Podcast pada dasarnya ialah radio, namun tidak berjadwal. Kita bisa memilih sendiri topik-topik yang ingin kita dengarkan kapanpun dimanapun, audio podcast pun bisa kita unduh untuk dinikmati tanpa harus memikirkan sinyal internet. Podcast memiliki dampak positif dan negatif baik ke penyiar ataupun pendengar. Podcast juga berdampak pada revolusi industri 4.0.

Menurut data dari marketingland, jumlah pendengar podcast di Amerika Serikat telah mengalami peningkatan dengan jumlah 20 juta pendengar jika dibandingkan dengan jumlah pendengar di Amerika Serikat tahun lalu (2018), dengan total pendengar podcast sekarang mencapai 144 juta pendengar.

Advertisement

Sekitar 90 juta dari 144 juta pendengar tersebut mendengarkan podcast setiap bulannya, dan 62 juta dari 90 juta tersebut mendengarkan podcast setiap minggunya.

Peningkatan ini menandakan peningkatan di peluang bisnis atau pasar di bidang podcast juga, dan membawakan opsi lain untuk para pendengar bukanlah ide yang buruk, karena saya sendiri sebagai pendengar podcast berfikir bahwa masih banyak genre topik yang belum tersentuh. Meskipun sebagian besar topik ini sudah dijadikan kategori dan dibahas di Amerika Serikat, genre dan topik topik ini jarang terlihat di Indonesia.

Nic Newman dari Journalism di Universitas Oxford merilis hasil studi tahun 2018 mengenai topik podcast dan trend. Nic Newman menyatakan bahwa dari hasil survei yang mencakup 194 editor, bos, dan pejabat perusahaan media digital dunia, diperkirakan media dengan format audio akan mengalami peningkatan,

Advertisement

Sebanyak 58 persen media akan fokus pada podcast, dengan proporsi yang sama akan fokus ke speaker dengan voice activation seperti Alexa dan Google Home. Perkembangan podcast termasuk menjanjikan, dan keberadaan podcast bisa mengambil alih pasar radio, dengan keberadaan topik-topik on-demand.

Menurut Adit yang merupakan mantan penyiar 96.7 Hitz FM, kemunculan format digital apapun sebenarnya sudah menjadi ancaman bagi radio, namun karena podcast sendiri biasanya dibuat oleh orang-orang yang mungkin tidak punya keahlian dasar penyiaran. Sehingga para praktisi radio tidak usah khawatir pasarnya diambil atau direbut oleh penyiar podcast.

Menurut saya sendiri, podcast bisa menjadi pelengkap untuk siaran radio, sama seperti musik on-demand berbasis digital. Pendegar radio bisa menemukan topik yang unik dan lalu digali lebih dalam melalui podcast baik di topik yang sama atau genre yang sama.

Berdasarkan beberapa kepercayaan jurnalis, pasar radio mulai berkurang, dan bahkan berkesempatan untuk selesai secara keseluruhan. Mengenai topik ini, Dennis percaya bahwa podcast masih berkembang, apalagi di Indonesia, namun radio tidak akan mati. “Podcast bisa berkembang tanpa harus meruntuhkan radio.”

Nyatanya sekarang di Amerika Serikat, meskipun pendengar radio menurun dan jumlah pendengar podcast meningkat, radio masih jauh dari kondisi mati atau kalah. Meskipun podcast terus berkembang dan sekarang menyentuh angka-angka tertingginya baik dari jumlah pendengar, podcast aktif sekarang yang menyentuh sekitar 700,000+, 29 juta episode yang berbeda, dan sekitar 100 bahasa berbeda, podcast juga memiliki kesempatan hilang atau terhambat perkembangannya.

Untuk Milenial, peluang di dunia podcast sangatlah luas, dari pembuatan sampai jadi tidak memerlukan banyak alat atau bayaran-bayaran mahal selain koneksi internet dan alat perekam.

Dengan seberapa mudahnya pembuatan podcast, yang jadi masalah hanyalah jumlah saingan yang berkembang pesat setiap harinya, namun dengan proses pemasaran yang baik dan benar, maka podcast anda memiliki kesempatan lebih untuk didengarkan para pendengar.

Namun, meskipun sekarang podcast sedang bagus-bagusnya, dengan jumlah penyiar aktif yang tinggi, dan banyaknya jumlah episode yang sekarang tertera, masih banyak yang belum tahu atau kurang peduli terhadap dunia podcast. Menurut saya sendiri, hal ini merupakan hal yang bisa diperbaiki karena podcast membawa banyak dampak positif ke pendengarnya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya