Kamu memang bukan pertama yang pernah ada dihati, tapi kamu adalah patah hati terbaikku


Entah bagaimana aku harus mengungkapkan semua rasa yang ada dihati, ketika kamu harus mengikhlaskan semua rasa dihati tetapi hati ini tak bisa. Berkali-kali aku mencoba dan berkali-kali pula aku gagal.

Advertisement

Kamu yang selalu meminta dan mengajarkanku untuk menjadi wanita tangguh, wanita yang tidak menyerah dalam menghadapi apapun. Mungkin agar kamu tetap bisa bersandar dalam pelukku meskipun sebenarnya aku juga memiliki kesulitan.

Kamu juga yang selalu mengajarkanku untuk tidak berpikir egois, ketika pikiran kita mengatakan 'tidak' tetapi hati ini mengatakan 'iya' dan nyatanya kita menyerah kepada keadaan. Keadaan yang sebenernya tidak kita inginkan tetapi kita harus mengalah pada ego masing-masing. Ketika kamu harus menjaga hati keluargamu dan aku harus menjaga hati keluargaku, ya akhirnya hati kita berdualah yang terluka. Bukan terhalang restu dari keluarga tetapi terhalang oleh cara kita dalam mengucap syukur kepada-Nya.


Terkadang aku masih berpikir, apakah salah jika kita mempercayai Tuhan tetapi beda dalam mengucapkan rasa syukur? bukannya Tuhan mengajarkan untuk saling mengasihi sesama?


Advertisement

Meskipun sejak awal aku sudah tahu bahwa terdapat jurang pembeda diantara kita, tetapi aku tetap tidak bisa mengingkari rasa dihati ini.

Aku tidak akan menyalahkan siapapun atas perpisahan ini. Aku percaya Tuhan memiliki rencana yang indah untuk kita, mungkin tidak saat ini tapi dimasa yang akan datang. Meskipun kita harus melewati masa-masa sulit dan terkadang merasa tidak mampu untuk melewatinya


Terimakasih untuk semua rasa yang pernah kita lalui bersama dan maaf apabila aku pernah membuatmu terluka, tapi kamu? Adalah patah hati terbaikku


Mas, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?

Apakah aku salah ketika aku masih meminta kepada-Nya agar suatu saat nanti kita bisa bersama lagi dan melewati semua suka-duka selalu bersamamu?

Doa itu yang masih selalu aku selipkan disemua doaku tapi aku pun tak tahu doa yang kupanjatkan itu dapat restu dari-Nya atau tidak. Jika nanti apa yang ku pinta menjadi kenyataan betapa besar mukjizat yang Dia berikan tetapi jika nanti yang ku pinta tidak mendapat restu dari-Nya bolehkah kamu menjadi salah satu sahabat terbaik yang aku miliki?

Bolehkah aku menitipkan sesuatu padamu?

Meskipun aku belum pernah bertemu secara langsung dengan keluargamu, tolong sampaikan kepada Bapak-Ibu bahwa aku tetap menyayangi Bapak-Ibu seperti orangtua kandungku sendiri. Dan, sampaikan rasa maafku kepada mereka jikalau aku masih belum bisa menjaga putra mereka dengan baik saat putranya masih bersamaku.

ps : mas, ketika kamu membaca ini ketahuilah bahwa aku masih memiliki rasa yang sama dan tidak berkurang sedikitpun


namun api cintaku padamu, tak pernah padam

- tak pernah padam, sandy sandoro


dari,

yang selalu sayang dan akan selalu sayang meski harus disimpan dalam hati

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya