Hari Raya di Masa Pandemi, Berbeda dari Biasanya

Pandemi membuat hari raya berbeda dengan biasanya

Natal, Idul Fitri dan hari besar lainnya adalah perayaan dimana menjadi kesempatan dalam menjaga tali silaturahmi setiap anggota keluarga besar, mulai dari mengunjungi sanak saudara atau kerabat di dalam kota maupun di luar kota. Apalagi anak-anak kecil, bagi mereka hari raya besar adalah hiburan dimana mereka bisa bertemu saudara bermain yang sudah lama tidak bertemu. Lalu jangan lupakan hal lain yang membuat mereka senang yaitu mendapatkan uang jajan tambahan atau THR. 

Advertisement

Biasanya selama hari-hari besar banyak anggota keluarga yang melakukan mudik. Mudik merupakan salah satu ciri khas dari hari raya dan ini merupakan suatu hal yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang ketika hari raya. Entah untuk sekedar jalan-jalan di lain kota atau memang ingin mengunjungi sanak saudara di lain kota. Suasana mudik ini memberikan kesan yang mendalam ketika merayakan hari raya seperti menempuh perjalanan jauh dengan keluarga dan merasakan macet bersama. Mungkin dapat disebut macet adalah seni dari mudik. 

Selama pandemi yang telah ada di Indonesia semenjak bulan Desember lalu, keinginan untuk mengunjungi sanak saudara semakin susah dikarenakan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah terkait mencegah maraknya penyebaran virus covid- 19. Seperti yang terjadi di bulan Juni kemarin sehubungan dengan perayaan Idul Fitri 1441 Hijriah lalu, mudik yang biasanya selalu dilakukan di sekitaran bulan Juni-Juli terlihat berkurang dan hampir sangat jarang. Kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pun semakin ketat terkait masalah mudik.

Dikarenakan hal tersebut, perayaan hari raya yang seharusnya ramai dan meriah menjadi lebih sepi dari tahun-tahun sebelumnya. Ini pertama kalinya merayakan hari raya dengan cara yang sangat berbeda. Timbul rasa sedih dan kecewa karena harus merayakan hari raya dirumah saja serta rencana-rencana yang sudah disusun jauh-jauh hari harus dibatalkan untuk mematuhi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah. Sebagian besar mereka merayakan secara virtual dengan berbagai macam teknologi, seperti video call. Hal ini memberikan kesan tersendiri dan memungkinkan hal ini menjadi sesuatu peristiwa yang tidak dilupakan karena untuk pertama kalinya merayakan hari raya bersama keluarga secara virtual. 

Advertisement

Namun bagi sebagian orang lainnya kebijakan tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk tetap mengunjungi sanak saudara mereka yang berada di sama kota maupun di lain kota. Silaturahmi sendiri sebenarnya bisa dilakukan apabila tetap mengikuti protokol kesehatan yang telah dianjurkan seperti memakai masker, membawa hand sanitizer, melakukan test rapid atau test lain yang diharuskan. Lalu juga perlu berhati-hati dalam melakukan kontak fisik juga dengan pembatas jumlah orang dalam satu ruangan atau bercengkrama melalui video telfon dengan sanak saudara maupun kerabat yang berada di lain kota.

Baru-baru ini, dimulai dari bulan September lalu, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dilakukan kembali akibat semakin naiknya angka kematian akibat terkena virus corona setiap harinya. Perayaan hari besar yang biasanya akan dilakukan di akhir tahun seperti Natal & Tahun Baru kemungkinan mengalami kesulitan kembali dalam merayakan hari besar tersebut. Yang biasanya pengelaran konser perayaan tahun baru pun belum tentu akan diberlakukan melihat situasi dan kondisi saat ini. 

Bila dilihat dari situasi tidak menentu setiap bulannya, perayaan hari raya di akhir tahun 2020 dan hari raya ditahun 2021 belum tentu bisa berjalan dengan baik seperti yang diharapkan oleh masyarakat, melihat angka kematian saat ini semakin meningkat setiap harinya. Besar harapan masyarakat untuk merayakan hari raya akhir tahun bersama keluarga tetapi tidak menutup kemungkinan juga tidak bisa melakukan hak tersebut. Kita hanya bisa berharap pandemi ini segera cepat berlalu agar dapat merayakan hari saya seperti sediakala. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE