Hati-hati, Ekspektasi Tinggi Terhadap Pasangan yang Berujung Kandasnya Hubungan

Berekspetasi pada pasangan

Mempunyai ekspetasi terhadap pasangan adalah suatu yang wajar. Entah saat awal pacaran atau sampai 3-4 tahun yang akan datang. Ekspetasi yang kumiliki kepadanya adalah saat dia bisa menjadi pendengar keluh kesahku terhadap dunia ini. Akan tetapi aku tidak pernah mendapatkan momen itu darinya.

Advertisement


Rasa kecewa muncul karena ekspetasiku tidak terpenuhi.


Sebenarnya masalah itu dapat ditangani dengan cara komunikasi langsung, akan tetapi aku memiliki ego yang lumayan tinggi. Bertambah seiringnya waktu aku mulai merasa muak karena ekspetasiku tidak terwujud. Lalu aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku denganya.

Pada suatu sore aku mengajaknya bersantai di suatu taman. Padahal aku belum pernah mengajaknya ke taman berdua sebelumnya. Aku menganggap taman adalah tepat yang pas untuk memutus hubunganku dengannya karena sepi dan tidak akan ada yang mengganggu. Aku harap dia bisa menerima keputusanku dengan baik nantinya. Lalu saat aku mulai mengatakan maksudku kepadanya, dia mulai menangis dan yang membuatku kaget adalah ternyata selama ini dia juga memiliki ekspetasi yang tidak pernah terwujud juga dariku yaitu mengajaknya ke suatu tempat dimana kita hanya berdua dan mengobrol bersama. Ekspetasinya terwujud saat aku akan mengakhiri hubunganku dengannya. Hampir 7 menit aku terdiam sambil menatapnya menangis.

Pelan-pelan aku pun mulai mengutarakan sebabku memutusnya. Dengan tidak sadar aku merasa nyaman saat aku bercerita sebab aku tidak suka padanya. Aku melihatnya membasuh air mata dan berusaha menenangkan diri sambil mencoba mendengarkan ucapanku. Saat itu aku mulai sadar jika momen itulah yang juga aku idam-idamkan darinya sejak dulu. Dia terlihat lucu dan cantik saat perhatiannya benar-benar penuh kepadaku. Sesaat cintaku timbul kembali karena melihatnya mendengarkanku walaupun terkadang air matanya masih menetes jatuh.

Kata-kata yang kuutarakan kepadanya mulai berubah arah dari yang tadinya ingin putus menjadi ingin memperbaiki semuanya. Akan tetapi dia ternyata lebih memilih untuk mengakhiri hubungan kita karena dia menganggap aku dan dirinya tidak akan cocok karena ego yang sama-sama tinggi. Aku menyesal dengan keputusanku sendiri.

Ekspetasi yang aku miliki terhadap dia sebelumnya telah menjadi rasa kecewa yang mutlak aku dapatkan. Komunikasi dalam suatu hubungan ternyata adalah suatu lah yang sangat penting. Selain itu mencari tau apa ekspetasi seseorang terhadapku juga menjadi hal yang penting karena hubungan kasih yang terjalin adalah untuk saling memahamkan dan memahami satu sama lain. Dengan begitu aku dan dirinya akan tau apa yang harus dilakukan untuk keperluan bersama

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE