Gula, Murni, Putih, dan Mematikan

Ayo jaga konsumsi gula perhari!

Rokok, alkohol dan narkoba. Hampir dari kita semua sudah tahu betapa bahaya dari ketiga barang tersebut. Mulai dari menyebabkan kecanduan bahkan sampai dengan resiko kematian. Tetapi sebenarnya terdapat satu hal lagi benda yang sebenarnya memiliki tingkat bahaya yang bisa disebut mirip dengan ketiga barang tersebut. Benda ini membuat ketagihan dan kecanduan, dan sama-sama bisa menyebabkan kematian juga. Tapi uniknya barang ini tidak diatur peredarannya seperti ketiga barang yang sudah disebutkan tadi, bahkan mungkin bisa dibilang tidak diatur sama sekali. 

Berbeda dengan tiga hal yang disebutkan tadi, benda ini sudah dipastikan pernah atau bahkan mungkin setiap hari dikonsumsi oleh kita semua. Apakah hal itu? Hal itu adalah gula, yang biasa digunakan sebagai bahan makanan. Gula bertanggung jawab atas penyebab meningkatnya tingkat obesitas di Indonesia sebanyak 2 kali lipat selama 2 dekade terakhir. Konsumsi gula berlebih juga menjadi faktor utama munculnya penyakit diabetes dan penyebab utama kematian nomor 4 di Indonesia.

Berdasarkan fakta bahwa gula berbahaya, seorang penulis profesor di bidang nutrisi asal Brighton kemudian mendeskripsikan gula dengan 3 kata ini yaitu "Pure, White and Deadly". Dalam buku tersebut disebutkan bahwa jika efek gula yang sebenarnya terungkap sejak dahulu, bahan tersebut pasti akan segera dilarang. Sudah 50 tahun sejak buku tersebut diterbitkan dan sampai sekarang banyak dari kita yang memang sudah paham tentang bahaya konsumsi gula berlebihan. Tapi, kenyataannya memang gula, tetap jadi bagian yang tidak terpisahkan. Kita semua juga tahu jika kebanyakan konsumsi gula menyebabkan diabetes dan obesitas. Tapi mengapa susah sekali untuk tidak mengkonsumsi gula atau glukosa?

Tubuh manusia membutuhkan energi untuk beraktivitas. Cara manusia untuk mendapatkan energi ini yaitu dengan makan. Makanan yang kita makan mengandung beragam zat seperti karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Beberapa zat tersebut kemudian akan diubah menjadi glukosa oleh tubuh kemudian akan diolah lagi menjadi energi dan dipakai tubuh untuk beraktivitas. Karena makanan tersebut sudah diolah menjadi glukosa, berarti sebenarnya, manusia tidak membutuhkan gula tambahan sama sekali karena kebutuhan gula sudah tercukupi dari makanan yang kita makan seperti karbohidrat, protein, lemak dan lainnya.

Faktanya gula tambahan itu sebenarnya memasuki tubuh dan kehidupan kita karena secara tidak sengaja karena manusia zaman dahulu menyukai rasa manis. Rasa manis ini dahulu jarang ditemukan. Sampai pada suatu saat, manusia menemukan bahwa tebu memiliki rasa manis. Menanam tebu juga jauh lebih praktis dari pada mengolah peternakan untuk dijadikan sumber makan. Perlahan, lezatnya tebu ini mulai terdengar dari asal daerahnya New Guinea, dan akhirnya mulai menyebar ke negara negara sekitarnya, misalnya India dan lainnya sebagainya sampai masuk ke Indonesia.

Dikutip dari P2PTM Kementrian Kesehatan, jika kita mengkonsumsi gula berlebihan, menyebabkan insulin yang ada pada tubuh menjadi resisten atau kebal sehingga tidak dapat lagi mengolah gula menjadi energi. Ketika gula tidak dapat diolah menjadi energi. terjadi penimbunan kadar gula darah (hiperglikemia) yang menyebabkan obesitas dan juga Diabetes Mellitus. Penyakit Diabetes Mellitus dapat mengganggu kerja organ tubuh lainnya yaitu seperti menimbulkan gangguan kardiovaskular (peredaran darah dan jantung) sehingga menyebabkan hipertensi dan infark jantung.

Selain itu, juga dapat menyebabkan gangguan metabolisme protein dan lemak. Jika mengalami kekurangan insulin, kelebihan protein tidak dapat disimpan dalam jaringan. Kemudian semua aspek metabolisme lemak akan meningkat pesat. Dan yang lebih parah lagi, diabetes mellitus ini juga dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskuler termasuk kerusakan sistem saraf, kerusakan sistem ginjal dan bahkan juga kerusakan mata.

Gejala yang biasanya ditimbulkan diabetes mellitus ialah sering buang air kecil terutama pada malam hari (lebih dari sekitar 1.5 liter per hari), sering merasa haus, cepat merasa lapar dan mudah Lelah atau lemas. Pada penderita diabetes mellitus insulin berkurang sehingga pasokan gula ke dalam sel tubuh berkurang. Ini merupakan alasan penderita diabetes mellitus mengalami mudah lelah dan kurang tenaga. Selain itu, sel pada tubuh yang kekurangan pasokan gula menyebabkan otak memberi sinyal pada tubuh menjadi kurang energi karena kurang makan, sehingga tubuh kemudian berusaha meningkatkan asupan makanan dengan menimbulkan stimulasi rasa lapar.

Gula yang kita sukai dan kita anggap enak dan sudah menjadi suatu hal yang wajar kita konsumsi sehari-hari ternyata memiliki efek samping yang sangat berbahaya bagi tubuh kita. Gula boleh saja dikonsumsi, namun tetap pada batas normal. Dikutip dari American Heart Association (AHA), batas normal konsumsi gula harian adalah 36 gram (9 sendok teh) untuk pria dewasa. Lalu, sejumlah 24 gram (6 sendok teh) bagi wanita dewasa dan kurang dari 24 gram (6 sendok teh) bagi anak-anak usia 2 sampai 18 tahun.

Sumber: Pengaruh Konsumsi Gula Berlebihan Terhadap Penyakit Tidak Menular – Direktorat P2PTM (kemkes.go.id)

ADVERTISEMENTS

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini