Banyak sekali di dunia ini hari hari spesial. Diperingati setiap tahun, dilakukan perayaannya juga tak luput seremonialnya. Ada hari yang memperingati suatu peristiwa seperti kemerdekaan suatu bangsa, ada hari yang disakralkan seperti hari hari besar keagamaan, ada hari yang dijadikan objek penghargaan dari suatu jasa tertentu. Pokoknya saking banyaknya hari hari special di dunia ini, Google selalu menjadikannya hiasan dalam laman utama pencarian mereka.

Advertisement

Tidak seperti hari hari spesial bagi tiap individu. Hari special yang diperingati oleh masyarakat dunia biasanya ada kesepakatan khusus. Tapi tetap saja entah darimana datangnya terpilih tanggal tanggalnya. Entahlah apa hubungannya angka 12 dengan sosok Ayah atau angka 1 dengan semangat buruh. Belum lagi penentuan bulannya. Sepertinya tak semua sosok Ibu yang hebat selalu lahir bulan khusus seperti Desember.

Namun kita semua sadar bahwa semua hari hari itu dan setiap tanggalnya secara tidak langsung kita peringati. Baik karena memang tahu bahwa ada yang perlu diapresiasi atau sekedar tau lewat Google saja.

Advertisement

Tak hanya soal jasa dari individu tertentu. Hari istimewa juga kadang dipilih karena suatu rasa simpati kepada kejadian tertentu. Tak hanya soal masalah kemanusiaan seperti kesehatan yang kita tahu ada hari kanker atau diabetes sedunia, tetapi juga kadang karena suatu peristiwa besar terjadi bertepatan dengan hari itu, maka diisitimewakanlah dia, terpilihah angka dalam hitungan bulan tersebut.

Terpilihnya sebuah tanggal dalam bulan tertentu merupakan kesepakatan bersama tentunya. Terlepas dari hubungannya ada atau tidak, orang orang selalu sah sah saja untuk mengadakan satu hari peringatan untuk hal tertentu. Kenyataannya tak perlu izin otoritas setempat, kalau memang mau menjadikan suatu hari menjadi hari yang diperingati, dengan banyaknya kesepakatan pastinya rampung juga.

Belum lagi pengaruh sosial budaya setempat yang memungkinkan terciptanya lagi dan lagi hari hari yang special. Memangnya apa juga spesialnya hari hallowen, bagi saya untuk ketemu hantu dan berhantu hantuan bukanlah sebuah kesenangan.

Bahkan jika kita hitung hitung dalam setahun terdapat puluhan hari yang diperingati dan dijadikan special. Belum lagi tergantung Negara yang bersangkutan, bahkan bisa lebih mungkin. Seperti halnya di Negara kita ada Hari Pahlawan yang diperingati setiap 10 November, yang pastinya tidak ada di Negara Bangladesh. Meskipun mungkin harinya sama, tetapi rasanya tak mungkin ada pejuang yang jauh jauh ke Bangladesh dan merobek bendera Belanda di sana.

Bukan hanya yang sifatnya heroic ada memorable saja yang diperingati, namun ternyata ada juga hari yang jika kita pikir pikir justru konyol untuk dijadikan hari yang special. Contohnya di Jepang negerinya para ninja pada setiap 6 Mei diperingati sebagai hari Kondom se-Jepang. Tentunya hal ini terlihat aneh meski kita tahu teknologi kondom sudah berperan penting dalam pengelolaan populasi manusia.

Setelah tadi Jepang dengan ikonnya memperkenalkan kondom sebagai benda yang mesti diapresiasi kefungsiaanya, beberapa Negara juga tak kalah lucu untuk menandingnya. Turkmenistan mungkin sangat bersyukur dianugerahi buah melon yang dapat tumbuh dinegaranya. Pada setiap tanggal 12 Agusutus mereka merayakan hari melon se-Turkmenistan, tapi kalau Bekasi mau ikutan boleh juga kok. Berpindah ke arah selatan bumi, ada Negara Selandia Baru yang pada tanggal 14 Juli diperingati sebagai hari telanjang nasional. Nah, saya tak mau berkomentar lebih panjang mengenai hal tersebut. Lalu kalian bisa cari sendiri sisanya atau mau tinggal di setiap Negara selama satu tahun untuk meneliti tiap hari yang diperingati. Dah gitu aja.

Mari sedikit bergeser dari memperhatikan hari yang lahir karena suatu peristiwa heroic maha keren dan beralih ke hari yang sangat diidam idamkan oleh para pelajar dan pekerja, yaitu hari libur. Tak jarang bahwa hari yang special saking begitu istimewannya dijadikan hari libur nasional. Di negeri kita yang tercinta contohnya adalah hari kemerdekaan. Meski tetap ada upacara bendera, tetapi tetap saja para kita kita ini menerimanya dengan gembira karena libur bukan karena maknanya.

Lalu ada hari yang pastinya diperingati seluruh dunia. Setelah perjalanan panjang bumi ini mengitari matahari (maaf kaum flat earth), akhirnya ia menuntaskan tracknya dengan durasi satu tahun. Sehingga pada 1 Januari, di setiap belahan bumi manapun, setelah tengah malamnya perayaan kembang api, maka besoknya mulai dari tempat tinggalnya Kim Jong Un di utara Korea sana hingga ke tempat blusukannya Sandiaga yang penuh tawa, dipastikan libur seluruh dunia.

Kecuali yang mungkin kena jadwal pengganti kuliah. Bukan hanya peristiwa duniawi saja, antum juga pastinya senang dengan hari libur keagamaan. Baik itu sebulan penuh kita berpuasa atau hari tampilnya pertunjukkan barongsai. Intinya, kita semua senang aja dengan hari libur.

Hari-hari yang spesial selama setahun memang sangat banyak jumlahnya. Bahkan saking banyaknya kita tak tahu bahwa hari itu benar benar ada. Mungkin tahunya cuman hari hari yang memang besar dan mayoritas sudah diketahui oleh kebanyakan orang. Lagipula ada beberapa hal yang mungkin tak perlu untuk selalu diperingati tiap tahun atau dijadikan hari spesialnya.

Soal menyoal jasa atau peristiwa yang telah terjadi bukan hanya diperingati satu hari saja. Tiap hal itu terjadi mestinya juga perlu untuk selalu diapresiasi tak perlu menunggu setahun dulu. Tetapi kalau dijadikan pengingat juga boleh, daripada lupa selamanya kan? Lalu untuk setiap kejadian yang memang sudah terjadi dan sudah ada hari peringatanya, seremonial adalah hal yang paling lazim untuk kita.

Meski hari semangat pahlawan, tak semua memiliki semangat menjadi pahlawan. Meski ada yang 30 hari sebagai pengingat diri, tak berarti setelah itu terlalui menjadi pengasah diri. Tapi toh intinya dari semua hari hari yang ada, yang diperingati oleh setiap Negara maupun dunia, kita tetap senang kalau hari itu hari libur, iya kan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya