Aku di sini dan kau di sana. Tenang, kita memandang langit yang sama. Itu, sih katanya RAN. Walau jarak sejauh apapun kalau melihat ke atas kita sama-sama melihat langit yang sama. Tapi apakah hati kalian para pasangan LDR sama? Hanya kamu dan dia yang tahu. LDR alias Long Distance Relation(ship/shit) bukanlah hal baru didunia ini. Ada begitu banyak suka duka yang dialami para pejuang LDR. Mulai dari diselingkuhi, dibohongi, diduakan, di tinggal nikah, namun ada yang tetap kokoh sampai menikah.


"Jarak itu ibarat ujian akhir semester dan kepercayaan adalah kunci jawabanya."


Advertisement

Menjalani hari-hari tanpa doi disampingmu memang terkadang membuatmu merasa resah dan kesal. Ketika teman-temanmu bisa dekat dengan pasangan masing-masing, ada yang antar jemput, ada yang siap menolong setiap saat, sedangkan kamu harus bersabar. Mau bertemu saja harus menunggu liburan pertengahan tahun.

Hey, harusnya kamu bangga dengan itu. Kamu bisa lebih unggul daripada teman-temanmu dalam hal mental, hati, dan kepercayaan. Coba cek saja mereka yang selalu dekat dengan pacarnya, kemana-mana bersama. Dijauhkan sebentar saja sudah nggak kuat. Nah, kamu yang sekian lama menjalani hubungan jarak jauh seharusnya lebih percaya diri karena kamu adalah pribadi yang sedang diuji dan di proses secara istimewa yaitu melalui cinta, jarak, dan kepercayaan. Buah dari proses istimewa itu pasti istimewa juga.

Tiba-tiba terlintas di kepala untuk memutuskan dia karena jarak yang membuat hubungan renggang adalah suatu kesalahan. Bukan jarak yang patut disalahkan sepenuhnya, coba tanyakan pada hati apakah cinta yang ada masih sama seperti dahulu saat pertama?

Advertisement


"Aku mau mutusin pacarku soalnya nggak kuat LDR-an. Bosen dan lama-lama perasaan yang dulu luntur karena nggak pernah ketemu."


Rasa bosan dan lelah dalam menjalani hubungan jarak jauh adalah hal wajar. Namun apakah kamu setega itu memutuskan dia ditengah jalan hanya karena jarak? Toh kamu masih bisa memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi. Kalau pun belum ada bukti kuat jika ia yang jauh disana menghianatimu, pertahankan saja apa yang sudah kamu mulai.


"Jangan berhenti di tengah jalan karena jarak dan dugaan-dugaan negatif dipikiranmu. Pertahankan apa yang sudah kamu mulai."


Kalau kamu sekerang sedang menjalani indah, berat, susahnya LDR, jangan menyerah! Jarak itu sebuah amanah atau rasa percaya yang harus kamu jaga baik-baik, bukan malah menjadi alasan untuk memutuskan hubungan. Disamping itu, kamu yang diberi kepercayaan untuk menjalani hubungan jarak jauh harus juga tahu diri. Jangan malah seenaknya kayak begini,


"Mumpung pacar ada di jarak 28.900 mil dari sini, ngajak temen cewek nonton bentar kan nggak masalah. Nggak bakal ada yang marah. Dia kan nggak tahu aku ngapain aja."


Jangan sampai LDR kamu salah gunakan untuk tebar pesona dengan yang lain. Jangan pernah. Kalau kamu mau melakukan itu, coba buka foto doi, chat lama sama doi, atau inget-inget lagi kenapa kamu memilih doi. Masa tega kamu selingkuhin dia?

Berjuanglah bersama-sama. Jarak hanyalah jarak. Rasa rindu dan curiga biar hanya menjadi bumbu penyedap. Nanti ada waktunya kok untuk hidup berdampingan tanpa ada jarak yang melelahkan untuk ditempuh ataupun diingat.

Semangat LDR-NYA!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya