Ibu adalah Malaikat di Dunia Nyata yang Selalu Menjaga Kita dengan Seluruh Kasih Sayangnya

Sayangi selalu dia selagi masih ada di dunia

Helai demi helai rambutnya memutih, jari jemari terkadang tampak bergetar, kulit mulai kecut dan keriput, tatap matapun tampak lelah, dan ketika kakinya melangkah semakin lama semakin perlahan seakan tak sanggup lagi melangkah. Wanita yang telah mengandung kita selama sembilan bulan lamanya, telah semakin tua dimakan usia. Sudahkah kita membuatnya tersenyum bangga? ataukah hanya bisa membuatnya menangis dan mengukir duka dihatinya?

Advertisement

Hati yang begitu  suci, suci akan cinta kasih terhadap anaknya. Namun tak jarang kita sebagai seorang anak melawan, membantah, kata-kata yang terucap dari mulut ibu kita. Bahkan begitu mirisnya, pernah kita mendengar berita seorang anak telah membunuh ibu kandungnya sendiri. Padahal kita sama-sama tahu bahwa kasih sayang seorang ibu sungguh mulia dalam merawat dan membesarkan anak-anaknya. Dari kita dalam kandungan bahkan hingga kita sudah menjadi seorang ibu atau ayah, kasih sayangnya akan tetap ada sepanjang masa.


Kasih ibu kepada beta, tak terhingga sepanjang masa, hanya memberi tak harap kembali, bagai sang surya menyinari dunia


Lagu itu hanya memang hanya sepotong dan sederhana. Dinyanyikan pun tak setiap masa. Paling sering didengar saat perayaan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember. Namun ia begitu membekas dan memiliki makna dalam tentang besarnya cinta dan kasih sayang seorang ibu kepada kita.

Advertisement

Memang kasih sayang seorang ibu kepada anaknya akan tetap ada sepanjang masa hidupnya, melalui rahimnya kita menjadi ada, dia memastikan kita tumbuh dengan baik, mengorbankan segala hal dalam hidupnya hanya untuk kebahagian anaknya.

Seperti halnya banyak sekali kisah nyata tentang pengorbanan seorang ibu yang terkadang membuat kita menjatuhkan air mata, diantaranya kisah yang dilansir dari Idntime.com, kisah heroik seorang ibu di Jepang, ibu yang rela memasang badan dan mengorbankan nyawanya, demi melindungi bayi lelaki yang sangat dicintainya dari reruntuhan bangunan yang disebabkan oleh gempa bumi. Tentu kita masih ingat pada tahun 2011, tepatnya bulan Oktober, terjadi sebuah gempa bumi yang cukup dahsyat di Jepang. Membuat banyak sekali korban yang berjatuhan ketika gempa tersebut. Saat gempa bumi telah reda, tim penyelamatpun tiba untuk mencari para korban yang selamat, serta memeriksa keseluruhan wilayah yang terkena gempa. Regu penyelamat akhirnya sampai di depan reruntuhan sebuah rumah milik seorang wanita. Setelah ditelusuri sampai kedalam, regu penyelamat menemukan sang pemilik rumah telah menunduk kearah depan, dengan tangan seperti memeluk sekaligus melindungi suatu hal.

Advertisement

Mengira perempuan itu masih hidup, regu penyelamat lantas mencoba mengangkatnya dari celah-celah, ternyata wanita itu telah tiada. Ketika para regu penyelamat mau meninggalkan lokasi, tiba-tiba ketua regu penyelamat melihat seorang bayi. Ya, bayi tersebut terbaring tepat di ruang kosong yang dijaga erat oleh perempuan yang merupakan ibu dari bayi lelaki berusia 3 bulan tersebut. Bayi tersebut sedang tertidur nyenyak, tentu saja regu penyelamat segera menyelamatkannya. Satu hal yang paling mengejutkan, di dalam balutan selimut bayi, terdapat sebuah telepon genggam dengan layar bertuliskan, “Jika kamu hidup, kamu harus ingat bahwa ibu sayang kamu,"

Suatu kisah yang menunjukkan betapa cintanya seorang ibu kepada anaknya, begitu luar biasa dan begitu mulianya hati seorang ibu. Kasih sayangnya tanpa batas seperti butiran pasir disamudera, tak terhitung berapa jumlahnya.

Ibu, sosok yang akan selalu melekat dihati kita sampai kapanpun itu. Senyum ibu bagaikan hujan disaat kemarau berkapanjangan. Matanya adalah pancaran sinar yang selalu menerangkan langkah kita. Sosoknya seakan menjadi pelita yang akan terus menyala dalam hidup kita.

Sebagai seorang anak, ibu adalah segalanya, ibu seperti hidup kita. Pengorbanan yang sudah ia lakukan, tidak ada tandingannya didunia ini. Dia tidak pernah meminta untuk mengganti atau membayar setiap pengorbanan yang dilakukannya, karena memang tak akan bisa tergantikan dan tak terbayarkan oleh apapun itu. Seorang ibu pun rela bertaruh nyawa demi melahirkan kita ke dunia. Ibu adalah sosok wanita kuat dan tangguh, meski tidak berotot. Ia seperti malaikat didunia nyata, malaikat yang siap selalu menjaga kita dengan cinta tulus kasihnya.

Kalau berbicara cinta kasih yang tulus, sosok yang pertama teringat dimata kita pasti adalah seorang ibu. Ibu yang selalu sayang apapun dan bagaimanapun itu keadaan kita, seburuk apapun kondisi kita. Ibu pun akan selalu memaafkan perkataan-perkataan anaknya yang seringkali menyakitkan hatinya.

Perkataan-perkataannya pun seringkali kita tak mendengarnya. Namun tak sedikitpun mengurangi rasa cinta ibu kepada kita. Hatinya memang terkadang sedih jika kita tak melakukan apa yang dia pinta. Namun tak sedikitpun mengurangi rasa sayang ibu kepada kita.

Ibu, sosok yang begitu kuat hatinya. Tapi jangan karena itu kamu lalu berpikir. Bagaimanapun kamu menyakiti, ibu akan selalu baik-baik saja. Karena terkadang ibupun menangis dalam hati. Namun dia tidak ingin kamu tau kesedihannya. Ibu memang bagai malaikat di dunia nyata, yang selalu menjaga kita. Tapi jangan karena itu kamupun menjadi sosok yang lemah. Ibu selalu menginginkan anaknya tumbuh dewasa. Karena nanti ada saatnya kita tak lagi bersamanya. Ada saatnya kita berpisah dengannya, berpisah untuk yang selama-lamanya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE