How to Stay Sane : Prinsip Dalam Menggapai Kesuksesan – Part 2

Kamu bisa gunakan prinsip ini untuk menggapai kesuksesan

Pernah tidak kalian merasa bahwa orang-orang sukses adalah makhluk hidup dengan jenis yang berbeda dari orang biasa? Teman-teman mungkin pernah heran bagaimana orang-orang sukses dapat menggapai kesuksesan mereka. Pastinya mayoritas orang ingin memiliki hidup yang nyaman. Menjadi orang sukses adalah tujuan kebanyakan orang. Akan tetapi, saat melihat realita, tidak banyak orang yang dapat mencapai tujuan yang mereka punya. Disini ada bebarapa hal yang bisa teman-teman terapkan dalam mengejar kesuksesan. Beberapa wejangan dari buku, film, dan talkshow yang pernah kudengar bahkan dari pengalaman yang pernah kualami tersajikan dalam poin-poin dan penjelasan dibawah ini.

4. It doesn’t have to be perfect, learn to accept

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, membuat progress itu tidak harus selalu yang besar dan sempurna. Suatu progress sekecil apapun itu tetaplah merupakan hal yang harus diapresiasi. Even if it small, it counts. Pada dasarnya, konsistensi adalah kuncinya. Dalam mencapai goals yang kita buat, meskipun progress yang kita miliki berjalan lambat tetap saja artinya kita tidak sedang diam ditempat.

Berekspektasi tinggi itu baik, tapi bukan berarti kita harus terus menuntut diri kita untuk selalu memenuhi ekspektasi tersebut. Belajarlah untuk menerima bahwa kita tidak selalu bisa membuat suatu progress yang sempurna. Pada beberapa orang, hal tersebut memakan semangat mereka dan berakhir mengacaukan goals yang mereka punya. Mereka menganggap jika progress yang akan dibuat tidak sempurna sesuai keinginan mereka, lebih baik tidak membuat progress sama sekali.

Namun pada kenyataannya, saat mereka berhenti membuat progress, hal tersebut akan berlanjut pada hari-hari berikutnya. Alhasil, plan mereka tidak terlaksana dan tentu saja goals yang mereka punya berakhir kandas. Untuk menghindari hal tersebut, kita harus menghargai setiap progress dan usaha yang kita buat. Tidak perlu sempurna, yang penting kita tidak diam ditempat.

5. It’s okay to experience setbacks

Beberapa kali teman-teman mungkin sudah mengalami. Saat sedang mengejar goals, seringkali kita menemukan diri kita tidak produktif pada hari-hari tertentu. Seringkali kita tidak mengikuti plan dan mengacaukan timeline dari plan yang kita buat itu. Saat hal tersebut terjadi, kita akan kecewa dan merasa gagal. Pada akhirnya pun, kita menyerah. Perlu teman-teman ketahui bahwa mengalami setbacks adalah hal yang lazim terjadi. Penat dengan usaha yang dilakukan untuk membuat progress, stuck untuk menemukan ide baru, terbebani dengan deadline dan frustasi akan goals yang mulai terasa sulit untuk digapai. Semua hal tersebut membawa kita pada setbacks dimana kita hanya ingin beristirahat dan mengalihkan diri dari goals yang kita punya.

Mengalami setbacks bukan berarti kita adalah orang yang lemah, pesimis, dan mudah menyerah. Semua orang pasti pernah merasakan burnout saat sedang mengejar goals yang mereka punya. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dalam menghadapi setbacks. Memaksimalkan istirahat, mengganti suasana lingkungan, mencoba metode baru dalam mencapai goals, dan mencoba hobi-hobi unik yang menyenangkan dapat menyegarkan pikiran dan mengatasi burnout yang kita alami. Meskipun demikian, kita tetap harus konsisten membuat progress sekecil apapun itu. Intinya, jika kita merasa penat dalam mengejar goals yang kita buat, mungkin kita bisa mencoba mengejar goals tersebut dengan cara yang berbeda.

6. Detoxyfying

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, dalam mengejar goals, kita beberapa kali menemukan diri kita terdistraksi dan mengalami burnout. Ada beberapa hal yang membuat kita tidak fokus pada goals yang kita punya sehingga kita tidak bisa mengikuti plan yang kita buat. Bisa saja distraksi tersebut berupa media sosial, lingkup teman yang toxic dan tidak mendukung, atau bisa juga toxic self talk yang teman-teman senantiasa lakukan saat berusaha mencapai tujuan.

Media sosial seringkali membawa suatu fenomena yang dinamakan FOMO (Fear Of Missing Out), dimana hal tersebut membuat kita tidak fokus pada diri kita saat kita terus membandingkan dengan orang lain. Sehingga kita cenderung mudah kecewa dan pesimis yang pada akhirnya membuat kita berhenti dan menyerah. Teman-teman mungkin sudah sering mendengar wejangan yang berbunyi surround yourself with positive people. Wejangan tersebut menyuruh kita untuk menghindar dari orang-orang toxic yang membuat kita tidak percaya pada diri kita sendiri.

Hal terakhir yang kita butuhkan dalam mencapai goals yang kita punya adalah menyerah karena perkataan orang-orang yang toxic bagi kita. Disamping lingkungan yang toxic, ada pula toxic self talk yang sering kita lakukan pada diri sendiri sehingga membuat kita yakin bahwa goals yang kita miliki terlalu tinggi. Distraksi-distraksi tersebut dapat membuat kita menyerah dan berhenti berusaha sebelum mengukur peluang nyata yang kita punya.

Oleh karena hal-hal tersebut, menjauhkan diri dari distraksi disekeliling kita adalah kunci dalam mencapai tujuan yang kita tetapkan. Selain itu, kita juga bisa mengganti distraksi-distraksi tersebut dengan hal yang lebih bermanfaat bagi kita. Contohnya, meditasi dan olahraga. Dengan meditasi, kita dapat senantiasa menjaga ketenangan dalam diri kita, sehingga kita juga bisa menjadi lebih fokus dan tidak mudah terdistraksi. Olahraga membentuk tubuh yang sehat dan memberi stamina untuk menjaga kita dari burnout. Olahraga juga dapat menyegarkan pikiran sehingga memberikan kita energi maksimal untuk menghasilkan progress dalam mencapai goals yang kita punya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini