Kau yang pernah mencintaiku, amat sangat mencintaiku. Hanya dua kalimat yang hendak kuucapkan padamu, yaitu: "maafkan aku" dan "terima kasih."

Kau yang pernah mencintaiku. Masih kuingat jelas segala kebaikan hatimu. Dengan penuh sabar selalu ada untukku. Bahkan di saat-saat terkelamku. Dengan penuh sabar mendengarkan keluh kesahku. Meski hampir seluruhnya selalu berkeluh tentang kisah cintaku yang gagal dan juga patah hatiku karena pria itu. Kau selalu meluangkan waktu untukku, memastikan bahwa aku baik-baik saja. Aku dan segala pemikiran bodohku itu.

Advertisement

Kau yang pernah mencintaiku. Terbayang raut wajahmu, tersenyum sabar mendengarkan semua ocehanku, mencoba menghilangkan cemberut di wajahku. Bahkan mengikuti segala mauku.

Kau yang pernah mencintaiku. Jika kupikir-pikir, terbuat dari apakah hatimu? Bodohnya aku tak menyadari dulu, bahwa sekuat apapun jiwamu, namun pasti tetaplah ada terasa sayatan ngilu di kalbu. Saat aku terus bercerita tentang pria lain dihadapanmu, bahkan mengacuhkan perasaanmu dan sibuk tenggelam dalam patah hatiku. Maafkan aku, itu yang tidak sempat kukatakan langsung kepadamu.

Kau yang pernah mencintaiku. Bahkan saat aku kembali menemukan cinta baru, tak pernah sekalipun kau marah kepadaku. Kau masi tetap sama seperti yang dulu. Dan selalu ada kapanpun aku perlu. Hai kamu, pun setelah kutemukan pelabuhan cinta terakhirku, kau dengan tulusnya ikut berbahagia untukku. Terima kasih untuk itu.

Advertisement

Kini setelah sekian waktu berlalu, setelah kau pun sempat gagal dengan hubunganmu yang terdahulu, kulihat akhirnya kau pun berlabuh. Kau temukan wanita terbaik untuk mendampingi hidupmu. Kau tahu bagaimana perasaanku? Aku sungguh bahagia dan terharu. Gembira dan bersyukur bercampur jadi satu. Untukmu, kamu sangat-sangat pantas mendapatkan semua itu. Berbahagialah, sungguh, berbahagialah!

Meski kita terpisah jarak dan waktu, namun kau selalu terucap dalam doa-doaku, agar kau diberkati selalu. Terima kasih tak terhingga untuk kala itu, kau yang pernah mengisi hari-hariku dengan segala kebaikanmu. Kau adalah sahabat terbaik yang pernah dikirimkan Tuhan kepadaku. Percayalah sahabat, sampai kapanpun, senyum teduhmu akan kuingat selalu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya