Setiap anak pasti ingin membahagiakan kedua orang tua nya, seperti anak pada umumnya aku juga ingin membalas budi kepada mereka. kisahku ini masih teringat jelas di memoriku, tetapi aku yakin pasti Tuhan punya rencana yang lebih indah dari ujian hidupku ini. Maafkan anakmu ini ibu.

3 tahun lalu aku masih bersekolah di SMK ternama di kotaku, seperti murid pada umumnya aku juga mencari lowongan kerja setelah lulus nanti. Aku menemukan sebuah lowongan kerja di sebuah perusahaan ternama, sayangnya perusahaan itu berada di luar kota. Karna aku ingin membahagiakan orang tua aku mendaftar di perusahaan itu, setelahah melalui tes interview dan sebagainya Alhamdulillah aku diterima. Orang tua pun mengantarkan keberangkatanku di stasiun kota

Advertisement

Awalnya semua baik-baik saja, tetapi mulai bulan ke 3 aku terkena demam parah, sehingga harus dilarikan ke Rumah Sakit di kota itu, dan parahnya aku sampai kejang-kejang. Pihak rumah sakit pun menghubungi keluargaku, sehingga mereka lekas kesana. Setelah di ronsen untuk mengecek apakah ada kerusakan pada otakku ternyata hasilnya nihil, malah terdapat penyakit lain yaitu paru-paru ditambah karna kejang saya menderita epilepsi, padahal saya bukan perokok. Karna rumah sakit tidak dapat menangani penyakitku sehinggaku aku dirujuk ke rumah sakit di Jakarta, tetapi orang tuaku menolak dan meminta dirujuk ke kota saya.

Disana saya ditangani di rumah sakit besar, setelah saya diijinkan pulang, kulit saya memerah, setelah diperiksakan saya terkena alergi obat paru-paru, sehingga harus dirawat lagi di rumah sakit. Berulang kali saya masuk rumah sakit dalam kurun waktu 3 tahun dan biaya yang orang tua saya keluarkan diatas 5 juta hingga hutang sana sini dan sampai sekarang pun epilepsi saya belum sembuh, maafkan anakmu ini ibu yang ingin membahagiakanmu malah terbalik menyusahkanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya