Kamu Adalah Parasit yang Menyakiti Seorang Wanita untuk Membahagiakan Wanita Lain.

Selamat tinggal parasit

Awal kedatanganmu aku bahagia. Diriku seperti menemukan kembali kebahagiaan yang tlah lama hilang. Hari-hariku terasa begitu menyenangkan. Aku menemukan tempat berbagi cerita yang nyaman. Rasa sepi pun sirna, karena selama ini aku terlalu menikmati kesendirian sebagai anak tunggal. Kehadiranmu benar-benar memberi warna baru dalam hidupku. Aku sangat berterimakasih sama Tuhan karena telah mempertemukan kita.

Advertisement

Hari demi hari, kita lalui bersama. Rasa nyaman pun semakin aku rasakan. Rasanya ingin selalu bersama setiap detik. Canda tawa menemani kebersamaan kita. Obrolan antara aku, kamu, dan orang tuaku juga hangat. Ah, sungguh bahagia aku! Ya, kebersamaan kita saat itu adalah hal yang selama ini aku impikan. Aku yang biasa sendiri, seperti menemukan patahan puzzle. Tak ada rasa selain bahagia. Aku sangat nyaman dan semua terlihat begitu indah.

Bulan demi bulan, kita masih bersama. Kita juga sering keluar bareng untuk jalan-jalan atau sekedar makan diluar. Aku yang membayar semuanya, dan aku juga tidak keberatan. Ketika kamu mengeluh sakit, segera aku antar kamu periksa ke dokter atau rumah sakit dan aku yang membayar biayanya. Karena aku nggak tega melihat kamu kesakitan. Sampai dokter mendiagnosis kamu menderita penyakit yang cukup serius pun aku masih menemanimu dan membiayai semuanya sampai kamu sembuh.

Lama kelamaan kamu mulai mengeluh tentang kondisi keuanganmu. Kamu selalu mengeluh uangmu habis. Padahal setiap jalan sama aku, aku yang membayar semuanya. Kendaraan juga memakai kendaraanku. Kamu hanya perlu menyiapkan badan sehat saja. Meskipun ada rasa curiga, saat kamu mengeluh tak punya uang aku pun langsung memberimu uang dan setiap bulan kamu juga dapat uang jajan dari orang tuaku. Yang mana jumlahnya cukup untuk hidup sebulan.

Tapi lagi-lagi kamu bilang kalau uangmu habis. Ketika aku tanya pengeluaranmu, kamu justru memarahi aku. Kamu bilang untuk kebutuhan, tapi hati kecilku berkata, “Masa iya kebutuhanmu sebesar itu?” Padahal kamu tidak pernah keluar uang untuk aku, sedikitpun.

Sampai pada akhirnya aku berpikiran bahwa kamu mendekati aku hanya ingin memanfaatkan aku dan orangtuaku. Kamu hanya ingin menumpang hidup atau hanya menjadi parasite buat kita. aku pun mengujimu dengan satu bulan aku dan orangtuaku tidak memberimu uang. Aku ingin tahu reaksimu. Dan ternyata, kamu meninggalkan aku begitu saja. Tanpa pesan, tanpa pamit, dan langsung memblokir kontakku. Dari situ aku paham bahwa benar kamu hanyalah parasit yang ingin menumpang hidup dan memanfaatkan kebaikan orangtuaku. Kamu ke aku bukan karena cinta tapi karena uang.

Sakit hati dan kecewa kami rasakan. Aku sangat terpuruk mengetahui kebenaran ini. Air mata deras mengalir selama beberapa hari. Tidak menyangka kamu yang aku banggakan berbuat setega itu. Ternyata semua keluhan tentang kondisi keuangannya hanyalah kepalsuan. Uang itu dia gunakan untuk bersenang-senang dengan wanitanya. Hebat sekali dia! Menyakiti seorang wanita untuk membahagiakan wanita lain. Semoga saja karma yang kamu terima tidak terlalu berat. Karena sampai sekarang aku belum bisa memaafkanmu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE