Kau Kata-Kata yang Takut Aku Tulis

Alarmku berdering keras. Tepat pukul 7 kurang lebih dini hari. Mataku keletihan untuk melihat dunia. Tapi alarm seolah gembira mengingatkan sesuatu. Pelan dan pasti aku perhatikan layar yang sering membuat semua manusia lebih setia dari apa pun. Separuh dari para manusia bilang tidak bisa hidup tanpanya. Kedengarannya konyol tapi nyata. Bahasa manusia lebih sempurna dari kesempurnaan tindakan. Demikian adanya.

Advertisement

Aku pikir aku harus melanjutkan. Baik. Aku menaruh rasa penasaran untuk ponselku, barangkali ada sesuatu yang terlupakan hari ini. Perlahan dengan lembut. Dan kenangan mengalir drastis bagai aliran listrik yang menyinari peraduanku. Aku pandangi ikan-ikanku yang tak pernah berdusta selain isyarat gerak mereka. Ada juga si sunny polos yang selalu menemaniku dalam keheningan. Mereka semua serasa diam dan seperti menertawakan aku.

Lalu aku coba mengingat sesuatu. Saat dimana seseorang pernah menyelam di dalam hati dan pernah bercita-cita melihat aku tertawa untuk sebuah akhir September, yang konon pikirnya hari ini adalah hari bahagia dalam hidupnya.


Tanggal hari ini seketika menghukum ingatan. Kata-kataku seakan berhenti berkata-kata. Ku akui "Kau kata-kata yang takut aku tulis" sekaligus luka yang tak mudah aku lupakan.


Advertisement

Aku seperti di dakwa oleh rasa dan asa. Bukan sebuah kebetulan pernah mencinta dan di cinta. Tapi sebuah kenyataan sebagai rasa terimakasih karena "Dari-Mu" puisi dan kata-kataku lebih tajam dari pengkhiatan dan kekecewaan yang kau tikam dalam separuh kisahku.

Mungkin aku tak mampu menyikapi sebuah penyesalan. Tapi ketahuilah kata-kataku akan membalas kenangan pahit itu sampai kau merasa perih. Dan saat itu aku berharap kau adalah laki-laki terakhir yang menangis di bumi untuk wajah-wajah perempuan yang pernah bergandeng tangan dan berdoa bersamamu.

Advertisement

Semoga yang terkenang dan tertulis olehmu hari ini adalah jendela membuka bahagian untukmu dan pintu membuka sukses bagiku.


Sebab pada dikau aku pernah belajar melihat dunia dan menulis sukses bagi seseorang yang lebih pantas nantinya.


Teruntuk kau yang kisahnya aku tulis disini. Ingatlah selalu bahwa aku adalah buku yang pernah kau baca meski sedikit pun tidak kau hayati. Tapi aku pastikan bahwa kau adalah pena paling tajam untuk aku menggoreskan luka darimu dan untukmu di suatu waktu dalam sebuah kesempatan. Duniaku menanti kata-kata yang lahir dari lukamu.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Perindu terbaik sepanjang masa

CLOSE