Banyak harapan para pendaki gunung ketika memantapkan niat dan melangkahkan kaki dalam menaklukan puncak gunung. Mulai dari harapan yang besar sampai harapan yang biasa – biasa aja. Dari berbagai harapan pendaki gunung yang ada, pamer pengalaman saat mendaki menjadi salah satu niat terbanyak dari para pendaki gunung.

Dengan caption dan quote – quote yang menarik serta menantang menjadi daya pikat tersendiri sehingga membuat orang – orang terpacu untuk pergi ke sana. Tidak heran kalau jumlah pendaki pemula jauh lebih banyak ketimbang para "pendaki beneran".

Advertisement

Gunung yang indah! Itu cuman kelihatannya. Kenyataannya gunung menjadi indah karena (mungkin) perjuangan yang kita dapatkan untuk menaklukannya. Medan terjal yang membuat ketagihan, kabut tebal yang turun perlahan, bahkan berdiri di atas awan menjadi penyemangat tersendiri bagi para pendaki pemula dalam menggeluti pertualangannya.

Memang sih, gunung akan selalu indah dan pengalaman akan selalu berharga, tapi ternyata harapan pendaki gunung yang muncul karena terekspos di medsos kadang jauh banget dari realita yang ada. Ini perlu dipahami para pendaki pemula agar tidak patah semangat hanya karena pengalaman pertama. Inilah 10 ekspektasi vs realita mendaki gunung yang sering membuat salah paham.

  1. Hiking sendirian hanya ada di sosmed, kenyataannya dia pasti mendaki bareng-bareng kok. Kalau ga, siapa yang bakal moto dia nanti? #mikir
  2. Foto yang diposting merupakan hasil pemilihan dari beribu-ribu foto yang telah di-take. Diposting kurang keren, dibuang sayang.
  3. Banyak pendaki gunung yang tidak mendapatkan izin mendaki dari orang tuanya. Akhirnya berbohong pun menjadi salah satu cara memuluskannya perjalanannya.
  4. Foto negeri di atas awan hanya bagus apabila diambil dari angle tertentu. Kenyataannya sampah bertebaran di mana-mana. Jadi ingat, jangan tinggalkan apapun selain jejak! #mentalpendaki
  5. Peralatan pendaki gunung yang sangat banyak dan lumayan merogoh kocek. Bagi sobat pendaki dengan kantong pas-pasan, meminjam akan meringankan beban.
  6. Bagi Anda yang berniat mendaki Gunung Semeru untuk menginap di Ranu Kumbolo. Jangan berkemah pada saat 17 Agustus ataupun liburan panjang (long weekend). Dijamin spot tenda terbaik sudah hilang ditelan kerumunan.
  7. Ramainya malam oleh orang yang bercerita / bernyanyi tidak akan mematahkan semangatmu untuk segera menempat sleeping bag.
  8. Berat carrier yang kamu pikul mungkin akan mematahkan semangat. Oleh karena itu, bawalah barang-barang yang kamu butuhkan. Ingat! Kamu mau mendaki gunung, bukan pindah rumah.
  9. Latihlah fisik dan mentalmu sebelum melakukan pendakian. Perjuangan mencari foto itu berat kawan!
  10. Ketika kamu mengharapkan semangat atau dukungan dari para sahabatmu, tetapi 15 dari 8 orang teman yang kamu survey akan bilang kamu untuk hati-hati. Yup kebanyakan dari mereka paranoid bahwa kamu akan berhasil mendaki gunung. Bukan mood booster yang kamu dapatkan, tapi malah petuah #capekdeh
Advertisement

Yup. Itulah harapan pendaki gunung yang terkadang terlalu indah. Tapi perjalanan tidak mungkin dimulai tanpa harapan itu bukan? Tetap melangkah dan tetap semangat!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya