Apa kamu pernah mencintai seseorang dengan sangat dalam ? Hingga saat dia pergi, dia membawa seluruh cinta yang kau berikan..

Perjalanan hidup seseorang tidak ada yang sama. Kita punya kisah masing-masing yang kita alami dalam hidup kita. Ada yang kisahnya begitu menyenangkan, namun tak jarang begitu menyakitkan. Semuanya berputar, berotasi setiap waktunya dan tidak ada yang pernah tau akan seperti apa kisah selanjutnya. Aku pernah mencintai begitu dalam, hingga saat dia pergi, aku seperti kehilangan diriku sendiri. Aku pernah sangat menyayangi. Hingga saat dia berbohong, aku tetap mampu memaafkan, walau kadang itu terus berulang. Aku begitu erat menggenggam tanganmu, hingga mungkin kamu sesak dan menjauh. Kamu pergi membawa semua cinta yang aku berikan, hingga aku bahkan tak punya cinta untuk diriku sendiri.

Advertisement

Aku Jatuh, dan bangkit lagi. Jatuh cinta, dan patah hati lagi.

Setiap kali jatuh cinta, aku selalu berharap ini adalah yang terakhir. Setiap kali aku jatuh hati, aku selalu berharap dia juga akan menyayangiku dengan baik. Setiap kali mencintai, aku akan menggenggam cinta itu sangat erat agar dia tak pergi. Tapi aku hanya bisa berencana, karena tetap saja Tuhan yang merancang skenarionya. Aku jatuh, dan bangkit lagi. Jatuh cinta, dan patah hati lagi. Menangis, dan tak lama kemudian bahagia kembali. Semuanya terus berulang, hingga terkadang aku lelah dengan diriku sendiri. Hingga terkadang aku malas untuk jatuh cinta kembali. Karena setiap kali aku mulai mencintai, dia akan pergi, atau mungkin aku yang pergi. Karena setiap kali ada hal yang tak aku sukai, aku akan menjauh dan mencari kesempurnaan pada yang lain. Kadang saat aku sudah merasa nyaman, dia malah pergi menghilang. Aku kerap bertanya pada Tuhan, sampai kapan?

Setiap kali aku melihat ke belakang, aku mulai menyesali semuanya. Semua kebodohanku, semua egoku.

Advertisement

Kadang aku tak mengerti rencana Tuhan, Dia kerap membuatku patah hati dan kemudian jatuh cinta lagi. Dia kerap membuatku merasa begitu bodoh karena mencintai seseorang yang tak mencintaiku kembali. Saat aku sendiri, aku kerap menyesali semuanya. Kenapa dulu aku begitu naif ? Kenapa dulu aku begitu mudah jatuh cinta ? Kenapa aku selalu begitu tulus dan pada akhirnya aku yang terluka ? Aku menyesalinya dan berjanji tak akan lagi terluka, tapi tetap saja, aku mengulanginya. Ya, aku bodoh dalam urusan cinta. Begitu kira-kira kesimpulan yang aku ambil untuk sementara. Sementara, karena aku tak ingin lagi terluka, aku tak mau lagi mengulanginya.

Seerat apapun kau genggam, jika dia bukan untukmu dia akan tetap menghilang..

Kini, aku selalu merelakan hal-hal yang tak membuatku bahagia, aku selalu membiarkan dia pergi jika memang dia juga tak bahagia, saat bersamaku. Aku tak pernah ingin bertahan pada hubungan yang tak baik. Karena dulu, aku pernah rela selalu tersakiti karena aku begitu menyayangi. Sekarang aku belajar untuk tak terlalu kuat menggenggam, aku belajar untuk berhenti memaksakan. Karena jika memang dia adalah cinta sejatimu, dia akan selalu punya cara untuk menemukanmu. Karena jika dia memang menyayangimu, dia akan selalu punya alasan untuk kembali padamu. Dan jika dia tak kembali, berarti dia memang bukan untukmu. Karena seerat apapun kau genggam, jika dia bukan untukmu dia akan tetap menghilang.

Aku bersyukur, Tuhan menempaku menjadi dewasa. Tuhan mengajariku cara ikhlas dalam mencinta..

Menjadi dewasa tidak ditentukan oleh bertambahnya usia. Karena terkadang seseorang yang umurnya terus bertambah, tapi kedewasaannya tak bertambah. Kedewasaan selalu diuji dengan caramu menghadapi setiap masalah kehidupan. Kau akan ditempa dengan begitu banyak cobaan, dan saat kamu mampu melewatinya kamu akan bertambah dewasa. Aku bersyukur, Tuhan menempaku menjadi dewasa dengan begitu banyak air mata dan kecewa. Aku bersyukur, Tuhan mengajariku cara mengikhlaskan segala hal yang memang bukan untukku. Termasuk mengikhlaskan kamu.

Aku percaya suatu hari nanti Tuhan akan menjawab semua doaku. Mempertemukanku dengan cinta terakhirku..

Perjalanan ini belum berakhir, dan akan terus berjalan hingga aku menemukan jawaban. Aku hanya perlu bersabar dan tetap berdoa, karena aku percaya suatu hari nanti Tuhan akan menjawab semua doaku. Mempertemukanku dengan kamu, cinta terakhirku. Pastikan kamu juga sabar menunggu, hingga aku menemukanmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya