Hai kamu masa lalu!

Aku memang masih ingat, namun aku menyapa mu bukan berarti aku masih menyimpan kenangan tentang mu. Munafik jika dikatakan kalau aku sudah lupa kamu, memang aku tidak lupa tapi lebih tepatnya aku sudah tidak peduli lagi dengan kamu 'masa lalu'.

Advertisement

Beberapa bulan terakhir selalu muncul notifikasi dari akun sosial mediaku, awalnya aku terkejut memang. Tak kusangka kamu dengan beraninya yang berkali-kali kirim follow request pertemanan, meski aku berkali-kali juga mengabaikan.

Tak seperti kebanyakan wanita-wanita lainnya yang baper atau berlebihan menyikapi tingkah mantan yang tiba-tiba hadir kembali. Mungkin kau sempat berpikir kalau aku senang? atau galau? hmmm.. tidak keduanya, aku sudah biasa saja.

Walau sudah biasa saja, bukan berarti aku dengan mudahnya menerima friend request dari mu di sosial media. Bukan, sekali lagi bukan berarti aku gagal move on, aku sudah lebih nyaman dengan keadaanku sekarang ini. Dan aku memang sudah tidak peduli lagi.

Advertisement

Aku juga tidak mau ke-GR-an atau 'gede rasa' dengan tingkahmu demikian. Kebanyankan wanita lain mungkin mengira, saat mantan hadir kembali berarti dia masih peduli dengan ku. Oh, tentu tidak. Justru (maaf) aku malah berburuk sangka kepada mu, aku berasumsi bahwa kehadiran dirimu hanya sekedar kamu ingin tahu, apakah hidup ku sekarang ini sengsara tanpa mu?

Dan jangan kau besar kepala juga, aku menulis ini bukan berarti aku masih peduli. Aku hanya menuliskan pesan untuk mu yang masih suka kepo. Karena kamu ingin tahu keadaan ku sekarang, walau tak bisa stalking di media sosialku lagi, aku yakin kamu pasti akan mencari, menemukan dan membaca tulisanku ini. Kamu pun dahulu tahu bukan, aku suka mengungkapkan ekspresi diri melalui tulisan.

Dear mantan yang masih suka kepo

Ingatlah, ini pesan ku. Jika kamu ingin tahu keadaan ku sekarang. Aku jauh lebih bahagia tanpa dirimu. Setelah terlepas dari dirimu, kehidupan ku lebih berkualitas. Dan yang aku tahu, kamu juga sudah berbahagia, bukan? dengan tunanganmu hasil pengkhianatan dahulu. Lalu, untuk apa lagi kamu mencari-cari tahu keadaan ku saat ini?

Pasti kamu kepo siapa pasanganku sekarang? Apakah pasanganku saat ini lebih baik darimu?

So, yang pasti siapapun pasanganku yang telah menjadi jodohku, itu adalah orang yang jauh lebih baik dari kamu. Dan pasti yang terbaik dikirimkan Tuhan untuk ku

Sudahlah, untuk apa kita bersua kembali. Bukan maksud berhati jelek untuk memperbanyak musuh. Tapi lebih baik mencegah dari pada menyalakan kembali bara kebencian.

Karena tiada yang tidak mungkin, jika mantan tidak suka dengan kehidupan kita yang sekarang, yang jauh lebih berbahagia dengan jodoh kita saat ini. Walau memang masing-masing sudah memiliki pasangan.

Berbahagialah mantan, nikmatilah kehidupanmu dengan pasanganmu saat ini. I’m fine and better than without you!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya