Perpisahan yang aku inginkan ternyata malah menjadi boomerang untuk diriku sendiri. Maafkan aku yang dulu pernah melukaimu. erlambatkah diriku untuk meminta maaf? yang aku tahu tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf. Apalah daya diri ini, ketika aku tergiur godaan yang hadir di antara kita. Ketika kulihat dirimu belum ada kepastian, kemudian dia hadir dengan segala kelebihannya dan memberi harapan yang ternyata… kosong. Saat itu aku tergiur dalam kebaikan yang nyatanya tidak lebih baik darimu. Mungkin ini yang biasa orang sebut karma. Tuhan memberikan pelajaran untukku karena menyia-nyiakan orang yang sangat sayang terhadapku demi sesorang yang ku anggap lebih baik.

Aku merindukanmu, Aku merindukan kita yang dulu

Advertisement

Aku merindukan dirimu yang selalu ada menemaniku dalam keadaan senang maupun sedih. Aku merindukan kita ketika melakukan hal gila bersama. Terkadang terpikir, mengapa aku begitu bodohnya melepasmu? Mengapa aku tak memberimu kesempatan sedikit lagi?

Aku ingin bertemu denganmu lagi, bolehkah?

Penyesalan memang selalu datang belakangan ya.. Aku terkadang suka menyesali tindakan bodohku itu. Mengapa aku lebih memilihnya dibandingkan kamu? Dia yang memberikan buaian-buaian masa depan yang ternyata palsu. Kalau Tuhan mau memberikan kesempatan, mungkin tak akan aku sia-siakan dirimu. Salahnya aku telah mengartikan rasa nyaman yang kuanggap cinta sejati. Tapi penyesalan hanyalah penyesalan, tak mungkin lagi bisa diperbaiki dan tak mungkin bisa bersamamu kembali.

Advertisement

Sekarang hanya bisa melihatmu dari kejauhan bersama dirinya yang sudah ditakdirkan bersanding denganmu. Tak mungkin lagi aku bisa bertemu denganmu, karena sudah ada tembok di antara kita. Tuhan pun pasti akan marah kalau aku berusaha menemuimu kembali. Cukuplah aku bertindak bodoh sekali, tak kan ku ulangi untuk kedua kali.

Doaku yang terbaik selalu kupanjatkan untuk kebahagiaanmu.

Tuhan memang tidak menakdirkan kita untuk bersama. Kamu sudah bertemu dengan takdirmu sedangkan aku di sini masih mencari.. mencari seseorang yang bisa dibilang seperti kamu. Walaupun aku tahu tak ada lagi yang sepertimu.. Selama ini aku terus mencari tetapi belum ada yang bisa meluluhkan hatiku lagi. Seakan-akan aku sudah lelah dengan cinta. Sebagai manusia, aku hanya bisa pasrah. Tiada kata yang bisa mengartikan perasaan ini. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kau, takdirmu, serta diriku bersama takdirku.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya