Dear My Future Husband…

Kamu yang kutuju dalam surat ini bisa saja seseorang yang bersamaku tiap hari, atau seseorang yang jauh di sana, atau seseorang yang tidak sengaja membaca surat ini atau seseorang yang tidak sengaja kutemui seusai kutulis surat ini. Wallahualam. Allah penuh rahasia yang selalu indah untuk perjalanan kehidupanku. Jadi, siapapun kamu, aku yakin kamu adalah yang terindah dari Allah untukku.

Advertisement

Saat ini Allah belum mengijinkan kita bersama, karena kita masih harus menyelesaikan urusan kita masing-masing. Masih ada cita-cita yang harus dikejar, masih ada orang tua yang perlu dibahagiakan dan masih ada proses pendewasaan yang perlu dilalui. Sabar dalam penantian adalah satu-satunya cara menjaga agar cinta kita menjadi kisah cinta yang kelak dirindu surga.

Aku bukan gadis sempurna layaknya Princess Fatimah Azzahra, tapi aku selalu bermimpi bisa mengikuti jejaknya. Princess Fatimah mampu memelihara cinta sucinya untuk Ali hanya tumbuh di hati, enggan menyeruak karena malu pada Sang Maha Cinta. Akhirnya cinta itulah yang mengabadikan cinta mereka di dunia dan akhirat-Nya. Aku tahu, di zaman moderen ini tidaklah mudah menjadi gadis sesempurna Princess Fatimah.

Tapi tahukah, aku selalu berusaha memulai dengan hal paling sederhana. Yaitu lewat doa, “Ya Allah pertemukanlah aku dan jodohku disaat yang tepat sehingga bersama kami mampu beribadah menuju ridho-Mu”. Bukan doa biasa, karena Allah benar mengabulkan doa itu. Lewat rasa sakit saat aku jatuh cinta pada pria yang aku tahu itu bukan kamu. Allah menjagaku dengan membuat patah berkali-kali hatiku, karena aku hampir mencintai disaat yang tidak tepat. Sungguh Allah dengan caraNya yang indah pada waktunya benar membuat mimpiku perlahan menjadi nyata.

Advertisement

Aku sangat menghormatimu, kamu adalah laki-laki yang akan meneruskan tanggung jawab ayah dalam menjagaku. Kamu adalah orang yang akan bersumpah pada Illahmu akan mencintaiku. Kamu yang akan bertanggung jawab meluruskan kebengkokanku tanpa mematahkanku. Aku tahu dan aku sadar bahwa itu bukanlah hal sepele dan mudah untuk dilakukan. Jadi, aku hanya ingin menjaga diriku sendiri saat ini sebagai hadiah atas pengorbanan terindahmu.

Tak tega aku memberimu barang bekas padahal kelak kau lah penanggung jawab dunia akhiratku. Mungkin ini yang dinamakan cinta buta, karena aku telah mencintaimu bahkan sebelum aku mengenalmu.

Kadang aku merasa rindu. Tapi aku tak tahu siapa pemilik rindu ini. Semoga rindu ini milikmu, karena kamulah pemilik hatiku. Semoga Allah menyatukan kita disaat yang tepat dan semoga aku bisa istiqomah mengikuti jejak Princess Fatimah.

Sincerely, Your’s

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya