Kalau Ternyata Vaksin Aman, Maka Masyarakat Juga Aman, Kok!

Vaksin dibuat untuk mencegah penyakit. Vaksin COVID-19 menjadi harapan terbaik untuk mengurangi penularan virus corona.  Namun, mungkin masih banyak masyarakat awam yang masih mempertanyakan manfaat vaksin COVID-19, cara kerjanya, atau mungkin juga efek samping yang bisa ditimbulkan.

Advertisement

Infeksi COVID-19 dapat menyebabkan komplikasi medis yang serius dan menyebabkan kematian pada beberapa orang.  Belum ada cara untuk mengetahui bagaimana virus corona ini memengaruhi kondisi tubuh seseorang.  Jika satu orang terinfeksi COVID-19, maka akan mudah baginya menularkan virus tersebut kepada keluarga, teman, dan orang lain di sekitarnya.

Pemberian vaksin gratis kepada seluruh masyarakat Indonesia bertujuan untuk mengurangi penularan Covid-19, menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19, serta mencapai imunitas kawanan. Kekebalan kelompok di masyarakat hanya bisa terbentuk jika cakupan vaksinasi tinggi dan merata di seluruh wilayah. Upaya vaksinasi diharapkan dapat melindungi masyarakat dari Covid-19 agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi.  Selain itu, dari segi ekonomi, upaya pencegahan melalui program vaksinasi akan jauh lebih hemat biaya dibandingkan dengan upaya pengobatan.

Mendapatkan vaksin COVID-19 dapat melindungi tubuh dengan membuat respon antibodi di dalam tubuh tanpa harus sakit karena virus corona.  Vaksin COVID-19 mampu mencegah seseorang tertular virus corona.  Atau, jika Anda tertular COVID-19, vaksin dapat mencegah tubuh Anda sakit parah atau berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

 Dengan mendapatkan vaksin, Anda juga akan membantu melindungi orang-orang di sekitar Anda dari virus corona.  Terutama orang yang berisiko tinggi terserang penyakit parah akibat COVID-19.  Untuk itu, ketahui fakta-fakta berikut tentang vaksin COVID-19:

Advertisement




Vaksin COVID-19 Tidak Membuat Seseorang Tertular Covid-19




Vaksin COVID-19 yang sedang dikembangkan tidak mengandung virus hidup yang menyebabkan COVID-19.  Artinya, vaksin COVID-19 tidak dapat membuat Anda sakit COVID-19. Ada beberapa jenis vaksin yang sedang dikembangkan.  Semuanya mengandung zat yang dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang membuat tubuh mengenali dan melawan virus penyebab virus corona. Terkadang, proses ini menghasilkan gejala seperti demam ringan.  Gejala ini normal dan merupakan tanda bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus penyebab COVID-19.




Setelah Mendapatkan Vaksin COVID-19, Apakah Seseorang Dites Positif COVID-19 pada Tes Virus?




Jawabannya adalah tidak.  Baik vaksin yang disetujui dan direkomendasikan baru-baru ini maupun vaksin COVID-19 lain yang saat ini dalam uji klinis tidak dapat membuat Anda mendapatkan tes positif untuk virus, ketika mencari untuk melihat apakah seseorang terinfeksi. 

Jika tubuh berhasil membuat respon imun spesifik terhadap virus corona, ada kemungkinan Anda akan mendapatkan hasil positif pada beberapa tes antibodi.  Tes antibodi menunjukkan bahwa Anda pernah mengalami infeksi sebelumnya dan tubuh Anda memiliki tingkat perlindungan tertentu terhadap virus.  Namun, para ahli masih memantau bagaimana vaksinasi COVID-19 dapat memengaruhi hasil tes antibodi.


Orang yang telah terinfeksi dan pulih dari COVID-19 perlu divaksinasi


Ini karena risiko kesehatan yang terkait dengan COVID-19 dan fakta bahwa infeksi ulang dengan COVID-19 sangat mungkin terjadi.  Vaksin harus diberikan kepada seseorang yang telah terinfeksi COVID-19. Saat ini, para ahli belum mengetahui sampai kapan seseorang akan terlindungi dari sakit lagi setelah sembuh dari COVID-19. Kekebalan yang didapat seseorang dari infeksi (kekebalan alami) bervariasi dari orang ke orang. 

Beberapa bukti awal menunjukkan kekebalan alami mungkin tidak bertahan lama.  Namun, hal ini masih dipelajari lebih lanjut.  Sementara itu, prioritas vaksin akan difokuskan pada mereka yang belum tertular terlebih dahulu.




Vaksin Melindungi Tubuh dari Infeksi COVID-19


Vaksinasi COVID-19 bekerja dengan membentuk sistem kekebalan tentang cara mengenali dan melawan virus penyebab COVID-19, serta melindungi tubuh dari infeksi COVID-19.




 Vaksin COVID-19 Tidak Akan Mengubah DNA Seseorang


Vaksin COVID-19 tidak mengubah atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apa pun.  Vaksin Messenger RNA atau vaksin mRNA adalah vaksin COVID-19 pertama yang diizinkan untuk digunakan di Amerika Serikat.  Vaksin ini mengandung sebagian protein dalam virus yang memicu respons imun dalam tubuh.  Perlu diketahui, mRNA dari vaksin COVID-19 tidak pernah masuk ke inti sel, tempat penyimpanan DNA.  Ini berarti mRNA tidak dapat memengaruhi atau berinteraksi dengan DNA dengan cara apa pun.

Di akhir proses vaksinasi, tubuh belajar bagaimana melindungi dirinya dari infeksi di masa depan.  Ini adalah respon imun dan produksi antibodi yang melindungi tubuh dari infeksi jika virus yang sebenarnya masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, partisipasi kita sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program pemerintah ini. Dengan meningkatnya kesadaran kita akan pentingnya vaksinasi untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, program ini akan berhasil.  Selain vaksinasi, untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona, kita juga bisa melakukannya dengan cara hidup bersih dan sehat serta mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE