Alhasil kita bisa memikirkan doi terus seharian. Saat makan, ingat doi. Saat mau tidur, kita memikirkan doi sampai kebawa dalam mimpi. Saat bepergian, kita terus berdoa di dalam hati supaya bisa berjumpa dengan si dia. Lain halnya jika doi kita adalah idol K-Pop ya..

Itu wajar-wajar saja kok, tidak ada yang aneh. Tetapi juga harus dalam porsinya ya. Jatuh cinta sesuai porsinya.

Aku punya pengalaman jatuh cinta sesuai porsi. Waktu itu aku masih kelas 1 SMP alias cinta monyet. Aku menyukai salah satu temanku tanpa alasan memang. "Kan cinta itu tidak butuh alasan". Katanya sih begitu.

Saat aku sadar akan adanya perasaan itu, aku merasakan energi yang sangat besar. Energi ini kusebut energi jatuh cinta. Sayang sekali jika energi ini tidak dimanfaatkan dengan baik.

Seiring berjalannya waktu, aku menjadikan itu sebagai penyemangatku dalam bersekolah setiap hari. Selalu ada alasan untuk bangun pagi dan cepat-cepat berangkat ke sekolah: bertemu dengan dia. 

Aku juga menjadi lebih rajin dalam urusan akademik kala itu. Di samping aku yang memang suka belajar, aku juga ingin suatu saat bisa belajar kelompok bersama doi (modusnya mulai ya).

Tak hanya itu, aku juga mendaftarkan diri di organisasi yang sama. Dua organisasi bahkan. Dalam organisasi tersebut aku mencoba untuk berada di jabatan yang tidak kalah jauh dengan dia supaya bisa berkomunikasi dan punya topik obrolan.

Saat aku menyalurkan energi itu ke hal-hal yang positif, aku melihat ke sekelilingku. Ternyata masih banyak teman-temanku yang menyalurkan energinya ke hal yang kurang tepat seperti berduaan tiap hari tanpa memedulikan waktu sampai-sampai nilai akademiknya turun.

Aku yakin fenomena ini tidak hanya ada di sekelilingku, tetapi juga di lingkungan kalian, Sobat Hipwee. 

Melalui tulisan ini aku mengajak kalian untuk selalu menyalurkan energi jatuh cintanya ke hal-hal yang tepat dan pastinya membangun diri kalian. Jangan sampai terjerumus dalam kegiatan-kegiatan unfaedah yang akan membawa kalian entah ke mana.

Oiya, satu lagi. Jatuh cinta adalah perasaan yang lahir secara natural. Aku harap kamu tidak membuat jatuh cinta ini seperti perlombaan.

"Teman-temanku sudah merasakan jatuh cinta. Sudah bisa ngobrol sama doinya. Aku kapan ya?"


Tenang, semua akan indah pada waktunya. Tetap fokus untuk mencintai diri kamu terlebih dahulu ya!


Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

A young girl who passionate in Child's Growth and Development. I also enjoy the writing poetry and some articles for competition

CLOSE