Sungguh aku tak mengerti mengapa aku berada di posisi ini yang masih berisikan misteri. Bicara misteri maka aku juga berhak untuk menganggap pertemuan kita adalah sebuah misteri yang menyenangkan bagiku. Mungkin kau tak ingat tapi aku selalu menngingatnya, karena saat itu kau menutupi cahaya ruang itu saat aku sedang asyik membaca menunggu acara yang kita nanti itu dimulai. Karena itu aku mendongakkan kepala, ternyata kau yang menutupi cahaya ruang itu yang membuatku tak melanjutkan bacaanku karena sejak saat itu aku terus mencoba melirik ke arahmu. Terus ke arahmu.

Dulu aku masih terperangkap dengan sebuah perasaan cinta yang menggebu, aku terus berusaha menarik perhatianmu. Mulai dari tampil sok keren, berlagak pintar atau pun mencoba mendekati beberapa sahabatmu agar aku mendapatkan perhatianmu. Melawan diriku sendiri bertindak konyol yang justru aku telihat bodoh. Karena ternyata kau bukanlah wanita yang mudah ditaklukan dengan cara itu. Kau bisa saja jatuhkan aku sejak kau tahu dengan sikapku yang jatuh hati padamu, lagipula jika dibandingkan kau dan aku persis bagai langit dan bumi, Sikapmulah yang selalu baik pada semua orang yang selalu membuatku untuk berani mengikutimu meski penuh dengan jarak.

Aku selalu membayangkan jika semua wanita memiliki sikap sepertimu maka akan banyak laki-laki yang berubah. Entahlah mengapa aku terus mengikutimu, sudah berapa kali sahabatku menyarankan untuk mencoba membuka hati namun aku belum bisa. Karena dengan mengikutimu sejauh ini telah banyak hal yang kudapat terutama dalam memantaskan diri dalam menjalankan peran kita sebagai manusia. Ya, gagasanmu, ketakutanmu, terus kucoba pada diriku.

Jika nanti kita tak berbuah jawaban mungkin inilah sebuah fase kehidupan yang dinamakan CINTA. Sebuah fase yang terkadang membuat orang terjatuh dan juga bangkit. Karena inilah kehidupan berbagai kemungkinan selalu mengintai dari setiap pilihan yang kita ambil. Memilih terus mengikutimu juga akan menghasilkan berbagai kemungkinan yang aku dan kau tak ketahui. Anggap saja inilah nikmat Tuhan yang Ia berikan kepadaku, karena ini adalah cara Tuhan agar aku terus memperbaiki diri.

Suatu saat nanti semua ini akan menjadi sebuah nikmat yang layak dikenang. Sebuah nikmat yang tak akan kudustakan. PERNAH BERTEMU DENGANMU.

Advertisement

Jangan tanya mengapa aku terus mengikutimu karena cinta yang membuat kita memantaskan diri.