Sebuah Kado Artikel untuk Seorang Wanita yang Berjuang Tetap Mandiri Tanpa Merendahkan Martabat Lelaki

kado untuk wanita mandiri

Wanita yang dulu pernah kutatap sedalam benua. Tak kusangka kini telah berada di dalam dada. Pertama kali saat tangan menyentuh mu, aku sudah paham rencana galaksi semesta, bahwa kau adalah milikku untuk bersama. Saat kau bersepakat dengan semesta untuk bersamaku, maka telah genaplah seluruh celah celaku tertutupi oleh dirimu.

 

Hadirmu membuat hidupku indah. Membuat hidup ini seolah tak kenal kata pisah, karena senyummu selalu membuat raga yang lelah, menjadi punah. Kau adalah wanita yang menjadi jawaban dari setiap lantunan doa kepada yang kuasa. Kau adalah lirik puisi, bait sajak romantis yang maha sempurna melengkapi hidupku yang tak sempurna. 

Advertisement


Kau yang selalu setia menemani, hingga aku benar-benar paham dan tersadar. Bahwa kau adalah pikiran pertama yang selalu hadir pada setiap bangun pagiku, serta menjadi pikiran terakhir di setiap malam sebelum tidur nyenyakku. Dunia seolah ganjil, malamku telah menjadi senja karena kehadiran dirimu. 


Aku sendiri pernah berpikir. Mengapa engkau begitu yakin dalam memilihku. Tetapi aku tidak dapat membohongi diri, jika aku benar-benar bahagia telah mendapatkan dirimu. Akan kubuktikan kepada Tuhan, bahwa dirimu tidak sia-sia telah memilihku. 

Perempuan yang baik adalah wanita yang dapat mendidik. Terima kasih telah tetap bersabar mendidik diri ini, saat menikmati dunia hingga tak sadarkan diri. Terima kasih pula karena telah setia menjadi peta hidup, saat kepala ini sedang lunglai di jalan yang redup. 


Kau adalah wanita mandiri yang bisa bertahan berdiri sendiri, namun tetap tulus dan berlapang dada untuk mengajak lelakimu untuk bersama berdiri. Terima kasih telah berjuang mandiri, tanpa harus merendahkan martabat seorang lelaki. 


Kau adalah wanita kuat. Walau terkadang bertingkah manja, tak pernah sekalipun menuntut apa saja. Kau ketahui kekuranganku sebagai lelaki yang belum mampu meraih semua mimpi. Kau sebut namaku pada setiap percakapanmu dengan Tuhan. Tanpa itu, sekuat apa pun fisik diri ini sebagai lelaki, itu semua hanya akan terasa percuma. 

Advertisement


Kelak kau adalah seorang ibu dan istri. Tempat pulang yang tidak pernah menggugat sama sekali. Tempat paling nyaman dan teduh untuk melepas keluh. Tetesan air firdaus yang selalu melegakan saat diri sedang haus. Serta menjadi surga yang selalu menerima. Kini aku telah percaya, bahwa setia telah membuatmu menjadi ciptaan yang maha sempurna. Tetaplah sabar untuk menjadi setia. Karena kau tidak akan pernah menyesal telah melakukannya. 


Saat kadar iman cinta sedang mencapai garis keraguan, hati wanitamu tetap bertahan menunggu setia dengan rapi. Suatu kemuliaan berharga saat Tuhan memberikan amanat cinta untuk bisa memiliki andil yang cukup untuk melindungimu. Wanita tak pernah lemah, namun selalu bertingkah lemah lembut untuk mengamini lelakinya. Tak pernah mendua, jika hati lelaki tak bertingkah liar dalam mencinta yang lainnya. 


Saat Tuhan tetap menakdirkan kita untuk tetap bersama, semoga aku sebagai lelaki tetap mampu menjadi ayah yang tidak pernah menyakiti perasaan anak perempuannya. Serta engkau akan menjadi ibu yang tak pernah patah hati dengan tingkah nakal anak lelakinya. 


