Aku diam, tapi aku memperhatikan. Tapi hanya memperhatikan dari kejauhan. Karena kisah yang pernah ku harapkan tercipta ini sudah tak bisa bertumbuh lebih.


Aku pernah berharap aku dan kau jadi kita


Advertisement

Aku pernah tersenyum di beberapa malam karena pesan dari mu, pesan selamat tidur dan semoga mimpi indah. Aku pernah kau beri tahu tentang lagu kesukaanmu, harapanmu, dan sedikit kekhawatiranmu tentang kehidupan. Aku pernah kau beri semangat di hari ku yang buruk dan menyedihkan. Aku pernah mengajakmu pergi beribadah bersama, yang mungkin tak kan terwujud.


Aku pernah berdoa agar kau jadi menantu dari orangtuaku dan kakak ipar dari adik-adikku 😀


Advertisement

Aku ingat malam-malam di mana aku meminta pada-Nya dengan sungguh agar kita bisa bersama. Dan lebih dari teman tentunya. Aku pernah sangat berharap kau juga mengatakan hal yang sama pada-Nya. Sebelumnya, aku tak pernah meminta Tuhan agar menjadikan seseorang menjadi jodohku.

Aku pasrah.. pasrah sepasrah-pasrahnya. Tapi kamu berbeda.. kamu sungguh berbeda. Tidak seperti yang lain yang menawarkan kesempurnaan. Kamu menunjukkan sisi lemahmu pada ku. Kamu mengajak ku berdiskusi tentang agama, membuat kita sama-sama belajar.

Membuat kita sama-sama mencari siapa Tuhan dan untuk apa kita ada di dunia. Kau merendah, selalu merendah. Tapi tetap pribadi yang bersemangat dan taat. Aku terus meminta pada-Nya, tapi tentu saja kukatakan Itu pun jika Engkau berkenan, Tuhan Dan Tuhan menjawab dengan waktu, kita semakin jauh.

Entahlah, mungkin ada hal yang membuat mu tidak bisa kuraih. Mungkin aku tidak pantas untuk kamu yang kepribadiannya sebaik itu. Dan yaahh.. sekarang kamu sudah ada yang punya. Kamu terlihat bahagia dan bisa membahagiakannya.

Wanita yang beruntung.. Semoga kamu bisa membawanya pada iman yang baik seperti mu. Masa kini kamu dengannya dan jika masa depanmu nanti juga dengannya. Aku akan selalu menjaga diri, tidak nakal dan selalu berusaha jadi wanita yang baik dan hebat seperti pesanmu dulu.

Untuk diriku sendiri juga keluarga ku.. dan mungkin juga kamu di masa depan, siapa tau ?? Mungkin saat ini kita sama-sama tersesat di hati dan pelukan orang lain, atau malah akan berlabuh selamanya? Kita akan bertemu kelak, entah sebagai teman atau teman hidup di pelaminan.. hahahahaha

Aku kuat, aku bisa ( setidaknya untuk saat ini ) tanpa mu Tapi mungkin kadang aku akan mampir di mana kenangan ku tentang mu tercipta.. DUNIA MAYA :')

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya