Sudah empat tahun lamanya bersendirian. Hidup tanpa merasakan namanya jatuh cinta kepada seorang wanita. Hari demi hari aku lewati tanpa mengeluh hingga saat ini diriku nyaman menjadi sosok penyendiri. Sahabat dan keluarga selalu saja menginginkan aku untuk jatuh cinta.

Aku mengabaikan ucap itu dengan sabar. Andai saja mereka tahu apa yang pernah aku alami saat jatuh cinta kepada seseorang, mungkin mereka akan berfikiran yang sama denganku. Aku hanya sibuk dengan bekerja , bekerja dan bekerja untuk melupakan ucap mereka yang mengusik hati. dua bulan kemudian aku berhasil mendapatkan prioritas terbaik dikantor sebagai karyawan disiplin oleh waktu.

Advertisement

Sebuah tujuan ku selama ini tercapai sudah, penghargaan ini sangat berharga bagiku. Aku bersyukur atas keberhasilan ini, aku tidak ingin berada diatas berdasarkan apa yang mereka lihat tentangku. Karena aku hanya seorang manusia biasa yang ingin bekerja untuk membahagiakan kedua orang tuaku. Hingga esok hari aku dipanggil untuk menemui bapak suryo yaitu direktur utama di tempat ku bekerja. Aku kembali mengucap rasa syukur karena hari ini aku mendapatkan posisi sebagai pengawas karyawan di kantor ini. “andri, kamu adalah karyawan terbaik di kantor ini maka jabatan ini sangat pas untuk kamu.


Saya yakin kamu bisa bekerja dengan baik sebagai pengawas dikantor ini selamat” ujar bapak suryo.


Kata – kata itu tidak lepas dari fikiranku dan membangkitkan semangat ku untuk bekerja. Hingga pada akhir bulan sebelum memasuki bulan ramadhan aku berniat ingin mengajak keluargaku untuk makan bersama di sebuah restoran food terkenal dijakarta. Sebagai tanda terimakasih ku kepada mereka yang selalu support aku untuk menjadi yang terbaik. Kebahagiaanku ini adalah kebahagiaan mereka juga. Hari ini aku bahagia bisa melihat mereka tersenyum lepas dan berkumpul bersama.

Advertisement

Saat perjalanan pulang aku terdiam karena pertanyaan yang dilontarkan nenekku. “iya, nek insya allah nanti andri secepatnya mencari pacar. Jika sudah ada andri pasti kenalin ke nenek dulu deh “ ujarku gugup. hari masih gelap dan aku sulit untuk tidur karena pertanyaan tadi yang masih terputar jelas dikepalaku.

Kejadian itu membuatku ingat kepada pacarku yang sedang sibuk mengajar di salah satu sekolah favorit di jakarta. Perkataan neneku menyadarkan ku bahwa aku selama ini selalu sibuk untuk diriku dan keluargaku saja, sehingga membuatku lupa kepada pacarku. Aku baru mengerti ucapan itu yang menggerakan hatiku. Hingga esok hari sepulang dari kantor aku mengunjungi sekolah itu untuk menjemputnya. Aku tidak memberitahu kepada nya bahwa hari ini akan ada kejutan untuknya. Sampai dirumah ternyata keluargaku telah sampai disana (rumah pacarku). Saat kami turun dari mobil semuanya menyambut riang kedatangan kami.

Hingga pada waktu yang telah direncanakan oleh keluargaku, aku siap melepas bujangku dengan wanita pilihanku yang saat ini telah bersamaku. Aku senang karena lamaranku diterima olehnya


Terimakasih telah hidup bersamaku, kamu selalu sabar dan mengerti keadaan ku dari awal kita berkenalan hingga saat ini. Maafkan aku telah melupakan kerinduanmu, kali ini aku ingin melihat kebahagiaanku untuk rindu yang terlupa.


Aku berjanji akan selalu merindukanmu dan tidak lupa lagi bahwa ada seseorang bidadari yang setia menjaga hatiku seutuhnya. Seseorang itu adalah kamu… iya kamu amelia yang ku kenal selama ini. Satu bulan kemudian kami menikah dan menuju ketahap hubungan yang lebih luas yaitu membentuk sebuah keluarga.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya