Kuliah kerja nyata merupakan syarat agar dapat mencapai kelulusanku. Kata orang KKN itu adalah hal terindah di saat kamu duduk di bangku kuliah, entah menjadi kuliah kerja nyata atau kisah kasih nyata. Tak ku sangka semesta memberikanku kejutan di dunia KKN yang membuatku bisa menemukanmu, kala itu aku tak berniat untuk memperhatikanmu apalagi untuk merindukanmu, mengingatmu bahkan menghafal namamu saja tak masuk dalam daftar memoriku.

Entah bagaimana sang waktu membuat rasa ini bermula, hingga aku bisa menyukaimu, namamu dan wajahmu selalu menjadi trending topic dalam memoriku dan doaku. Aku tidak bisa menjadi perempuan centil yang pandai membuat percakapan dengan orang yang ku suka, rasa jatuh cinta yang membuatku bahagia seperti duduk di sebelahmu saja itu  membuatku bahagia dan melayang ke bintang kejora. Rasanya aku ingin meminta sang waktu untuk bergerak lambat dan memohon sang semesta untuk selalu berada di sampingku sepanjang hari hingga waktu yang sangat lama. 

Advertisement

Namun semesta tidak berpihak padaku, hancur, sedih, kecewa, benci dan sayang menjadi satu. Haruskah aku tunjukkan wajah yang bahagia atau sedih hingga hati ini menjadi lega? Aku bukanlah seorang gadis yang pintar merangkai kata pada orang yang ku suka bahkan aku sulit untuk jatuh cinta. Menyedihkan bukan? Ku kira kamu akan berlabuh dalam hidupku ternyata kamu bagaikan kapal yang singgah, iya hanya singgah dalam hidupku yang kemudian kamu berlayar kembali mencari pelabuhan yang lain.

Kamu menolakku dengan begitu halus, dengan polosnya aku tak menyadari bahwa kau menolakku. Hingga kamu muak, pelan-pelan kamu meninggalkanku karena kesibukanmu, jelas-jelas kamu baik padaku karena kamu merasa kasihan padaku. Ya kata kasihan yang membuatmu bertahan untuk berkomunikasi denganku dan pada akhirnya perlahan sang waktu menjadi kejam padaku. 

Aku merasa kasihan pada diriku sendiri saat aku mengetahui sesungguhnya, terima kasih tuan, kamu telah datang di hidupku. Bukanlah sebuah kesedihan dan rasa kecewa yang aku ingat namun sebuah makna kamu datang dihidupku, semesta mengirimmu untukku mengajarkan aku banyak berbagai hal dan rasa yang belum pernah aku rasa, seperti, rasa menunggu balas chat lamamu atau duduk dimotor yang sama sambil menemani senja pamit kepada langit hahaha… mungkin setiap orang mempunyai kenangan indah dengan orang yang disukai, entah terlarut dalam memori seperti terjebak dalam labirin atau disimpan rapi dan tidak pernah dibuka kembali.

Advertisement

Terima kasih tuan, kamu telah datang dalam hidupku dan kamu menyambutku dengan begitu hangat walaupun hanya sebatas teman. Terima kasih tuan, kamu mengajarkanku bahwa rencana Tuhanlah yang lebih indah dan terimakasih tuan, kamu mengajarkanku bahwa masih ada orang baik di dunia ini termasuk “kamu”. 

Sulit rasanya aku melepasmu dan menerima kenyataan bahwa kamu bukanlah milikku. Apalagi, kamu adalah tamu yang berbeda dalam hidupku. Pada akhirnya, kamu dan aku tidak bisa menjadi kita. Aku ingin merasakan rasa saat pertama kali aku melihatmu dimana hatiku acuh dan mataku tak peduli padamu. Aku ingin merasakan rasa saat pertama kali berjumpa denganmu hinggz aku tidak merasakan rasa apa-apa. Aku ingin merasakan rasa saat pertama kali berjabat tangan dimana pikiran dan hatiku masih bisa berdamai saat berjumpa denganmu. Kenapa hanya aku yang merasakan ini, aku juga ingin merasakan rasa yang telah kau rasakan. Apa hanya aku yang merasakan seperti ini? saat aku merasa bertepuk sebelah tangan.  

Aku selalu bertanya pada hatiku saat aku ingin mencoba lagi,lagi dan lagi dan disaat aku benar-benar ingin melepasmu, hatiku tidak selaras dengan pikiranku, pikiranku entah tidak ingin berdamai denganku dan aku selalu memanjakan rasa rindu yang selalu membendung. Apakah itu devinisi bodoh sesungguhnya? hingga pada akhirnya, Tuhan menolongku walaupun diluar harapanku. Jika aku mempunyai rencana, Tuhan pun juga mempunyai rencana. Seindah-indahnya rencanaku, rencanaNya lah yang lebih indah jauh lebih indah. Sulit bagiku untuk mempercayai kalimat itu. Namun aku harus menyanyangi diriku sendiri baik jiwa dan ragaku, baiklah aku melepaskanmu tuan biarlah kita hidup di dunia kita masing-masing.

Aku berharap kamu selalu dikelilingi oleh orang-orang yang baik dan selalu bahagia dan kini aku sudah  bahagia. Aku berharap suatu saat aku bisa menemukan tuanku yang sesungguhnya di waktu yang tepat dan ditempat yang tepat. Aku sampaikan rasa rinduku pada semesta, semoga dia menyampaikannya padamu, hey tuanku yang belum bernama. Tuan, aku rindu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya