Dewasa ini, K-POP makin menjamur di Indonesia. Penikmat K-POP datang dari berbagai kalangan. Mereka menyukai K-POP dengan berbagai alasan. Mulai dari lagu yang easy listening, dance energik, atau visual menawan. Idol Korea memang memiliki daya tarik tersendiri bagi penggemarnya.
Bagaimana seseorang bisa menyukai K-POP pun bermacam-macam. Ada yang melalui jalur dikenalkan oleh teman atau tidak sengaja melihat di Youtube dan berujung suka. Bahkan, ada pula yang melalui jalur karma. Orang-orang yang menyukai K-POP melalui jalur karma biasanya berawal dari benci. Mereka sering menghujat dan menghina K-POP, namun lambat laun malah jadi suka.
Ada juga yang masuk melalui jalur keselamatan. EITS! Bukan keselamatan dalam berkendara, ya. Akan tetapi, ada saat di mana beberapa orang menyukai K-POP karena dianggap telah menyelamatkan dirinya. Saya salah satunya. Sekitar pertengahan 2017, saya mengalami saat-saat berat. Memang tidak ada masalah besar atau kejadian yang menimpa saya. Namun, setiap hari saya bangun dengan perasaan berat. Saya terus merasa sedih sepanjang waktu tanpa alasan yang jelas.
Pernah sekali waktu saya benar-benar lelah. Saya merasa semua orang menyalahkan saya. Saya sedih tapi tidak tahu apa yang membuat saya sedih. Rumit, kan? Bagaimana bisa menyelesaikan masalah jika penyebab masalahnya saja tidak tahu? Semua kesedihan dan ketidaknyamanannya itu terus berkumpul sampai membuat saya merasa sangat lelah. Tidak jarang saya ingin melukai diri sendiri. Puncaknya, saya merasa mungkin saya harus mengakhiri diri agar tidak terus-terusan merasa menderita.
Hari itu, saya mengirim pesan singkat pada teman saya. Isinya tentang betapa lelahnya saya dan bagaimana saya ingin berhenti dari semuanya. Saat itu, balasan teman saya hanya berupa pesan pemberi semangat. Pesan itu mungkin tidak berefek banyak untuk saya, namun sebuah GIF yang dikirim bersamanya membuat suasana hati saya langsung baik.
GIF itu berisi salah seorang anggota EXO yang sedang bertingkah lucu. Saya memang belum menjadi fans EXO saat itu, namun saya cukup tahu tentang mereka. GIF member bernama Xiumin itu entah bagaimana mengubah hidup saya. Saya jadi lebih bahagia. Saya merasa ingin terus hidup untuk terus melihat member-member EXO. Setiap mendengar lagu EXO, mood saya juga langsung naik. Xiumin juga menjadi bias saya sampai hari ini.Â
Jalur keselamatan inilah yang akhirnya membawa saya ke dunia K-POP hingga sekarang. Mungkin terdengar lebay atau mengada-ada, tapi ini sungguh terjadi. Setelah saya masuk ke dunia K-POP, saya juga mendengar cerita serupa dari teman-teman yang lain. Banyak yang menjadikan K-POP sebagai pelarian atas kesedihan atau sebagai pembangkit mood. Karena itu, saya sering miris jika ada yang menghina penggemar K-POP atau idol K-POP. Bayangkan, sesuatu yang dianggap alay, sering dihina, ternyata bisa menyelamatkan nyawa seseorang. Hanya karena satu hal tidak membuatmu bahagia, kamu tidak pantas menghina. Karena bisa jadi itu sumber kebahagiaan orang lain.
Saya yakin jika masih banyak penggemar K-POP yang juga masuk melalui jalur keselamatan. Semoga ke depannya kita dapat selalu bahagia dengan cara sederhana ini, melihat idol kita.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”