Hidup memang tak pernah bahagia. Selalu ada sedih dan duka yang berseliweran menerpa dada. Namun Tuhan maha sempurna dalam menjalankan cerita dunia. Syukur-Nya, saat duka sedang menerpa raga, kau tetap tersenyum menutup luka.

Sesederhana itu dalam mencinta. Tanpa ada yang menuntut dan dituntut. Kita jalani secara perlahan, tanpa termakan oleh tuntutan dan ilusi orang lain. Kau adalah wanita yang mudah rapuh, namun tidak pernah mengeluh saat raga ini sedang menjauh. 


Walau pedih terkadang menerpa. Saat putus asa terkadang melanda. Kau tetap setia dengan bertahan di atas dada. Karenanya, aku berjanji untuk tetap mencintaimu sampai cahaya rembulan padam, dan tetap setia menemanimu hingga gelombang pantai tak lagi berderai. Cintaku padamu adalah sebuah petualangan. Mulai selamanya, tak ada akhir untuk rasa cinta.


Maafkan jika diri ini terkadang seperti tak pernah berjuang. Sebenarnya, saat orang lain telah melabeli diri ini sedang tak berbuat apa, aku telah berjuang keras mempersiapkan masa depan yang harus ditata. Sejatinya aku paham, bahwa sebelum kelak bersanding sehidup semati bersamamu, aku harus menyiapkan seluruh bekal jasmani dan rohani untuk kita berdua. Aku tidak berjalan tanpa makna, selalu berisi perjuangan untuk segera bisa bersama. 


Sama halnya dengan perasaan lelaki pada biasanya. Aku jatuh cinta, karena kelembutan hati seorang wanita. Aku telah jatuh cinta kepada wanita, tanpa tahu kapan, dari mana dan bagaimana. Yang pastinya, aku telah mencintaimu dalam bilangan yang tak terhitung jumlahnya, dalam napas demi napas, dan dari masa ke masa. 


Telah sepakat diri ini dengan takdir yang kuasa, untuk berjuang mempertahankan dirimu yang masih setia. Akan ku buktikan kepada seluruh penjuru semesta, bahwa penantian sabar mu tidak pernah berakhir sia-sia. Karena dalam cerita hidupku di dunia, kau adalah seorang Cinderella.


Sudah suatu gambaran cinta, bahwa memikirkan semua tentang mu adalah sebuah kebiasaan. Merindukanmu adalah sebuah kecanduan. Memimpikan dirimu sepanjang waktu adalah sebuah anugerah perasaan. Dan mencintaimu adalah sebuah konsekuensi konsensus yang tak terhindarkan. Semesta tidak pernah salah menjalankan skenario Tuhan. Bidadari tidak pernah menyesal turun ke bumi. 


Kita memang tak sempurna sebagai manusia. Namun usaha dan perjuangan keras membuat kita berbeda dengan yang lainnya. Masih banyak manusia yang sering meluka. Namun aku akan berjuang sekuat tenaga, untuk tidak pernah menusuk dada. Dulu aku pernah tersakiti, dan kini bertekad untuk tidak pernah menyakiti. 


Suatu saat nanti saat raga ini harus kembali kepada sang kuasa. Saat aku dihadapkan pada dua pilihan mutlak antara bernapas dan mencintaimu, maka aku akan menggunakan napas terakhir itu untuk memberitahukan dirimu, bahwa aku tidak pernah berhenti mencintaimu meski detak jantung ku telah mengalami henti. 


Hingga akhirnya, aku sebagai lelaki benar-benar telah menyadari bahwa seluruh wanita yang ada di dunia ini, adalah wanita tangguh. Dan kamu adalah salah satu di antaranya. Terima kasih telah menjadi selimut yang menghangatkan dada saat semangat hati sedang mengerut, menjadi tongkat saat kaki sedang tak mampu berdiri kuat, dan menjadi tembok sandaran saat hati sedang gontai tak tersadarkan. 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Accountant, Teacher, and Writer of The Trophy of Love; Alcander's Love; and The Hidden Love

Editor

une femme libre

CLOSE