Hai Para Pemuda! Gelar Akademik Boleh Bagus, Tapi Milikilah Soft Skill yang Bagus Juga

Karena kemampuan akademik saja tidak cukup

Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti selalu bersinggungan dengan orang lain. Di rumah, di sekolah, di warung dan dimanapun itu kita pasti melakukan interaksi dengan orang lain. Interaksi dengan orang lain tak melulu dengan dialog, sekedar senyum atau agak menunduk ketika berjalan orang yang lebih tua itupun bagian dari interaksi sosial, lebih tepatnya ke ranah etika dan adab.

Advertisement

Etika tentu penting kita miliki, apalagi bagi kita yang sering bertemu dengan orang banyak. Sesuatu yang kita lakukan tentu akan menjadi perhatian orang lain dan menunjukkan harga diri kita. Harga diri atau wibawa kita akan tinggi jika kita memiliki etika yang baik. Sebaliknya, jika etika kita buruk tentu wibawa kita akan jatuh dan orang lain tentu jadi tidak suka kepada kita. Lalu apakah etika itu datang dengan sendirinya?

Tentu tidak. Etika seseorang biasanya dipengaruhi lingkungannya. Orang biasanya akan melakukan apa yang ia lihat di sekelilingnya, apa yang ia dengar di sekelilingnya, dan lain sebagainya. Kalau kita sering berkumpul dengan orang-orang yang suka bermain game, kemungkinan besarnya kita pun  akan ikut bermain game juga. Ketika kita berada pada lingkungan yang orang-orangnya berbicara dengan bahasa yang kotor, kemungkinan besar kita juga akan terpengaruh, karena kita butuh pengakuan. Jika kita menggunakan bahasa yang sopan di tengah komunitas yang obrolannya toxic  tentu kita dianggap sok suci dan kita tentu nggak diajak ngobrol.

Hal sebaliknya akan terjadi jika kita masuk lingkungan yang baik. Jika kita sering ikut majelis ta’lim tentu kita akan senantiasa ingat mengingatkan dalam kebaikan. Kalaupun kita ingin berbuat tidak baik tentu akan malu, wong yang lain saja tidak berani melakukan  perbuatan tercela masa aku berani. Begitu pula ketika kita gabung organisasi tentu akan membentuk diri kita agar memiliki etika dan moral yang baik. Tentu organisasi yang kita ikuti adalah organisasi yang resmi dan jelas arah geraknya serta tujuannya.

Advertisement

Ngomong-ngomong soal organisasi, sebenernya kita punya banyak pilihan. Banyak yang bisa kita pilih, termasuk untuk pemuda sepertiku yang masih terus mengembangkan diri. Ada organisasi pemuda yang bergerak di bidang keagamaan, sosial dan masyarakat, dan bahkan organisasi pemuda yang concern dengan pendidikan  pun  banyak kita temui sekarang ini. Tentu bagi kita yang muda-muda jika masuk organisasi-organisasi tersebut tentu akan sangat bermanfaat bagi kita. Selain bertemu dengan orang  baru, kita juga jadi belajar untuk bekerja sama, kita juga belajar memanajemen waktu, kita juga belajar memilah dan memilih mana kebutuhan pribadi dan kebutuhan umum, dan juga belajar bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain.

Itu karena di dalam organisasi kita tidak hanya bertemu rekan sebaya saja, ada juga rekan yang lebih tua, pembina, dan juga pendamping. Bahkan terkadang juga kita diminta bertemu pejabat di suatu institusi seperti kepala sekolah, camat, atau mungkin bertemu dengan bupati. Tentu ketika bertemu dengan mereka kita harus mempunyai etika yang baik, tak hanya dari cara berbicara saja, tapi juga cara berjalan dan cara berpakaian.

Lho, ternyata banyak  juga manfaat yang kita dapat ketika bergabung dengan organisasi, khususnya bagi para pemuda sepertiku. Tentu pengalaman-pengalaman belajar seperti itu sangat penting bagi para pemuda, khususnya untuk mempersiapkan diri dalam dunia kerja. Karena nantinya ketika kita yakni para pemuda terjun ke masyarakat, orang tidak hanya melihat gelar akademik saja namun juga melihat soft skill kita, yakni etika dan kemampuan komunikasi. Bagi pemuda masuk organisasi juga bermanfaat untuk mengisi waktu luang, daripada rebahan scroll sosmed yang gak ada habisnya yekan.     

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Suka ngemil bawang goreng.