Aku tak tahu siapa kamu. Tak pernah bertemu dalam pencarianku, tak pernah mengenalmu dekat dari pikiran dan aku tak ada niat untuk tau lebih dalam tentangmu. Aku hanya tahu kamu adalah teman sekampus yang berbeda jurusan denganku dan kamu sahabat karib rekan belajarku dan aku pun tidak mengenalmu, mungkin niatnya saja tidak pernah ada atau sekedar melempar senyum saja tidak pernah terpikir.

Advertisement

Aku tak tahu pasti kapan pertama kita menyapa dan saling melontarkan senyuman, bahkan aku tak sama sekali pernah memikirkan tentangmu, apalagi untuk menyapamu. Sampai pada akhirnya kamu bercerita banyak hal tentang masalalu, berdiskusi tentang kelamnya kisahmu, kala itu kau seakan terpuruk kaku dalam ilalang yang tangguh. Aku pun sulit mengingat kapan tepatnya waktu yang membawa bisa bercerita banyak dihadapanku sampai-sampai kamu begitu percaya dan seakan merebahkannya semua denganku.

Yang aku tau hanya mengingat makna dari doamu, berharap menemukan seseorang bisa merubah hidup dengan baik, membangkitkan dari kenestapaan dan memberikan warna tidak lagi kelabu. Bahkan saat itu, kamu tidak tau siapa seseorang yang hadir dalam sujudmu, hanya yakin yang mampu berkata "dia ada..tapi nanti akan hadir secara perlahan.. dia ada, yang akan menjadikan semua baik-baik saja".

Advertisement

Sampai saat ini, aku masih mengingat katamu malam itu. Ditatapnya lekat-lekat bola mata yang tertahan untuk berkedip, kedua tangan ditarik mengenggam erat dengan menitipkan aromatik alami di hembusan semilir angin malam. Dengan mulut kaku, tersenyum dan berbisik lembut "Kamu adalah jawaban dari semua doaku! Kamulah orangnya!"

Dahi yang kian mengerut mengharuskan membalas tatapan matanya, seraya gejolak bathin bertanya "Kamukah jawaban dalam keheningan malamku?". Bising tak mampu berdecap, seakan sendu melepas dekapan. Hiruk pikuk kebimbangan kembali menggumam ramah dan keraguan belum bisa merubah haluan. Detik jam tangan terus berputar, merubah suasana berhenti sesaat dan membeku.

Katamu, akulah jawaban dari doamu. Katamu, akulah seseorang yang telah menjamah untaian pemahaman, Katamu, akulah mimpi-mimpi dari pencarian dan penantian. Katamu, akulah bayang yang telah kamu harapkan. Katamu, akulah sosok yang ditunggu dan katamu akulah pengharapan terbesar.

Lantas, bagaimana denganmu? Apakah kamu adalah jawaban dalam doaku? Apakah kamu seseorang yang aku tunggu? Dan apakah kamu, bayang imaji yang selalu menghantuiku? Ntahlah, aku masih menunggu jawaban keyakinan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya