Hai Bunda. Ini 5 Tips Memilih Obat Saat Hamil

Menderita sakit tentunya sangat tidak menyenangkan, terlebih saat bunda sedang mengandung. Sudah dipastikan itu sangat menyiksa. Benar kan bunda? Padahal suatu hal yang biasa bagi bunda untuk sakit ketika hamil. Sebab sistem kekebalan tubuh akan mudah melemah saat hamil hingga kemungkinan, sehingga kemungkinan bunda terjangkit penyakit ringan sangat besar.

Advertisement

Yang menjadi tantangan ketika bunda sakit saat hamil adalah memilih obat untuk mengatasi penyakit bunda dan pengaruh obat pada janin tidak membahayakan. Bunda harus hati-hati dalam memilih obat, karena obat yang bunda konsumsi harus aman untuk janin.


  • Pilihlah antibiotik yang aman untuk bunda konsumsi saat hamil

Gerald Briggs seorang pharmacist clinical specialist menyatakan bahwa ada antibiotik yang aman dikonsumsi selama kehamilan dan beberapa ada juga yang bisa menimbulkan risiko bagi janin yang sedang berkembang. Namun, jika penyakit bunda sangat membutuhkan antibiotik mestipun ada potensi risiko pada bayi bunda, antibiotik adalah satu-satunya yang bunda butuhkan untuk menjadi lebih baik. Beberapa kasus justru mendatangkan risiko pada kesehatan bayi bunda daripada ketika dia terpapar antibiotik.

Advertisement

Antibiotik yang dianggap aman selama kehamilan adalah penisilin (seperti amoksisilin dan ampisilin), sefalosporin (seperti sefaleksin), dan eritromisin. Sedangkan antibiotik yang bunda harus hindari selama kehamilan termasuk streptomisin (digunakan untuk mengobati tuberkulosis), yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran pada bayi, dan tetrasiklin (termasuk minocycline, oxytetracycline, dan doksisiklin), digunakan untuk mengobati jerawat dan infeksi saluran pernapasan. Jika bunda memakai tetrasiklin pada trimester kedua atau ketiga, itu dapat menganggu pertumbuhan gigi.


  • Bunda harus jeli memilih obat penghilang rasa sakit dan demam

Advertisement

Para ahli menganggap acetaminophen (Tylenol) yang digunakan untuk penghilang rasa sakit dan peredam demam yang aman untuk dikonsumsi saat hamil. Acetaminophen banyak digunakan selama beberapa dekade, dan penelitian ekstensif menunjukkan bahwa aman dikonsumsi selama kehamilan.


  • Jangan menggunakan ibuprofen selama hamil

Banyak ahli tidak menyarankan pemakaian ibuprofen (Advil dan Motrin), obat penghilang rasa sakit, terutama selama trimester ketiga. U.S. Food and Drug Administration menyatakan bahwa penelitian menunjukkan konsumsi ibuprofen dapat menyebabkan saluran jantung bayi menutup sebelum waktunya, hal ini dimungkinkan dapat menyebabkan kerusakan jantung atau paru-paru, atau bahkan kematian.

Pengunaan ibuprofen dalam beberapa minggu terakhir kehamilan juga dikaitkan dengan meningkatnya cairan amniotik dan tekanan darah rendah pada bayi yang baru lahir. Ada juga kekhawatiran bahwa obat ini dapat menunda atau memperpanjang persalinan. Jika digunakan dalam waktu seminggu setelah melahirkan dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko pendarahan.


  • Jangan menggunakan aspirin selama kehamilan tanpa pengawasan dokter

Penggunaan aspirin selama kehamilan haruslah sesuai dengan saran dari dokter, untuk menurunkan risiko komplikasi tertentu. Jangan meminum aspirin tanpa pemeriksaan diri ke dokter!

Penelitian menunjukkan bahwa mengkonsumsi aspirin selama awal kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran. Sedangkan mengkonsumsi aspirin selama kehamilan dengan dosis rendah dapat mempengaruhi pertumbuhan bayi dan mungkin meningkatkan risiko abrupsio plasenta. Penggunaan aspirin pada dosis penuh di masa kehamilan dapat menyebabkan menunda persalinan, meningkatkan risiko kelainan jantung dan paru-paru pada bayi serta pendarahan.


  • Minumlah obat yang benar jika bunda mengalami diare

Apabila bunda mengalami diare yang parah maka sebaiknya mengkonsumsi obat yang mengandung kaolin dan pectin (kaopectate) atau loperamide (imodium). Mengkonsumsi ini tidak memiliki pengaruh obat pada janin. Justru jika tidak mengkonsumsinya bunda bisa mengalami dehidrasi dan itu dapat membahayakan janin bunda. Jika bunda mengalami dehidrasi dan tidak segera diobati maka darah bunda tidak dapat beredar ke organ atau plasenta.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini