Jangan Sepelekan Bipolar, Yuk Kenali Lebih dalam Tanda dan Gejalanya!

Apakah bipolar berbahaya dan mematikan?

Gangguan bipolar adalah gangguan pada mood atau suasana perasaan seseorang yang terjadi secara berulang, antara peningkatan mood yang biasa dikenal dengan mania (hipomania) dan penurunan mood yang biasa dikenal dengan depresi. Disebut bipolar karena diambil dari kata bi yang berarti dua dan polar yang berarti kutub. Jadi, ada kutub perasaan yang meningkat bagi mania (hipomania) dan kutub perasaan yang menurun atau depresi. Gangguan ini menimbulkan gangguan dalam fungsi dan aktivitas seseorang dalam kehidupan sehari-hari.

Advertisement

Terdapat dua penyebab gangguan bipolar yaitu faktor biologi dan psikososial. Faktor biologi adalah adanya ketidakseimbangan neurotransmeter di otak yang mengatur suasana perasaan seseorang. Selain itu terdapat juga faktor genetik, yaitu ketika seseorang memiliki keluarga dengan gangguan bipolar makai ia memiliki resiko yang lebih besar.

Faktor yang kedua adalah psikososial, faktor psikososial adalah pola pengasuhan penuh dengan tekanan yang dapat menyebabkan kerentanan seseorang terhadap stress dan daya tahan terhadap stress akan berkurang. Faktor dari peristiwa hidup yang dirasa berat juga menjadi sumber stress yang memungkinan ia akan mengalami gangguan bipolar.

Bipolar bukan kondisi yang dapat mengancam nyawa, namun jika kondisinya dalam keadaan manic ia bisa melakukan perilaku yang beresiko yang tentunya berbahaya. Misalnya, ia melakukan perilaku seksual yang beresiko lalu perilakunya menjadi agresif dan lalu ia melakukan investasi yang tanpa perhitungan. Dan jika seseorang dalam keadaan depresi, ia akan memiliki perasaan ingin bunuh diri hal ini tentu sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.

Advertisement

Terdapat 4 macam episode yang mungkin terdapat pada gangguan bipolar yaitu episode manic, hipomanic, depresi, dan episode campuran. Tanda kelihatan seseorang memiliki bipolar adalah adanya manic dan depresi. Tetapi, tidak semua orang dengan gejala bipolar menunjukkan depresi. Ciri-ciri dari episode manic adalah terjadi peningkatan mood yang lebih dari biasanya, ini menyebabkan aktivitas menjadi lebih banyak dan tidak mudah lelah, kebutuhan tidur berkurang, dan jika berbicara isi pembicaraannya sering berlompat-lompat.

Gangguan ini tidak dapat dicegah secara spesifik. Hal yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kemampuan dalam memanajemen stress, pola hidup yang sehat dengan menerapkan kebiasaan tidur yang teratur, dan menghindari alcohol dan narkotika. Hal yang terpenting dilakukan mendeteksi dini jika terdapat gejala-gejala tersebut sebelum kondisinya menjadi semakin parah.

Jika seseorang memiliki gejala bipolar, langsung konsultasikan kepada psikiater untuk mendiskusikan rencana terapi yang tepat. Terapi yang dapat dilakukan adalah farmakoterapi atau terapi menggunakan obat-obatan. Dan Treatment yang dapat dilakukan adalah membutuhkan psikofarmakologi yang mengarah pada mood stabilizer, mereka juga harus diberikan psikoedukasi yaitu berdiskusi mengenai kesulitan yang dialami bertujuan agar ia dapat membuka diri tentang masalahnya, selain itu perlu juga dilakukan psikoterapi terutama CBT (Cognitive Behavioral Therapy) tujuannya adalah memodifikasi pemikirannya agar lebih positif dan berlatih mengenal tanda-tanda gejala agar tidak berkembang menjadi lebih besar.

Tapi tenang saja, penyandang bipolar dapat kembali ke fungsinya semula dan dapat beraktivitas seperti biasa.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE