Pernahkah anda terbangun ketika tidur, namun tidak bisa bergerak? Mungkin anda tidak percaya, tetapi banyak orang pernah pengalami hal semacam ini. Hal ini sering kali terjadi kepada 8% populasi manusia di dunia. Sleep Paralysis atau yang lebih dikenal sebagai kelumpuhan tidur, ialah sebuah kondisi dimana anda terbangun saat tidur namun semua bagian tubuh tidak bisa digerakkan kecuali mata.

Banyak orang yang mengalami kelumpuhan tidur, mengakui mereka melihat sejenis makhluk halus dan dari situlah munculnya sebutan “ketindihan”. Disebut ketindihan dikarenakan oleh rasa ketakutan dan dalam bahaya namun tidak bisa menggerakan tubuh kecuali mata dan terasa seperti ada yang menekan badan. Untuk orang-orang yang sudah pernah mengalami hal tersebut mungkin menganggap bahwa hal ini biasa terjadi pada manusia saat lelap tertidur. Tetapi bagi orang-orang yang tidak pernah mengalami hal serupa ini, pasti berfikir bahwa kelumpuhan saat tidur adalah hal yang aneh, menyeramkan dan berbahaya.

Advertisement

Ada banyak mitos dan fakta dibalik Sleep Paralysis atau “ketindihan”. Mitos yang paling dipercaya oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, yaitu bahwa jika itu terjadi, kita sedang “ditiduri” oleh makhluk halus. Mereka menyebutnya “Rep-repan”. Sebagian mengkaitkan jika rep-repan terjadi karena di ruangan tersebut dihuni makhluk halus jahil.

Atau ada pula yang meyakini rep-repan adalah situasi dimana jasad seseorang yang sedang tertidur berusaha dirasuki oleh makhluk halus.[i] Orang yang mengalami “Rep-repan” biasanya seperti berhalusinasi melihat penampakan sosok makhluk halus di sekitarnya. Sehingga wajar jika orang-orang dahulu kerap menghubung-hubungkan rep-repan dengan hal berbau mistis.

Kejadian ini pun sudah terjadi dari dulu kala. Mitos lainnya ialah, Zaman dulu, ada kepercayaan kalau fenomena ini diakibatkan oleh "Old Hag" atau "Penyihir" yang sedang menduduki dada korban. Dari situlah ia mendapatkan nama The Old Hag Syndrome.[ii] Mulainya perkembangan di sains dan teknologi mengakibatkan kepercayaan – kepercayaan ini terbukti tidak benar, namun masih banyak yang percaya karena kisah turun–temurun dari nenek moyang. Karena mitos ini telah dipercaya sejak zaman nenek moyang, maka tidak sedikit orang yang percaya akan mitos ini.

Advertisement

Mitos mengenai kelumpuhan tidur banyak terdapat di negara – negara lain juga. Seperti, Islandia, dipercayai bahwa jika anda mengalami kelumpuhan tidur, artinya dada anda sedang diduduki oleh makhluk halus yang sengaja membuat anda sesak nafas dan mati lemas. Sedangkan di Jepang, dipercayai bahwa jika anda mengalami kondisi tersebut, anda terikat oleh makhluk halus. Tak hanya itu, di Kamboja, Laos dan Thailand, kejadian ini dipercayai sebagai, seseorang tidur dan bermimpi makhluk halus memegangi atau menahan tubuh orang itu untuk tinggal di alam mereka.[iii]

Berbicara istilah lain selain yang digunakan di Indonesia, faktanya, “ketindihan” atau “Rep – repan” atau yang dikenal sebagai Sleep Paralysis di dunia kedokteran. Sleep Paralysis di definisikan sebagai ketidakmampuan tubuh mengendalikan otot volunteer selama sleep onset (gypnagogic) atau selama terbangun di antara waktu malam dan pagi dalam waktu tertentu (hypnopompic).[iv] Sleep Paralysis terjadi akibat mekanisme otak yang tidak sejajar saat tidur yang menyebabkan kita untuk terbangun di saat masih fase REM dalam tahapan-tahapan tidur.

Selama fase REM ini, biasanya mata bergerak-gerak/berkedut (itulah mengapa fase ini disebut REM atau rapid eye movement) dan napas menjadi lebih tidak teratur, aktifitas otak dan ritme detak jantung juga meningkat dan tak menentu.[v] Dalam fase REM, seluruh anggota tubuh dilumpuhkan agar saat bermimpi, tubuh tidak ikut gerak, dan saat inilah biasanya terjadi Sleep Paralysis.

Hal – hal tersebut biasanya terjadi dikarenakan oleh banyak bergadang, stress, posisi tidur yang terlentang, Narkolepsi, dan juga gangguan Bipolar. Terjadinya fenomena “ketindihan” atau Sleep Paralysis bisa menjadi hal yang traumatis bagi yang mengalami karena, saat bangun terasa seperti anda meninggal, karena yang tersadar hanya pikiran/akal dan seluruh badan tidak bisa bergerak.

Faktanya, hal ini bisa dialami oleh siapa saja tanpa batasan usia, gender, dan lain sebagainya karena faktor-faktor fisik seperti itu tidak menutup kemungkinan seseorang untuk mengalami kelumpuhan saat tidur. Namun pada dasarnya, Sleep Paralysis paling sering terjadi kepada remaja – remaja usia 14 – 17 tahun.

Ada banyak hal yang bisa dilakukan ketika anda mengalami kelumpuhan tidur. Hal yang pertama ialah untuk tidak panik dan tetap tenang. Setelah itu, cobalah “paksa” untuk menggerakan anggota tubuh seperti ujung jari atau kaki. Hal ini bisa membantu anda untuk keluar dari “kelumpuhan”, karena cara cepat untuk memulihkan kelumpuhan saat tidur harus dimulai dari diri kita sendiri yang mengalaminya. Ada juga beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghindari Sleep Paralysis untuk terjadi lagi, seperti, memperbaiki kebiasaan tidur.

Memastikan anda dapat 6-8 jam sehari waktu istirahat dapat mengurangi kemungkinan kelumpuhan tidur, karena salah satu penyebab terjadinya kelumpuhan tidur adalah kurangnya waktu istirahat. Mengurangi stres juga salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kemungkinan kelumpuhan tidur. Jika kejadian Sleep Paralysis terjadi sering sekali, dianjurkan untuk ke periksa kondisi anda ke dokter ahli dikarenakan bisa ada kemungkinan anda mengidap penyakit mental seperti Narkolepsi atau Bipolar.

Dari mitos dan fakta – fakta diatas, bisa disimpulkan bahwa kejadian “ketindihan” makhluk halus tergantung dengan kepercayaan masing – masing individual. Akan tetapi, kejadian tersebut benar ada, di mana disebut Sleep Paralysis yaitu, sebuah kondisi di mana badan anda sedang dilumpuhkan dalam tidur namun, pikiran dan mata anda terbangun dan sadar.

[i] http://neomisteri.com/2012/07/menguak-fenomena-rep-repan/

[ii] http://www.enigmablogger.com/2010/03/memahami-fenomena-sleep-paralysis.html

[iii] http://www.terseram.com/2015/10/mitos-sleep-paralysis-atau-tindihan-di.html

[iv] http://health.liputan6.com/read/2228531/sleep-paralysis-ketindihan-saat-tidur-yang-bikin-panik

[v] https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/sleep-paralysis#2

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya