Hampir semua pasangan berharap kehamilan akan lancar hingga hari persalinan tiba nanti. Hanya saja, beberapa pasangan hanya kurang beruntung. Kadang, namanya takdir sulit ditebak, tapi tidak selamanya suatu nasib tidak dimulai dengan tanda-tanda tertentu. Tubuh sejatinya sudah berbaik hati memberi sinyal, seperti flek saat awal kehamilan.

Salah satu keluhan yang sering muncul dari mulut bunda adalah keberadaan flek trimester pertama. Kendati demikian, ada pula perempuan yang acuh tak acuh terhadap adanya flek. Padahal salah satu langkah tubuh memberi tahu kalau ada yang salah dapat dilakukan dengan flek. Mengetahui kemungkinan penyebab flek saat hamil walau hanya hal mendasar saja sudah mampu menyelamatkan janin atau minimal kondisi psikologis bunda dari rasa syok.

Flek sebetulnya dapat terjadi dalam kondisi yang normal pula. Pada kehamila awal, tubuh sedang sibuk-sibuknya menyiapkan struktur organ guna memastikan kalau janin sudah tambah besar, ruang tumbuh kembang sudah tersedia. Hormon berubah signifikan, pelebaran tulang, dan beragam perubahan lain membuat bunda secara kasat mata saja sudah tidak nyaman.

Namanya perubahan tidak selalu indah. Banyak orang perlu berontak terlebih dahulu karena tidak menyenangi adanya perubahan. Walaupun dari luar mungkin bunda tidak bisa komplain pada tubuh, tapi ada pula konsekuensi tubuh yang juga bentuk protes secara tidak langsung. Pendarahan dalam rahim bisa saja terjadi, dan keluar dalam bentuk flek.

Bunda yang mengalami flek untuk kondisi normal, yakni karena dinding rahim terluka, maka tak perlu merasa super panik. Justru, pendarahan ini merupakan fenomena normal, yang juga pertanda janin sedang tumbuh di jalan yang benar. Umumnya, flek normal tidak terasa sakit, dan hanya berlangsung beberapa hari saja. Memakai panty liner selama beberapa hari tentu tidak masalah dibanding harus menghadapi dilema flek tidak normal.

Advertisement

Terdapat pula beberapa bunda yang mengeluh flek yang diterima terasa begitu sakit, padahal teman-teman seperjuangan hamil tidak ada yang merasa demikian. Ya, tak dapat dipungkiri, ada pula flek yang berbuntut rasa sakit. Mengingat rasa sakit ibarat teriakan diam tubuh, maka inilah salah satu tipe flek yang sebenarnya patut diwaspadai bunda.

Rasa sakit yang digambarkan bisa jadi dalam bentuk kram yang amat parah. Bunda mungkin terbiasa kram kala datang bulan, tapi kalau kram flek sampai bunda kesulitan beraktivitas, mungkin ini saat paling tepat untuk meninjau ulang. Apalagi, jika perasaan bunda disertai kepala pusing tujuh keliling, tentu kondisi satu ini tidak menyenangkan, terlebih kalau tahu penyebab flek tipe satu ini bisa menghilangkan senyum bunda.

Kehamilan ektopik, kelainan kehamilan yang cukup bikin sakit hati, bisa dibilang definisi ‘pemberi harapan palsu’ dalam komunitas ibu hamil. Kenapa? kehamilan ektopik merupakan kondisi dimana sel telur yang dibuahi tidak masuk dalam rahim, tapi malah nyasar. Akibatnya, janin tidak mampu berkembang karena tidak adanya fasilitas memadai untuk berkembang. Perlahan tapi pasti, sel tersebut hanya luntur dan keluar dalam bentuk flek. Janin tidak pantas berkembang di luar rahim bukan sekedar alasan fasilitas tidak memadai. Pada beberapa kasus, memang ada sel telur yang memaksa diri tumbuh. Dampak dari sel telur yang bisa jadi bermadsud baik melanjutkan pembangunan janin, salah satunya ‘ledakan’. Tidak hanya janin, nyawa bunda sangat mungkin terancam. Walau hanya kemungkinan nyawa terenggut 2%, tetap saja berbahaya dan sebaiknya diperiksakan pada ahlinya.

Tidak semua flek yang menyakitkan disebabkan kehamilan ektopik. Tergantung dari tipe rasa sakit yang diderita, akibat yang diterima bisa beragam pula. Mual muntah tentu sudah biasa di awal kehamilan, tapi perhatikan frekuensinya. Segala sesuatu yang berlebihan tidak pernah baik untuk tubuh, begitu pula dengan kehamilan. Kehamilan etopik bukan satu-satunya kelainan, ada pula kehamilan anggur yang sama mengkhawatirkan dan ditandai dengan flek. Berbeda dengan kehamilan ektopik, kehamilan anggur jauh lebih berbahaya tapi untung saja, langka. Janin memang berada dalam rahim, tapi sel-sel abnormal alias tidak wajar, justru tidak tumbuh dalam janin melainkan keluar dan tumbuh dalam rahim.

Mendengar penjelasan seputar kehamilan anggur mungkin tidak terdengar menyeramkan. Justru, yang bikin seram adalah, kalau sampai sel tidak normal tersebut dengan sangat tidak tahu diri merembet ke seluruh tubuh. Ibarat kanker, bunda harus berpikir dua kali kalau mau meremehkan kondisi satu ini. Jika bunda mendapat kesempatan mengukur janin, sebaiknya lakukan, umumnya kehamilan anggur menyebabkan rahim membesar tidak normal.

Alasan terakhir penyebab flek dan juga alasan yang paling bikin panik yakni keguguran. Tidak salah, namun juga tidak sepenuhnya tepat. Tidak semua kehamilan yang mengalami flek di awal sudah pasti keguguran. Beberapa bunda tetap dalam kondisi optimal meskipun terdapat flek sekalipun. Salah satu ciri-ciri keguguran trimester pertama adalah flek berlebih, tapi sangatlah minim. Bahkan pada beberapa kasus, bunda belum ada apa-apa sudah merasa khawatir duluan. Tenang, selama jantung janin masih berdetak, mau flek bagaimanapun seharusnya tidak ada masalah. Bunda harusnya lebih fokus pada pemberian nutrisi dan pengaturan jadwal pada aktivitas sehari-hari.

Pemeriksaan pada dokter kandungan bagi yang mampu seharusnya anugrah. Kebiasaan jelek masyarakat tanah air adalah berkunjung ke kantor dokter pada saat sakit saja. Padahal, konsultasi rutin dengan dokter kandungan akan sangat membantu melacak perkembangan janin dan optimalisasi masa kandungan. Bahkan flek saat awal kehamilan tidak normal sangat mungkin teratasi.