Kami Bukanlah Seorang Introvert

Karna kami tak ingin melebelkan atau membatasi dir kami sendiri menjadi seorang introvert.


Introvert merupakan sikap atau kerakter seseorang yang memiliki orientasi subyektif secara mental dalam menjalani kehidupanya. -C.G Jung-

Advertisement

Dan menulis atau menjadi seorang penulis adalah salah satu karakter seorang introvert. Jelas _C.G Jung-


Walaupun begitu tidak bisa begitu saja langsung melebelkan seorang penulis adalah seorang introvert.

Introvert bukan berarti anti sosial. Karna ada beberapa orang introvert juga bisa cerewet, dan bisa juga bergaul dengan banyak orang sekalipun dikeramaian. Tapii lama-lama baterai mereka bisa habis dan harus di isi ulang. Kapan? pada saat mereka sendiri. Ya, Saat sendiri mereka mencharger diri mereka.  

Advertisement

For your information, menjadi seorang introvert bukanlah pilihan gaya hidup, melainkan terjadi secara natural dan berasal dari hati dan pikiran, karnanya tidak bisa di manipulasi atau di buat-buat.

Banyak yang tidak kalian ketahui sisi dari seorang introvert. Banyak juga dari kalian yang berfikir seorang introvert adalah seorang yang sombong, gak pandai bergaul, dan tak mau berbaur dengan banyak orang. Padahal kalian tidak tahu apa yang sebenarnya mereka rasakan.

Advertisement

Setiap memulai pertemanan maupun yang sudah lama berteman, selalu merasa disisihkan, pemikiran yang gak sejalan dan candaan yang diluar batas membuat mereka minder untuk berteman dengan benyak orang.

Seorang introvert adalah penyuka kesunyian Dan kesepian memberikan nya banyak makna hidup. Dan untuk mendapatkan kebahagiaan, cukup untuk kesunyian dan keheningan.


”Tak mesti menggonggong untuk dilihat. seperti awan, tenang di langit, tidak berteriak tapi tetap di lihat oleh banyak orang.”


Seorang introvert bukanlah anti social, mereka mempuyai teman, namun mereka tidak suka berbaur dengan keramain dan membuang banyak energi, mereka terlalu malas untuk sekedar berkumpul dengan teman-teman dan membahas hal – hal yang tak penting untuk di obrolkan.

Bagi mereka, teman terasa seperti sebuah formaliatas. Jadi, mereka lebih menyukai untuk berjalan sendirian “sang teman lama”. Mereka berteman dengan rasa sepi, bertahan dan mereka baik-baik saja, lalu menemukan sesuatu hal yang lebih kekal, pengharapan yang tidak pernah mengecewakannya. Tujuan hidup yang terarah dan lebih terang.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

just an amateur writer

CLOSE