Pada suatu hari di Indonesia, terdapat berbagai kekurangan yang masih sering ditemui dalam pelayanan kesehatan. Manajemen pasien yang kurang maksimal membuat proses penyembuhan dan kepuasan pasien masih terhambat. Selain itu, perawatan pasien yang dilakukan hanya oleh tenaga kesehatan dari satu bidang saja menyebabkan kurangnya kolaborasi antar profesi kesehatan.
Namun, melalui penerapan Interprofessional Education (IPE), mahasiswa dari berbagai profesi kesehatan diajarkan untuk bekerja secara kolaboratif dan saling melengkapi. Mereka memahami peran masing-masing dan belajar bagaimana berkomunikasi secara efektif serta bekerja dalam tim. Diharapkan melalui IPE, pelayanan kesehatan di Indonesia dapat meningkat dengan adanya kerja tim yang solid, penanganan pasien yang lebih holistik, dan kepuasan pasien yang lebih baik.
Program IPE perlu diperkenalkan sedini mungkin kepada mahasiswa agar memfasilitasi mereka dalam bekerja dan berkolaborasi dengan mahasiswa dari disiplin ilmu yang berbeda. Program ini membantu meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi antarprofesi tenaga kesehatan. Dalam penanganan pasien Diabetes Mellitus tipe II, berbagai disiplin ilmu seperti kedokteran, kedokteran gigi, keperawatan, ilmu gizi, psikologi, fisioterapi, farmasi, dan kesehatan masyarakat berperan dalam memberikan pelayanan yang komprehensif.
Implementasi IPE dapat meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan klinis, kualitas perawatan, dan keselamatan pasien. Meskipun terdapat faktor penghambat seperti kurangnya komunikasi yang baik dan pemahaman peran masing-masing profesi, dampak positif IPE terlihat pada keselamatan pasien dan kepuasan pasien. Penerapan IPE dalam pendidikan kesehatan penting untuk membentuk mahasiswa yang profesional, mampu bekerja sama, dan menghargai profesi kesehatan lainnya.
Berdasarkan dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya interprofessional education (IPE) maka secara tidak langsung akan meningkatkan kemampuan dan kompetensi kolaborasi antar profesi kesehatan sehingga dapat menciptakan tenaga kesehatan yang profesional, mampu bekerjasama, dan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Implementasi IPE terhadap manajemen pasien dapat meningkatkan keselamatan pasien dan memiliki beberapa dampak seperti dampak pada keselamatan pasien, kepuasan pasien dan kualitas pelayanan rumah sakit.
Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan IPE antara lain komunikasi, latar belakang tingkat pendidikan yang berbeda dan memahami peran masing-masing, kerjasama dan kolaborasi yang baik antar tenaga kesehatan sehingga tujuan keselamatan pasien meningkat, namun masih terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan kolaborasi yaitu komunikasi yang kurang baik, latar belakang pendidikan yang berbeda dan keterbatasan pemahaman tentang peran masing masing profesi kesehatan.
Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya
“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”