Jika nanti netra kita kembali bersitatap, akankah kita masih berlagak asing? Jika nanti netra kita kembali bertaut, akankah kita masih berpendar sembarang arah? Jika nanti kita bertemu secara kebetulan, akankah kamu masih menatapku dengan tatapan dingin? Jika nanti kita bertemu setelah sekian lama, akankah aku masih menatapmu dengan binar penuh harap?

Nanti, jika pada akhirnya takdir telah menentukan pilihannya, entah itu kita yang berbahagia bersama, atau kita yang berbahagia dengan orang lain, kuharap kamu masih mengingat bahwa kita pernah memiliki kisah yang sama.

Kita pernah menjadi tokoh utama dalam sebuah romansa penuh luka yang berujung pada menyerah satu sama lain. Kita pernah memiliki perasaan meski pada akhirnya tidak pernah Tuhan satukan dalam sebuah ikatan.

Harapanku, jika takdir memilih kita untuk berbahagia bersama orang lain, perasaan kita telah benar-benar jelas dan benar-benar usai. Tidak lagi bertemu dalam keadaan masih ada sepercik harapan. Tidak lagi bertemu dengan keadaan berlagak asing. Aku tidak lagi berlari menjauh, dan kamu tidak lagi hanya diam menatap.

Aku ingin ketika manik kita bersitatap, yang ada hanyalah binar bahagia dengan pilihan takdir. Ketika bertemu, kita akan saling bertegur sapa layaknya seorang teman lama tanpa ada kecanggungan. Sesederhana itu harapku sekarang. Tidak lebih.