Gagal Dalam Mengejar #MimpiMasaMuda Bukan Berarti Kita Tidak Berarti Apa-Apa

Tapi tetaplah jadi orang yang bermanfaat untuk kehidupan sekitar. Hidup gak melulu mencapai impian. Semua #mimpimasamuda bisa terwujud dengan jalur yang berbeda.

“Ayah.. nanti ketika besar, kakak mau jadi dokter yah”. Kira-kira begitu, setiap Ayah pulang kerja, aku selalu menunggu dan langsung menumpangi tubuhnya. Bercerita dan mengandai tentang dokter yang sedang mengobati pasiennya. Banyak boneka berjajar dan sedang menunggu, untuk aku periksa.  Stetoskop mainan melingkar di leher ku, suntikan plastic selalu aku gunakan untuk boneka –  boneka yang tidak mau makan. Imajinasi anak kecil yang sulit digambarkan dengan pemahaman orang dewasa.

Advertisement

Dua puluh lima tahun silam, mimpi terbesar ku adalah seorang dokter, membantu proses seseorang untuk bisa sembuh dari sakitnya dan kedua orang tua ku sangat mendukung atas hal itu. Ketika sudah waktu nya aku menempuh pendidikan kedokteran. Tuhan punya rencana lain, harapan ku menjadi seorang dokter, pupus begitu saja. Aku harus kehilangan mimpi dan seseorang yang selalu aku banggakan. Tepat di usia tujuh belas tahunku, Ayah pergi menemui Sang Illahi.

Kala itu, Ibu ku hanya seorang ibu rumah tangga yang terbiasa dirumah tanpa penghasilan rutin. Begitu Ayah pergi, pupus sudah harapan ku menjadi seorang dokter. Aku selalu mencoba beasiswa yang ditawarkan. Tapi selalu saja gagal. Tak satupun berhasil aku di beri kesempatan.

Jangankan menjadi seorang dokter, semenjak Ayah pergi, hidup sehari – hari ku mulai menurun. Bahkan bisa makan hari ini saja sudah bersyukur. Yah segitu terpuruknya kala itu. Tapi ntah kenapa, aku masih bisa hidup sampai sedewasa ini. Uang kami memang tidak banyak, tapi Ibu selalu memikirkan pola hidup dan vitamin sebagai pembekalan gizi nantinya, kira – kira katanya begitu.

Advertisement

Ambisi ku kuat untuk menjadi seorang dokter, ego ku keras untuk menghantamnya. Tapi kini ku sadar, cita – cita dan harapan gak melulu tentang persoalan mimpi yang harus jadi kenyataan. Terkadang kita harus menghadapi kata sabar ketika menghadapi ujian dan kata ikhlas untuk merelakan impian.

Mimpi ku menjadi seorang dokter memang sudah musnah, tapi aku tetap harus menjadi orang yang bermanfaat. Seperti pesan Ayah ku kala itu.

Advertisement

“Kalau jadi dokter, bantu mereka dengan ikhlas tanpa mengedepankan imbalan, ya kak.”

dan kini pesan Ayahku harus bisa ku wujudkan. Bukan dokter jalan takdirku yah telah di tetapkan. Tapi tetaplah jadi orang yang bermanfaat untuk kehidupan sekitar. Hidup gak melulu mencapai impian. Semua #mimpimasamuda bisa terwujud dengan jalur yang berbeda.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

perindu senja dan es matcha

CLOSE