Hari Lupus Sedunia, Yuk Kenali Gejalanya!

Selamat Hari Lupus Sedunia!

Tanggal 10 Mei menjadi peringatan Hari Lupus Sedunia. Penyakit lupus merupakan salah satu masalah kesehatan global yang menyerang orang-orang di seluruh dunia. Lebih dari 5 juta orang di seluruh dunia berjuang dan hidup melawan lupus setiap harinya. Namun, ternyata masih banyak orang yang belum mengetahui dan menyadari akan bahaya lupus, banyak pemahaman yang salah kaprah tentang lupus berkembang di masyarakat.

Advertisement

Dikutip dari beberapa sumber, lupus disebut sebagai autoimmune disease, yaitu penyakit dengan kekebalan tubuh berlebihan. Pada kondisi normal, sistem imun akan melindungi tubuh dari beragam bakteri, virus dan infeksi yang masuk. Tapi pada penderita lupus, sistem imun itu justru tidaak menyerang benda asing yang masuk, melainkan menyerang jaringan tubuhnya sendiri, sehingga menyebabkan kerusakan pada organ tubuh, seperti kulit, ginjal, paru-paru, otak, jantung dan anggota tubuh lainnya.

Penyakit lupus seringkali disebut sebagai "penyakit seribu wajah", karena gejalanya sama dengan gejala penyakit pada umumnya. Contohnya, bila penyakit ini menyerang organ jantung maka gejala penyakit akan seperti penyakit jantung. Namun, Lupus bukanlah penyakit menular, dan belum ada hasil penelitian yang membuktikan penyakit itu dapat diturunkan secara genetis.

Gejala Penyakit Lupus

Advertisement

Secara umum, penyakit lupus mempunyai gejala-gejala sebagai berikut


  • Terdapat ruam di bagian permukaan kulit wajah yang membentang di kedua pipi, mirip kupu-kupu, biasa disebut butterfly rash. Tidak hanya di wajah, ruam merah menyerupai cakram bisa muncul di kulit seluruh tubuh, menonjol dan kadang-kadang bersisik.

  • Nyeri di persendian dan lebih parahnya mengalami pembengkakan serta memar berwarna kebiruan. 90% penderita lupus biasanya akan mengalami nyeri sendi pada pergelangan tangan, akan tetapi bagian sendi lainnya tetap memiliki risiko.

  • Lelah berkepanjangan tanpa alasan, energi terkuras habis. Biasanya penderita lupus akan menghabiskan waktu siang harinya dengan tidur, dan enarginya akan kembali terisi di malam hari.

  • Rambut rontok dengan volume yang tidak bisa dikatakan biasa. Kondisi ini dapat terjadi pada daerah kepala, bulu mata atau bagian kulit lain.

  • Anemia dan demam tinggi dengan frekuensi yang berlebihan diakibatkan oleh sel-sel darah merah yang dihancurkan.

  • Bagian mulut dan hidung yang timbul luka namun tak kunjung sembuh kurun waktu yang panjang.

  • Kulit mudah terbakar saat terkena sinar matahari

Advertisement

Semua orang beresiko terkena penyakit lupus, namun lupus paling banyak terjadi pada perempuan usia produktif. Prof Dr dr Nyoman Kertia, pakar lupus dewasa, mengungkapkan perbandingan resiko lupus antara perempuan dengan laki-laki adalah 7 banding 1. Hal ini karena Lupus sangat berkaitan dengan aktifitas hormone, serta wanita memiliki imun yang kuat dibanding pria.

Lupus merupakan penyakit mematikan karena masih belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit odapus secara total. Namun beberapa motode pengobatan dapat memperkecil kemungkinan untuk hal yang lebih parah. Biasanya penderita lupus akan ditangani dengan pemberian obat untuk meringankan gejala yang dialami.

Dengan mengenali penyakit ini sedari dini, maka akan lebih memahami bagaimana cara penanganannya. Jangan merasa takut atau ragu untuk memeriksa kesehatan jika dirasa memiliki beberapa gejala yang sudah dijelaskan di atas. Selamat Hari Lupus Sedunia!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE