Sebagai mahasiswa UIN Malang, saya mau berbagi cerita, tentang hal apa saja yang bakal kamu kangenin selama jadi mahasiswa baru UIN. Jadi mahasiswa baru UIN itu, kalau menurut saya banyak suka dukanya, apalagi kalau ingat-ingat tentang pengalaman selama jadi mahasantri. Sebagai seorang mahasiswa yang baru satu kali merasakan rasanya jadi santri itu, gimana ya? Kayak ada manis-manisnya gitu, hehehe. Pengalaman tak terlupakan itu kalau saya pribadi, lebih ke hal-hal konyol yang kadang kalau diingat bikin perut terlilit, karena nggak bisa berhenti ketawa. Kadang juga rindu sama masa-masa yang lalu, bareng temen-temen, ketemu musrifah, dan semuanya deh. Bikin kangen semua pokoknya.

Nah, pada kesempatan kali ini, saya mencoba merangkum, apa saja sih, yang kira-kira nggak akan bisa kita lupakan selama menjadi mahasiswa UIN Malang. So, check this out!

Advertisement

1. Taaruf Ma’hadi

Bagi mahasantri baru, pasti nggak asing deh, dengan ini. Acara ini sejenis orientasi kampus, tapi yang dikenalkan adalah Ma’had di Sport Center. Dalam acara ini, pasti yang paling tidak terlupakan adalah adu yel-yel tiap mabna dan satu ruangan itu penuh sama mahasantri. Semuanya masih pada semangat banget, masih euphoria karena sudah bertransformasi dari siswa menjadi mahasiswa. Intinya, ini agenda pertama kamu sebelum melewati masa-masa yang lebih panjang.

2. Mabna

Advertisement

Apa ya, yang bisa dijelasin tentang mabna? Mabna itu artinya bangunan, jadi tiap bangunan itu ada namanya. Dalam satu bangunan, ada 3 sampai 4 lantai, kalau kamarnya kira-kira 40 lebih. Untuk Putra ada 5 mabna, yakni Farabi, Ghazali, Ibn Sina, Ibn Kholdun, Ibn Rusydi. Kalau putri ada 4 mabna, yakni Ummu Salamah, Fatimah Azzahra, Asma Binti Abu Bakar, dan Khadijah Alkubro. Tapi yang bikin ngeselin itu adalah, pintunya cuma satu. Literally bukan pintunya didesain cuma satu sih ya, tapi ya gitu, yang dibuka cuma satu, dan kalau ngantri masuk mabna itu be like, “omaygat, lama banget ini orang-orang pada mau masuk". But, it’s oke, positifnya, kamu bisa tahu, siapa aja sih, teman-teman satu mabna-mu itu, ya kali aja nanti ketemu di jalan bisa disenyumin, hehehe.

3. Musrif-Musrifah

Nah, the most berkesan kalau ngomongin musrif-musrifah ini adalah mereka keren, karena sanggup jadi pendamping, padahal juga sama-sama masih mahasiswa. Mereka mengabdi, belajar dan mengajarkan para mahasantri dengan ikhlas. Tetap bangun pagi, koar-koar sana-sini, absen, dan belum lagi kalau dapat keluhan ini itu dari mahasantri, kadang ada mahasantri yang ngedumel, banyak pokoknya. Saya sendiri baru merasakan betapa para musrif-musrifah itu berkorban banyak hal. Saya yang cuma satu tahun di Ma’had saja merasa berat banget, tapi wah, mereka the best.

4. Iqob

Hayo, siapa yang langganan ini? Saya! Hahaha, iqob itu sejenis hukuman yang pastinya bikin dongkol, hehe. Saya sudah beberapa kali terjun dalam lubang iqob. Iqob ini sesuai pepatah kok, apa yang kamu tanam, itu yang akan kamu tuai. Jadi kalau iqob, so pasti ada something yang kita lalaikan di Ma’had, but it’s oke, itu proses right?

5. Ta’lim Afkar

Kok nulisnya iqob dulu baru ta’lim? Karena saya keseringan kena iqob, hehe. Ta’lim Afkar ini lebih seperti belajar Fiqh, kita pakai dua kitab di sini, Qami’ At-Thugyat dan Tuhfattulab (maafkan kalo salah nulis ), karena dua kitab ini Bahasa Arab semua. Pertama kali kebagian buku dari musrifah saya langsung istighfar, ya Allah, saya bisa nggak ya, bacanya? Ternyata nggak bisa, hehe. Tapi jangan khawatir, ada Muallim-nya kok, ustadz-ustadzah yang selalu siap sedia mau ditanyain apapun, mau diajak sharing apapun dan mau menjadi orang paling sabar saat mengajar, karena pasti dan saya salah satunya, banyak yang ketiduran. Apalagi kalau sudah bersandar sama dinding. Wah, mimpi I’m coming!

6. Ta’lim Quran

Kalau ini, saya senang nih, selama dua semester muallim saya ustadzah terus, dan masih muda juga cantik-cantik, serius. Waktu ngajar kita, beliau lagi dalam masa otw pelaminan. Jadi, sebagai mahasantri dengan banyak akal mulus, kadang ada yang nanya di luar konteks, “Ustadzah, gimana ceritanya bisa ketemu sama calonnya?” dan akhirnya waktu Ta’lim habis untuk sharing soal jodoh, hehehe. Ta’lim Quran ini bener-bener kupas tuntas, ada banyak banget yang didapat. Kalau untuk tidur, wah, saya pribadi nggak pernah tidur waktu Ta’lim Quran, karena waktu baca Quran pasti yang ditunjuk random, jadi harus pasang kuda-kuda. Hehehe.

7. Shobahul Lughoh

Nah, ini nih, yang nggak bisa tidur, pakai banget. Semengatuk apapun kamu, jangan harap deh, bisa tidur, nanti kena tunjuk! Shobahul lughoh ini yang jadi pengajarnya adalah musrif-musrifah. Dan seringnya, kelasnya digabung. Diadain di tangga besar juga sih, kadang-kadang, tapi yang pasti ini selalu rolling tiap harinya. Dari Senin sampai Kamis, Bahasa Arab lalu Bahasa Inggris. Tapi, tiap mabna punya caranya sendiri kok, buat bikin mahasantri gerak setelah subuh..

8. Manasik Haji

Ini salah satu acara besar juga di Ma’had. Benar-benar simulasi Haji. Pakai pakaian putih-putih dan sama-sama bawa buku yang biasa dibawa orang ke tanah suci. Lokasinya sih, nggak jauh, cuma keliling UIN saja. Pokoknya seru deh, bisa foto depan Kabahnya juga, hehe. Manasik haji ini yang bakal bedain kamu sama mahasiswa kampus lain, kita sudah siap menyandang gelar Haji, hehehe.

9. Khotmil Quran

Ini acara yang lumayan ramai yang diadain di Sport Center, soalnya selalu di akhir bulan dan dapat makanan gratis. Tahu banget, deh sama kantongnya mahasiswa yang tiap akhir bulan selalu menipis. Belum lagi menu makanannya selalu “Empat Sehat Lima Sempurna”. Musrifah senang, kitapun kenyang. That’s the point.

10. PPBA

Pertama kali saya tahu kalau belajar Bahasa Arabnya dari jam 14.00 sampai 20.00, saya merasa tidak percaya. Ya Allah, itu lama banget. Saya pikir akan terjadi kebosanan yang teramat sangat di dalam kelas, tapi ternyata di luar ekspektasi. Kelasnya santai, teman-temannya asyik dan wali kelasnya the best. Nggak perlu minder kalau belum pernah belajar Bahasa Arab, karena kelasnya juga dikelompokkan dari hasil tes. Jadi, bisa bersaing secara sehat di dalam kelas.

Nah, itu yang susah dilupain, tapi sebenarnya masih ada banyak lagi pengalaman menyenangkan yang nggak bisa diungkapkan lewat kata-kata. Ada banyak cerita yang tercipta dalam hitungan satu tahun ajaran itu. Ada banyak memori yang tertanam yang akan selalu dikenang. Ada banyak guru yang menjadi panutan dan ada banyak sahabat yang menjadi sandaran.

Sekian,

Umara Hasmarani (Mahasiswa Teknik Arsitektur 2015)

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya