Setahun yang lalu Aku mendapatkan gelar S.S. (Sarjana Sastra) lebih tepatnya Sastra Indonesia di salah satu universitas swasta kota Tangerang Selatan. Aku kuliah di setiap hari Sabtu, karena pada hari biasanya Aku kerja. To the point saja ya, setelah aku membuat proposal skripsi dan persyaratan lainnya, dan sampailah kepada "Bimbingan Skripsi", lho kenapa kata-kata itu dikutip? Ini adalah pointnya 🙂

1. Si Dosen pembimbing nargetin aku harus kelar skripsi selama 1 bulan. Ah, mentang-mentang beliau udah S3 kali yak, sedangkan aku masuk kuliah aja jarang. Daftar ke bimbingan skrpsi aja karena ikut-ikutan temen. Please, jangan diikutin ya dan dengan percaya dirinya aku bilang ke si Bapak Dosen "Kasih saya waktu 5 minggu pak, tidak bisa kurang." Lho kan beda 1 minggu doank sama kurung waktu 1 bulan yak 😀, tanpa buang-buang waktu okelah langsung deh bimbingannya.

Advertisement

2. Di saat baru 1x bimbingan udah di suruh 2x ganti subjek dan aku nekat ganti si objeknya juga, yah namanya hidup yak kadang tidak sesuai dengan keinginan kita. Aku seorang remaja seperti pada umumnya yang sibuk kuliah, kerja dan ngurusin persoalan pribadi "Apaan sihhh!" Si doi "Sebut saja mr.xyz" minta kita udahan, lalu dia ngeluarin kata-kata yang "menyakitkan" bukan ngatain ya, cuma bilang "hubungan kita jalan di tempat" tapi kan awalnya dia yang bilang kalo hubungan kita itu bisa diselamatkan dan ada kesempatan, tapi kenapa juga dia yang mengakhiri.

3. Minggu-minggu pertama patah hati dan 1 minggu juga tidak mengerjakan skripsi, padahal waktu yang tersisa tinggal 4 minggu, curhat sana sini dan aku masih orang yang beruntung memiliki teman-teman dan sahabat yang baik dan mau menguatkan aku, mendengar keluh kesahku, dan tanpa lelah mereka selalu menyemangatiku.

4. Masa-masa pemulihan, mulai megang skripsi lagi karena prinsipku "Tidak boleh ada yang ngancurin kuliahku." Tapi tetep aja galau-galauan, menghindari jalan-jalan yang pernah dilewatin sama dia, pulang kerja jadi lebih jauh karena muter jalannya, pulang kuliah apa lagi, sampai temanku berkata "Kalau kamu menghindari itu, itu namanya kamu pengecut, tunjukin sama dia, kalau kamu kuat!" begitulah kata salah satu temanku.

Advertisement

5. Mulai Fokus Skripsi, tiap pulang kerja dan tiap sebelum tidur haram hukumnya kalo tidak ngotak-ngatik skripsi, dan selama 1 bulan tidur di atas jam 12 malam terus dan ada salah satu malah dimana tidur jam 1 karena besoknya harus kelarin biar bisa ACC.

Roda kehidupan memang tidak berputar sesuai dengan keinginan kita, tetapi meskipun kehidupan yang kamu jalani tidak sesuai dengan apa yang kamu impikan, kamu inginkan dan kamu dambakan, bukan berarti kamu harus meninggalkan kehidupanmu itu.

6. Skripsi pun ter-ACC, haha *sombong dikit, ok tinggal tunggu pendaftaran sidang lalu wisuda, eitss penderitaanku tidak hanya sampai di situ saja, setelah sidang dan dinyatakan "lulus bersyarat" lulus kok bersyarat, mesti refisi lagi ke 2 dosen penguji, dan aku juga di uji oleh masing-masing dosen, finally skripsi pun ter-ACC dan tinggal nunggu wisuda saja deh.

Hahaha kalo diceritain mah enak banget ya, tidak tahu aja ngejalaninnya susahnya kaya apa, dan yang pasti aku bangga dengan diriku, meskipun aku punya masalah, pendidikanku tidak boleh hancur begitu saja, ya meskipun kuliah hasil keringet sendiri, setidaknya aku ingin sekali-sekali foto wisuda sama orangtuaku 🙂. Lalu si doi mr.xyz meminta aku kembali kepadanya, memang bodoh tapi akan lebih bodoh jika aku tidak memberikannya kesempatan kedua dan yang terakhir.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya