Saat kita masih anak-anak, tentu kita menginginkan untuk segera menjadi dewasa. Untuk apa? Agar kita terbebas oleh kekangan orang tua yang menyuruh kita ini dan itu, tuntutan tugas-tugas sekolah yang menumpuk setiap harinya, dan masih banyak lagi. Namun setelah sudah dewasa, nyatanya tak sesuai ekspektasi yang kita harapkan.

Setelah menginjak umur kepala dua dan dunia seakan menuntut kita untuk merantau jauh dari orang tua dan keluarga. Kita mungkin berhasil mendapatkan kebebasan yang kita inginkan, namun kita cukup kehilangan perhatian orang tua yang dulu sempat kita hiraukan dan kita anggap  remeh.

Advertisement

Beberapa dari kita mungkin masih bisa merasakan perhatian dan kasih sayang orang tua jika kita yang merantaunya masih satu kota ataupun se-Jawa. Namun bagaimana yang merantaunya lebih jauh lagi, luar negri misalnya?  Tentu akan berbeda rasanya dengan mereka yang merantaunya masih satu kota ataupun negara. Perhatian dan rasa kasih sayang secara online tentu sangat berbeda dengan yang dapat selalu bertemu dan merasakanya secara langsung.

Namun justru #jarakmengajarkanku untuk menjadi lebih dewasa. Semakin lebih menghargai setiap pertemuan-pertemuan singkat yang ada. Berkomunikasi adalah obat penenang rindu sementara namun selalu tepat. Menyelesaikan masalah sendiri sudah menjadi makanan pokok pengganti nasi sehari-hari.

Jika dulu dengan mudahnya tinggal bilang ke ibu saat uang jajan ku habis, saat salah satu teman mengejekku karna masalah sepele, ataupun barang kesukaan ku rusak dan segera minta dibelikan yang baru, namun beda hal nya dengan sekarang. Yang semua itu tentunya harus bisa dihadapi dan diselesaikan sendiri.

Advertisement

Terkadang saat ada waktu kesempatan untuk menghubungi orang tua, ingin sekali rasanya mencurahkan segala beban yang dirasa. Namun rasa rindu dan sayang seakan membungkam mulutku agar tidak menceritakan itu semua.

Dan akhirnya kini jarak merantau yang cukup jauh dari keluarga benar-benar membuatku belajar banyak hal, termasuk tentang makna menjadi dewasa yang sesungguhnya.

Satu hal yang paling penting saat masalah yang cukup besar melanda diriku di perantauan, orang tua tidak perlu tau kesusahan dan penderitaan yang kita alami di sini. Karena sesungguhnya mereka akan lebih memikirkan dari pada kita yang merasakannya. Cukup serahkan semua resah pada Tuhan, sebab justru Dia lah sebaik-baiknya tempat untuk berkeluh kesah dan meminta pertolongan.

Semoga kita semua bisa selalu belajar dari pengalaman dan lebih baik lagi dari sebelumnya~

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya