Huru-Hara Masuk FK

Ini adalah cerita saya yang akhirnya menjadi mahasiswa kedokteran. Cerita ini dimulai dari pendaftaran SNMPTN 2021. Sebelum pendaftaran SNMPTN dibuka, tentunya kita harus tahu apakah kita termasuk siswa yang eligible atau tidak. Selama menunggu pengumuman itu saya sangat  gugup, berharap agar masuk dalam daftar siswa yang eligible. Setelah menunggu beberapa waktu, saya senang karena saya termasuk siswa yang eligible untuk mendaftar SNMPTN 2021. Setelah itu saya langsung mempersiapkan hal apa saja yang diperlukan untuk administrasi SNMPTN 2021. Ketika semua hal yang diperlukan untuk administrasi SNMPTN 2021 sudah terkumpul, saya langsung submit ke dalam web-site SNMPTN 2021. Hari demi hari saya lewati untuk menunggu pengumuman SNMPTN 2021.

Saya sangat gugup ketika akan membukan hasil pengumumannya, berharp agar saya dapat lolos pada SNMPTN 2021. Namun, takdir berkata lain. Dalam pengumuman itu saya dinyatakan tidak lolos seleksi. Melihat itu, perasaan saya jadi campur aduk, sedih, kecewa. Dengan tidak lolosnya saya pada SNMPTN 2021 membuat saya sedih dalam waktu yang cukup lama. Tetapi, saya ingat bahwa jalan saya tidak berhenti pada SNMPTN saja, masih ada seleksi lain yaitu SBMPTN 2021. Agar tidak mengalami hal yang sama untuk kedua kalinya, saya berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuan saya untuk menghadapi UTBK-SBMPTN 2021.

Akhirnya tibalah hari dimana saya harus mengikuti UTBK-SBMPTN 2021. Rasanya sangat gugup ketika akan memulai mengerjakan ujian. Setelah itu, saya menunggu pengumuman hasil UTBK-SBMPTN 2021. Pada kesempatan kali ini pun saya gagal lagi, tidak lolos seleksi. Padahal saya sangat ini bisa melanjutkan pendidikan ke kedokteran. Kemudian, saya mencoba mengikuti seleksi mandiri. Tetapi hasilnya sama, gagal lagi. Hal itu membuat saya sangat sedih sampai bipikir untuk gap year. Namun, orangtua saya tidak membiarkan untuk gap year. Orangtua saya menyarankan untuk mencoba mendaftar di universitas swasta.

Akhirnya saya mencari informasi mengenai universitas swasta yang membuka program studi kedokteran. Setelah informasi terkumpul, saya mempersiapkan segala keperluan untuk administrasi pendaftaran. Mulai dari cek kesehatan, nilai rapor, dan lain-lain. Setelah semua keperluan terkumpul, saya submit semua keperluan tadi pada web-site pendaftar universitas swasts tersebut. Hanya dalam waktu satu minggu, saya sudah bisa mendapat hasil pengumumannya. Lagi-lagi saya gagal dalam seleksi untuk masuk ke program studi kedokteran yang ada di universitas swasts tersebut. Sesulit inikah untuk bisa masuk program studi kedokteran? pikirku. Karena hal itu, saya hampir menyerah untuk bisa melanjutkan pendidikan ke program studi kedokteran.

Orangtua saya selalu memberi semangat kepada saya untuk tidak menyerah akan keinginan saya. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba mendaftar program studi rumpun kesehatan lain yang ada di universitas swasta tersebut. Ketika membuka pengumuman hasil seleksi, saya tidak menyangka bahwa saya akan lolos. Setelah itu saya urus segala administrasi untuk registrasi ulang. Tibalah hari pertama saya kuliah, ketika itu masih online. Saya menjalani kuliah saya dengan setengah hati karena itu bukan program studi yang saya inginkan. Saya masih tidak menyangka kenapa saya melanjutkan pendidikan di program studi yang kurang saya minati. Padahal saya sangat ingin melanjutkan pendidikan saya di program studi kedokteran.

Selama perkuliahan tersebut, saya selalu berpikir untuk mencoba SMPTN 2022. Waktu pun berjalan hingga saya memasuki semester dua. Pada semester dua itu, saya mendaftar SBMPTN 2022 untuk mengejar keinginan saya. Setelah mendaftar SBMPTN 2022, tibalah hari dimana saya harus mengikuti ujian UTBK-SBMPTN 2022. Saya menunggu pengumuman SBMPTN 2022 dengan pasrah. Lagi, saya gagal dalam seleksi untuk melanjutkan pendidikan ke program studi kedokteran. Tetapi, orangtua saya menyemangati saya untuk mencoba lagi di universitas swasta. Kali ini saya mencoba dengan jalur ujian tulis. Tetapi, hasilnya masih tetap sama. Saya agal lagi dalam seleksi. Karena hal itu, saya benar-benar sudah ikhlas dengan takdir yang ada. Ikhlas apabila tidak melanjutkan pendidikan di kedokteran.

Sampai suatu ketika, orangtua saya menyarankan saya untuk mencoba yang terakhir kali dengan mengikuti seleksi mandiri. Seleksi mandiri yang saya ikuti adalah ujian tulis. Setelah melakukan persiapan, submit berkas, dan mendaftar tibalah hari dimana saya ujian. Saya merasa bisa melewati ujian seleksi ini dengan cukup baik. Ketika menunggu pengumaman, saya hanya bisa pasrah, mengharapkan hasil yang baik. Tibalah hari pengumuman seleksi mandiri. Saya sangat gugup ketika membuka hasil pengumuman karena sangat berharap supaya seleksi ini menjadi jalan saya untuk bisa melanjutkan pendidikan di program studi kedokteran.

"Selamat Anda Dinyatakan lolos Seleksi SPMB Universitas Sebelas Maret 2022 jalur Seleksi Mandiri Jalur Tulis UNS" hal itu tertulis pada halaman web-site pendaftaran UNS. Hal itu membuat saya kaget sekaligus senang karena akhirnya saya bisa mencapai keinginan saya untuk melanjutkan pendidikan di program studi kedokteran dan menjadi mahasiswa kedokteran. Itulah cuplikan cerita bagaimana saya, akhirnya bisa menjadi mahasiswa kedokteran.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini