Ini Penjelasan Psikologis, Mengapa Kamu Suka atau Bahkan Membenci Kopi

Kamu termasuk milenial pecinta kopi atau nggak? Ada sebagian orang yang nggak suka kopi, bahkan mereka nggak pernah menghabiskan satu cangkir kopi atau justru nggak berniat untuk meminum kopi. Tapi ada juga yang coffee addict sampai-sampai rasanya nggak bisa berpikir kalau belum minum kopi.

Advertisement

Bagi sebagian orang, minum kopi adalah gaya hidup dan sama rutinnya dengan menyikat gigi atau mandi. Dan mungkin benar-benar kecanduan kafein. Apalagi sekarang lagi ngetrennya anak millenial yang menghabiskan waktu di coffee shop hanya untuk sekadar menikmati kopi ataupun menghabiskan waktu dengan berselancar di dunia maya. Ya, bahkan ada penelitian lho, kalau mengerjakan tugas di coffee shop itu bisa meningkatkan konsentrasi.

Kira-kira apa ya, yang mendasari seseorang suka atau bahkan membenci kopi?

Menurut Dr. Sanam Hafeez PsyD., Seorang neuropsikolog dan profesor di Universitas Columbia, seseorang yang suka meminum kopi biasanya terbentuk dari lingkungan. Misalnya, jika seseorang selalu melihat orang tuanya selalu minum kopi di pagi hari, mencium aroma kopi setiap hari, atau memperhatikan berapa cangkir kopi yang dikonsumsi teman dan keluarganya dalam sehari.

Advertisement

Dia mengklaim bahwa banyak dari kebiasaan ini dipelajari dan akhirnya menjadi kebiasaan sehari-hari. Jadi pada dasarnya, dia mengatakan bahwa kita dipengaruhi oleh orang lain. Dan itulah yang menyebabkan kita memiliki kecanduan atau bahkan nggak menyukainya.

Dr. Sanam mengungkapkan, jika seseorang mulai meminum kopi setiap hari, otak mereka akan selalu berpikir bahwa mereka membutuhkan kafein sehingga mereka menjadi ketergantungan.

“Kopi memberi mereka stimulasi yang menyentak mereka dari kelelahan menjadi berenergi dan menghidupkan kewaspadaan,” jelasnya. "Jika mereka tidak meminum kopi, mereka dapat mengalami kesulitan berkonsentrasi pada tugas yang sedang dikerjakan."

Dan kecintaan seseorang pada kopi adalah tentang mengondisikan diri untuk menikmatinya. Pada dasarnya, kita yang bisa mengubah pola dan menciptakan kemauan, baik itu disadari atau tidak. Jadi, apakah kamu bergantung pada kopi atau tidak, kamu yang menentukannya sendiri.

Nah, mungkin sekarang kamu sudah tahu kan kenapa seseorang bisa kecanduan kopi atau nggak. Karena memang otak manusia memiliki beribu sel untuk menentukan sesuatu yang akan dikerjakannya.

Saya sendiri pun termasuk penikmat kopi. Ya, itu juga kopi sachetan. Saat menulis artikel ini saja saya pun minum kopi. Kalau saya bukan mengikuti tren, tapi karena terpapar pengaruh saudara saya yang selalu minum kopi hitam. Awalnya saya sama sekali nggak mengenal apa itu rasanya kopi, bahkan mendengar nama kopi saja saya berpikir kalau kopi itu berkaitan dengan pria perokok dan kuli.

Memang benar, kan, kopi biasanya disantap ketika makan gorengan sambil merokok dan itu sering sekali dilakukan oleh kebanyakan pria. Tentu saja saya nggak tertarik. Tapi setelah terpapar aroma kopi hampir setiap hari, barulah saya sadar kalau kopi itu nikmat juga. Dan gak seburuk yang saya duga.  Memang, paparan lingkungan sangat berpengaruh terhadap prilaku seseorang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Killing my time with arts, literature, phraseology, visualization, and manipulate. https://ameliasolekha.blogspot.com/

CLOSE